Category Archives: Berita Unio Samarinda

SENGSARA YESUS (dan Maria)

Kisah diawali peristiwa Yesus dielu-elukan oleh orang banyak. Yesus disambut bagai raja. Tapi Yesus tidak mau menjadi raja. Penyambutan Yesus hanya berlangsung sesaat, karena Dia lalu masuk dalam sengsara.  Kisah sengsara Yesus bisa jadi juga dialami orang pada jaman sekarang, meskipun dalam bentuk yang berbeda. Misal: buruh ditindas majikan, istri ditindas suami atau bahkan suami direndahkan istri, anak-anak ditekan orangtua. Atau, orang yang menderita sakit bertahun-tahun, orang yang dihina, dilecehkan, dsb. Ada begitu banyak “kisah sengsara” yang terjadi di dunia ini. Baca lebih lanjut

Iklan

MARRIAGE ENCOUNTER SUATU HARAPAN DAN KENYATAAN

Tidak pernah terbersit dalam benak Pastor Gabriel Calvo PR pada saat sepasang pasutri: Mercedes dan Jame Ferrer, tahun 1952 mengunjunginya untuk minta nasihat dan bimbingan bagaimana mengabdi Tuhan sebagai pasutri, bahwa kunjungan itu menjadi titik awal suatu gerakan besar dan mondial. Dan sepuluh tahun (1962) kemudian diadakan uji coba gerakan di Barcelona dengan nama Encuentro Conjugal dengan peserta  28 pasutri. Baca lebih lanjut

MENGGALI HARTA KARUN YANG TERLUPAKAN

Tahun 1984, Rm. Prier SJ, Bpk. Paul Widyawan bersama saya, menelusuri sungai Barito dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan menuju Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, dengan menumpang kapal penumpang yang berfungsi juga sabagai pengangkut barang-barang kebutuhan masyarakat pedalaman.. Belum ada jalan darat yang layak dipakai. Kapal penuh sesak dengan penumpang yang berjejal. Dapat dibayangkan kalau manusia berdesakan dengan barang-barang kebutuhan dengan seribu satu bau menyengat. Makan minum bisa dibeli di warung kapal. Menanak nasi, memasak kuah sayur dan air minum untuk kopi dan teh diambil semuanya dari air sungai yang keruh, (juga digunakan untuk MCK) yang sudah diendapkan dalam beberapa drum bekas. Mandi dan sikat gigi menggunakan air sungai yang sama. Belum ada Aqua atau minuman air jernih sejenisnya. Ketika makan, minum, orang juga tidak mempertanyakan sumber air untuk memasak itu dari mana. Baca lebih lanjut

40 tahun imamat P.Sinnema MSF

Dilahirkan di tengah berkecamuknya Perang Dunia II, yaitu pada tahun 1943 di Duivendrecht sebuah desa di sebelah tenggara kota Amsterdam, negeri Belanda. Pieter dibesarkan di sebuah keluarga kecil dengan tiga orang anak. Pieter adalah anak yang pertama, satu adiknya seorang laki-laki dan yang satunya seorang perempuan.
Ayah Pieter (yang berasal dari keluarga Sinnema) bekerja di rumah pemotongan hewan sebagai seorang jagal, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga yang dengan kasih dan kesetiaannya mengasuh dan mengasihi anak-anak mereka.

Baca lebih lanjut

Rekoleksi Unio Samarinda Sengata, 08-09 Juni 2010

KITA DIPANGGIL & DIUTUS SEBAGAI PEKERJA YANG MULIA UNTUK KESELAMATAN ALLAH

(bdk. Luk 4:18; Konst MSF. 2; DU. 01)

Membaca riwayat dan pelayanan Pater Berthier semuanya bermuara pada Pelayanan untuk keselamatan jiwa-jiwa. Mendampingi para peziarah, mendengarkan pengakuan dosa, konsultasi, misi umat (rekoleksi/retret/kunjugan umat), berkotbah, menulis sampai pada puncaknya mendirikan tarekat MSF dalam kerja sama dengan kaum awam dan mengirim para misionaris ke tanah misi merupakan bentuk konkret yang dikerjakan oleh Pater Berthier sebagai yang dipanggil oleh Allah untuk menghadirkan daya penyelamatan Allah bagi keselamatan jiwa-jiwa.

Baca lebih lanjut

RIWAYAT HIDUP PASTOR RAYMUNDUS PRAWIRO SUYONO, MSF (1937 – 2010)

Pastor Raymundus Prawiro Suyono dilahirkan tanggal 30.08.1937 di kota Muntilan. Beliau adalah ke-2 dari 2 bersaudara. Sekolah Rakyat (SR) dijalani pada tahun 1947 – 1953, Seminari Menengah diselesaikan selama 6 tahun dari tahun 1954 sampai tahun 1960 di dua tempat, yaitu Seminari di Sanga-sanga Dalam selama 1 tahun, kemudian dilanjutkan di Seminari Garum Malang dengan tujuan untuk memperlancar Bahasa Jawanya. Selepas Seminari Menengah, beliau kemudian menjalani pendidikan Novisiat di Ungaran Jawa Tengah. Pada tanggal 08.09.1960 Pastor Suyono mengikrarkan kaul pertama di Ungaran. Masa pendidikan Skolastikat dilalui beliau di Jln. Supadi No. 7 Yogyakarta hingga beliau mengikrarkan Kaul Kekal pada tanggal 08.09.1963 di Banteng Yogyakarta.

Baca lebih lanjut

“Imam: pewarta pertobatan”

Pengantar
Para Confrater yang terkasih,
Sebagaimana dikatakan dalam Konstitusi kita, bahwa setiap bulan, hendaknya diadakan rekoleksi untuk komunitas-komunitas, dan ditandaskan oleh Pater Propinsial kita pada bulan Oktober di Prapatan dua bulan yang lalu, maka pertemuan kita di Sepinggan ini, sungguh kita laksanakan himbauan konstitusi itu, sehingga pertemuan demi pertemuan tidak hanya diisi dengan hal-hal yang bersifat informatif apa saja yang ingin kita ketahui dengan perkembangan tarekat kita, melainkan agar waktu kita diisi dengan hal-hal yang spiritual. Baca lebih lanjut