Monthly Archives: Oktober 2008

Sejarah Singkat Stasi Balikpapan 1930-1946

Tulisan tangan dalam bahasa Belanda oleh pastor J.A. Ogier MSF

Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh pastor H. v. Kleijnenbreugel MSF

Balikpapan adalah sebuah kota di Kalimantan Timur. Berdirinya kota itu berkat letaknya pada teluk yang sangat indah dan berkat adanya minyak. Di kota inilah terdapat pabrik-pabrik penyulingan minyak kepunyaan B.P.M. (Bataafsche Petroleum Maatschappij). Perusahaan ini yang mempunyai banyak karyawan dan kuli menarik dengan sendirinya banyak pedagang dan dengan demikian tempat ini menjadi salah satu tempat yang terpenting bahkan tempat yang terpenting di Kalimantan Selatan. Tetapi kota ini tidak mempunyai daerah pedalaman. Ini berarti bahwa lebih ke dalam tidak ada kampung-kampung atau desa-desa. Baca lebih lanjut

Iklan

Profil Paroki Santo Lukas Temindung Samarinda

Sejarah Awal
Pada tanggal 13 Juni 1975 Mgr. Chr. Van Weeberg MSF bersama staf keuskupan memutuskan untuk membeli sebidang tanah di Jl. Rahui Rahayu Temindung yang luasnya sekitar 5.500.m2. Rencana semula ialah untuk memindahkan gedung keuskupan, agar kompleks dii kelurahan jawa seluruhnya dapat digunakan oleh RS. Dirgahayu. Di samping keuskupan yang direncanakan akan di bangun juga sebuah Gereja, mengingat penduduk kota madya Samarinda makin bertambah maka pembagian wilayah dalam dua paroki yang telah ada ( Katedral dan Samosir ) perlu ditinjau kembali. Karena jumlah pastor yang ada tidak cukup untuk melayani tiga paroki di samarinda, oleh karena itu di buat pembagian wilayah baru yaitu umat yang bertempat tinggal di bagian kota lama seluruhnya masuk wilayah paroki Katedral sedangkan umat yang bertempat tinggal di bagian kota baru ( Temindung, Segiri, Sidomulyo dan lain lain) termasuk wilayah paroki baru yaitu paroki st Lukas Temindung. Baca lebih lanjut

Ekaristi dan Keutuhan Lingkungan

Apa kaitan antara Doa Syukur Agung dan keutuhan alam ciptaan?

Pengantar

Petaka dan musibah yang sering terjadi di negara kita kerap disikapi oleh umat beriman dengan berdoa bersama. Tak jarang munculnya banjir, tanah longsor, kekeringan, meluapnya lumpur Lapindo, menjadikan kita termenung: apa alasan semua kejadian itu? Tegakah Tuhan memberi hukuman kepada umat sedemikian berat dan bertubi-tubi? Atau: sejauh mana sebenarnya manusia sendiri “ikut ambil bagian” dalam memunculkan musibah itu? Ditengarai, kerusakan lingkungan yang dibuat oleh manusia sendiri menjadi penyebab utama dari pelbagai malapetaka yang muncul akhir-akhir ini. Kalau hal ini bisa dibenarkan, maka pertanyaannya: usaha apa yang bisa kita lakukan untuk mengembalikan keutuhan lingkungan?

Sebagai umat Katolik, kita bisa merenung bertolak dari kegiatan sentral ibadat kita, yaitu: Perayaan Ekaristi. Sebenarnya tak mudah menghubungkan secara langsung Ekaristi dan Keutuhan Lingkungan alam semesta. Ekaristi adalah ibadat yang menjadi pusat, puncak dan sumber kehidupan umat beriman, sedangkan dunia dan lingkungan alam semesta merupakan kenyataan yang menjadi tempat hidup dan berkiprahnya umat manusia. Ibadat, sejauh dimengerti sebagai ungkapan iman formal kurang bersinggungan langsung dengan soal-soal kongkrit, nyata dan bersifat duniawi. Apabila kita bertolak dari makna Liturgi sebagai puncak dan sumber kehidupan Gereja, namun bukan satu-satunya kegiatan Gereja, maka kita dapat menegaskan bahwa kegiatan amal kasih, kerasulan dan tindak kesalehan umat beriman selayaknya menjadi terang dunia dan dimaksudkan untuk memuliakan Bapa (bdk. Konstitusi Liturgi, art. 9). Dari sisi ini kita dapat lebih memfokuskan permenungan pada makna Ibadat Ekaristi yang intinya ada pada Doa Syukur Agung. Hasilnya diharapkan dapat memberi terang pada usaha untuk melestarikan dunia dan lingkungannya. Baca lebih lanjut

Permulaan Misi MSF di Keuskupan Atambua, Timor Barat

Kapitel luar biasa MSF Provinsi Kalimantan pada bulan Mei 2007 memutuskan untuk membuka misi MSF di Keuskupan Atambua. Dua kali kunjunngan untuk pembicaraan awal dilakukan pada bulan Juli dan bulan September 2007. Akhirnya pada awal Februari 2008, dua misionaris perdana: P. Kasmir MSF dan Br. Stanis MSF diutus ke Atambua, diantar oleh Provinsial MSF Kalimantan, Pastor Teddy MSF. Pastor Kasmir menulis beberapa hal mengenai Misi Atambua setelah beberapa bulan mulai bekerja di Keuskupan Atambua.

