PASKAH DAN SUARA KRITIS TOKOH AGAMA

Umat Kristiani memasuki Perayaan Paskah dalam suasana di Tanah Air yang ditandai kekerasan sosial. Kasus “bom buku” belum tersingkap, kini muncul teror bom di masjid Mapolres Cirebon yang mengakibatkan jatuhnya korban di kalangan aparat kepolisian setempat. Aksi kekerasan pun telah terjadi antara TNI dan rakyat kecil di Kebumen, Jawa Tengah dalam kasus sengketa tanah. Rangkaian kekerasan itu semakin meredupkan jalannya demokrasi yang ingin dibangun di negeri ini. Banyak hal menyangkut pengelolaan hidup bersama dirasakan tidak berjalan dengan baik. Baca lebih lanjut

Kita Menyediakan Diri Untuk Pelayanan Injil Dengan Seluruh Diri Kita Dan Segala Kegiatan Kita.

ROMA, 02/2011

Para Konfrater terkasih,

Pada   tahun   2008-2009   kita   mendapat   kesempatan   merayakan dengan penuh kegembiraan 100 tahun wafatnya P. Berthier. Selain insiatif dari Jenderalat, Provinsi-Provinsi telah memperlihatkan kreativitas yang besar dalam perayaan tahun yubileum itu. Dewan Jenderal telah mengucapkan terima kasih kepada semua Provinsi dan mereka yang bertanggungjawab untuk melaksanakan kegiatan yang sangat berharga itu. Baca lebih lanjut

surat dari jenderalat 23

1. Pertemuan Bina Lanjut Regio Amerika di Argentina

Para Misionaris MSF Regio Amerika telah mengorganisir sebuah pertemuan Bina Lanjut yang diadakan di kota San Miguel di Argentina tanggal 18-21 Januari 2011. Hadir sebanyak 34 peserta dari Provinsi-Pprovinsi MSF Amerika dan dari wakil Jenderalat. Hadir para konfrater dari Brasil Selatan (10), Brasil Timur (5), Cile (5), Bolivia (1), USA (1) Dewan Jenderal (2) dan tidak dapat hadir utusan dari Provinsi Brasil Utara. Dalam pertemuan tahun ini dibahas tema “Panggilan dan Misi”. Baca lebih lanjut

SENGSARA YESUS (dan Maria)

Kisah diawali peristiwa Yesus dielu-elukan oleh orang banyak. Yesus disambut bagai raja. Tapi Yesus tidak mau menjadi raja. Penyambutan Yesus hanya berlangsung sesaat, karena Dia lalu masuk dalam sengsara.  Kisah sengsara Yesus bisa jadi juga dialami orang pada jaman sekarang, meskipun dalam bentuk yang berbeda. Misal: buruh ditindas majikan, istri ditindas suami atau bahkan suami direndahkan istri, anak-anak ditekan orangtua. Atau, orang yang menderita sakit bertahun-tahun, orang yang dihina, dilecehkan, dsb. Ada begitu banyak “kisah sengsara” yang terjadi di dunia ini. Baca lebih lanjut

MARRIAGE ENCOUNTER SUATU HARAPAN DAN KENYATAAN

Tidak pernah terbersit dalam benak Pastor Gabriel Calvo PR pada saat sepasang pasutri: Mercedes dan Jame Ferrer, tahun 1952 mengunjunginya untuk minta nasihat dan bimbingan bagaimana mengabdi Tuhan sebagai pasutri, bahwa kunjungan itu menjadi titik awal suatu gerakan besar dan mondial. Dan sepuluh tahun (1962) kemudian diadakan uji coba gerakan di Barcelona dengan nama Encuentro Conjugal dengan peserta  28 pasutri. Baca lebih lanjut

MENGGALI HARTA KARUN YANG TERLUPAKAN

Tahun 1984, Rm. Prier SJ, Bpk. Paul Widyawan bersama saya, menelusuri sungai Barito dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan menuju Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, dengan menumpang kapal penumpang yang berfungsi juga sabagai pengangkut barang-barang kebutuhan masyarakat pedalaman.. Belum ada jalan darat yang layak dipakai. Kapal penuh sesak dengan penumpang yang berjejal. Dapat dibayangkan kalau manusia berdesakan dengan barang-barang kebutuhan dengan seribu satu bau menyengat. Makan minum bisa dibeli di warung kapal. Menanak nasi, memasak kuah sayur dan air minum untuk kopi dan teh diambil semuanya dari air sungai yang keruh, (juga digunakan untuk MCK) yang sudah diendapkan dalam beberapa drum bekas. Mandi dan sikat gigi menggunakan air sungai yang sama. Belum ada Aqua atau minuman air jernih sejenisnya. Ketika makan, minum, orang juga tidak mempertanyakan sumber air untuk memasak itu dari mana. Baca lebih lanjut

Khotbah Misa Syukur HUT Ke-94 Mgr. Demarteau MSF – 24 Jan 2O11

Dari perjumpaan dengan Mgr. Demarteau MSF, salah satu hal yang saya pelajari bagi kehidupan saya (sekurang-kurangnya) dari pribadi Beliau adalah upaya tak kenal putus dan tak kenal lelah untuk membuat hidup menjadi “tidak berkarat”. Ketakberkaratan itu terjadi karena Mgr, Demarteau mengisi kehidupannya dengan membaca dan menulis. Dengan cara itu, seperti yang pernah dikatakan oleh Mgr. Demarteau sendiri, otak Beliau menjadi tidak berkarat, dan karenanya hidupnya pun menjadi tidak berkarat. Hampir semua orang yang mengenal Mgr, Demarteau tahu bahwa dalam usia yang ke-94 ini banyak hal dalam kemampuan fisik Mgr, Demarteau sudah menurun, tapi hidupnya sebagai pribadi tidak menurun; tidak berkarat. Pastilah hal itu bukan baru saja te{adi dalam kehidupan Mgr. Demarteau. Pilihan menjadikan hidup tidak berkarat adalah sebuah proses panjang dalam kehidupan yang dilatih terus-menerus, Beliau membuat pilihan dan menekuninya. Baca lebih lanjut