Monthly Archives: Agustus 2009

MENJELANG MATAHARI TERBENAM

Malam itu mata sepertinya tidak mau kompromi untuk dipejamkan. Pikiran agak kacau. Agar bisa mengantuk, membaca adalah solusi yang paling gampang. Maka jadilah majalah Intisari dibaca dibawah sinar lampu baca di tempat tidur. Ketika itulah saya menjadi terkejut ketika memandang kerut-kerut pada tangan. ‘Menjadi tua’, itulah yang terlintas. Ini untuk ketiga kalinya keterkejutan meliputi diriku. Pertama, ketika membeli tiket masuk Sea-Wold di Dufan, Ancol, Jakarta. “Bapak bayar separuh saja karena sudah manula.” “Hah!” hanya itu yang spontan terlontarkan. Kedua, ketika menerima KTP seumur hidup. Yang ketiga, ketika memandang kerut-kerut kulit di malam itu. Terima kenyataan, tak tersangkalkan dan memang sudah 36 thn menjadi imam dalam Konggregasi MSF dan 45 thn hidup berkaul, sudah memasuki usia 66 thn. Baca lebih lanjut

Iklan

MISIONARIS ASAL POLANDIA ITU TELAH TIADA : “DUA KEUSKUPAN BERDUKA !”

Suasana duka terpancar dari wajah mereka yang menghadiri pemakaman Pastor Marian Wiza, MSF di kompleks Pemakaman Kristen yang terletak di Kecamatan Landasan Ulin, Km. 24 Banjarbaru – Kalimantan Selatan, Rabu, 5 Agustus 2009 kemarin. Tak sedikit dari antara mereka yang menitikkan air mata, ketika peti jenazah Pastor Marian dimasukkan ke liang kubur, terlebih bagi mereka-mereka yang mempunyai kenangan indah bersama almarhum. Siang itu cuaca tampak begitu cerah. Panasnya terik matahari di atas kepala tak menghalangi niat para peziarah untuk tetap bertahan, demi menghantarkan sang Pastor tercinta ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Siang itu waktu menunjukkan pukul 13.15 Wita ketika upacara pemakaman dimulai. Upacara dipimpin langsung oleh Provinsial MSF Kalimantan Pastor Kanenitas Teddy Aer, MSF. Hadir para Pastor, Suster, Biarawan/Biarawati dari berbagai Kongregasi, juga umat dari berbagai tempat di Keuskupan Banjarmasin maupun Keuskupan Palangkaraya; khususnya dari Paroki-paroki dimana Pastor Marian pernah tinggal dan berkarya.

Baca lebih lanjut