Tanggal 31 Januari 2008, Kami bertiga, P. Teddy (Provinsial), P. kasmir dan Br. Stanis meninggalkan Provinsialat MSF di Banjarbaru menuju Surabaya dan selanjutnya ke Kupang. Di bandara El Tari Kupang, kami dijemput oleh Sr. Katrin RVM, dan mengiap di Novisiat RVM Penfui Kupang. Keesokan harinya. Tanggal 1 Februari 2008. kami dengan mobil Kijang (sewa) meluncur menuju Atambua, dan tiba jam 16.00 WITA dan langsung disambut oleh Mgr. Dominikus Pr, Uskup Atambua. Malam hari diadakan pembicaraan berempat: Uskup, Provinsial dan kedua misionaris perdana ini. Tanggal 2 Februari kami bertiga diantar Rm Vinsen Naben Pr menuju paroki Kiupukan untuk bertemu dengan Rm Yoseph Nahak Pr (Pastor Paroki Kiupukan). Sore hari, Provinsial menuju Kedamenanu, bertemu dengan Romo Deken, dan selanjutnya ke Kupang dan kembali ke Kalimantan.

Sejak Awal Pebruari sampai sekarang (bulan Mei) kami berdua tinggal bersama dengan Romo-romo Pr di Paroki Kiupukan sambil belajar mengenal situasi. Salah satu tugas kami adalah sembari membantu pelayanan pastoral, kami meninjau lokasi yang akan ditentukan sebagai paroki yang dilayani oleh MSF.

Mengapa Paroki Kiupukan? Salah satu alasan mengapa Uskup Atambua meminta Tarekat MSF mengambil sebagian wilayah paroki Kiupukan (menurut rencana pemekaran paroki) adalah karena besarnya jumlah umat di paroki ini. Menurut catatan, umat paroki Kiupukan berjumlah 30.000 jiwa (lebih banyak dari seluruh umat di Keuskupan Banjarmasin!!!). Kiupukan adalah paroki paling luas dan paling banyak umatnya!

Kendati baru tiga bulan berada dan bekerja di Keuskupan Atambua, para seminaris dari Seminari Lalian Atambua telah ”melirik” MSF. Awal bulan Mei, Pastor Yohanes Marharsono MSF, Direktur Semnari Johaninum Banjarbaru sudah datang ke Seminari Lalian untuk mengadakan seleksi atas beberapa calon dari Seminari ini yang ingin melamar ke MSF Kalimantan.

Mengapa Menjadi Suster, Bruder atau Imam?

1. “Lowongan Pekerjaan Seumur Hidup”

“Dicari orang yang mau bekerja keras, mau tidak menikah, berkarir namun tak mendapat upah sebagai guide dan pelayan bagi orang-orang yang hilang, miskin, lapar dan berbeban berat karena tidak dapat menemukan Allah, tak dapat menemukan diri mereka sendiri, tak dapat pula menemukan cinta atau sesamanya. PEMILIK perusahaan akan melengkapi “most essential tools” (segala sesuatu yang paling penting dan diperlukan) untuk bisnis ini. Tetapi PELAMAR harus membawa persediaan energi: pengabdian, keceriaan, kecerdasan, dan keteguhan hati untuk berbagi dengan dunia yang hanya memiliki sedikit pengabdian, sedikit keceriaan, sedikit kecerdasan dan sedikit keteguhan dan ketulusan. Bayaran upahmu adalah dalam betuk rahmat-rahmat! Antar surat lamaranmu kepada: YESUS KRISTUS. Baca lebih lanjut

Santo Yosef “Sang Sutradara Pendiam”

Pemikiran dan Refleksi Pater Berthier

Oleh P. Ionday, MSF

Pater Berthier MS sangat mengangumi Keluarga Kudus (Yesus, Maria, Yosef). Bagaimana Pendiri Kongregasi Para Misionaris Keluarga Kudus ini memandang Santo Yosef, bapa keluarga dari keluarga Kudus Nazareth? Menurut Pater Berthier MS, Santo Yosef adalah pribadi yang sangat terhormat dan seorang yang sempurna. Santo Yosef adalah suatu wahyu besar yang diberikan Allah kepada dunia ini. Santo Yosef memang seorang tukang kayu seperti kebanyakan orang, namun ia berasal dari keturunan raja Daud (Mat 1 : 16) yang kelak menjadi sumber kegembiraan bagi Maria dan Yesus.

Bagi Maria, Santo Yosef adalah seorang Pribadi yang sangat luar bisa, bahkan menurut pandangan Pater berthier, Santo Yosef adalah pribadi yang tiada bandingnya. Maka boleh saja dikatakan bahwa Santo Yosef adalah “Kekasih Allah” yang akan diserahkan tugas yang maha besar untuk merawat Putera Allah, Raja segala Raja. Gereja percaya bahwa sebagai bapa lahiriah Yesus, santo Yosef tetap menjaga kesucian Maria sehingga Maria disebut tetap perawan. Baca lebih lanjut

Doa Untuk Devosi Kepada Keluarga Kudus

Dalam Keluarga Kudus, besar dan tumbuh Sang imam abadi Yesus Kristus Tuhan kita, Misionaris Bapa untuk menyampaikan kabar suka cita kepada manusia yang masih hidup dalam kegelapan dosa dan bayang-bayang kematian. Namun ini bukan menjadi alasan utama, Keluarga Kudus disebut Keluarga kudus Misioner tapi karena Keluarga Kudus sungguh menjadi teladan dan sumber inspirasi awal untuk seluruh keluarga Kristiani.
(P. Jean BERTHIER, Le Culte et l’Imitation de la Ste Famille, Paris 1906, p.VIII)

Walau dalam kebahagiaan, Yesus, Maria dan Joseph tidak menyombongkan keadaaan keluarga mereka. Mereka mewartakan injil melalui cara hidup yang suci. « berbahagialah mereka yang hidup dalam roh kesederhanaan » artinya mereka tetap hidup sebagai keluarga biasa tidak merasa mereka menjadi lebih dari keluarga yang lain. Tuhan Yesus telah mengatakan ; Serigala mempunyai liang, burung mempunyai sarang tetapi anak manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya. Dan siapa yang ingin sempurna, Yesus memberi nasehat : Jika kamu ingin menjadi sempurna, juallah harta milik mu dan datanglah kepada ku dan kamu akan mendapat harta dalam kerajaan surga.>>
(P. Jean BERTHIER, Le Culte et l’Imitation de la Ste Famille, Paris 1906, p.287, 288)

Dalam keluarga yang diberkati adalah seperti yang dikatakan dalam kitab suci :
«Anak-anakku, dengarkanlah aku, bapamu, dan hendaklah berlaku sesuai dengan apa yang kamu dengar, supaya selamat » Jésus, Maria Joseph mematuhi dan menataati semua perintah dari hukum Taurat Musa untuk merayakan setiap hari-hari besar, bahkan mereka pergi ke Synagogue di Yerusalem.>>
(P. Jean BERTHIER, Le Culte et l’Imitation de la Ste Famille, Paris 1906, p.223)

< Kami melihat Jesus, Maria dan Joseph dalam hidunya mengabaikan keinginan duniawi yang sangat komplet. <Jésus tidak pernah mencari kebahagiaan bagi diriNya sendiri> Santo Paulus mengatakan : sampai dunia ini berakhir Yesus akan tetap menjadi model yang memalukan bagi orang-orang Kristen bahkan Ia mengajar para muridNya dengan mengatakan : « jika seseorang ingin datang kepada-Nya, Ia harus melupakan dirinya sendiri dan hidupnya»
(P. Jean BERTHIER, Le Culte et l’Imitation de la Ste Famille, Paris 1906, p.276)

< Dalam kehidupan mereka Maria dan Joseph dimampukan untuk bisa melewati banyak rintangan, menemukan penghiburan dalam keinginan saling membantu, dalam pembicaraan dan dalam pelayanan mereka saling setia satu dengan yang lain tanpa merasa harus sama atau harus sebanding. Mereka berdoa bersama, mereka bekerja bersama, mereka menderita bersama, mereka juga bersama-sama menerima rahmat dan kebajikan dari Allah.
(P. Jean BERTHIER, Le Culte et l’Imitation de la Ste Famille, Paris 1906, p.196)

< ketika mengalami pengalaman yang menyakitkan, tidak pernah mereka mempunyai pikiran untuk mengeluh, mereka tetap setia bersatu dengan Allah, mereka menemukan kelembutan, kebijaksanaan dari Bapa Sang penyelenggara Ilahi, meskipun nampaknya mereka kesulitan tapi mereka bahagia boleh mengalami kebahagiaan dari Allah, mereka membawa semua pengalaman mereka dan meletakkannya dalam Dia sebagai sumber kebahagiaan.
(P. Jean BERTHIER, Le Culte et l’Imitation de la Ste Famille, Paris 1906, p.153)

< Kebahagiaan terjadi di surga karena Yesus, Maria dan Joseph diminta menjadi jaminan atau pelindung mereka. Seratus kali kebahagiaan di surga karena mereka berusaha keras meniru Yesus, Maria dan Joseph. Dalam « Sekolah Surga = Kerajaan surga » mereka menjadi utama dalam keutamaan, sampai mereka melihat Allah dalam Sion artinya kerajaan Surga. >
(P. Jean BERTHIER, Le Culte et l’Imitation de la Ste Famille, Paris 1906, p.89)