Category Archives: Dari Redaksi

PASKAH DAN SUARA KRITIS TOKOH AGAMA

Umat Kristiani memasuki Perayaan Paskah dalam suasana di Tanah Air yang ditandai kekerasan sosial. Kasus “bom buku” belum tersingkap, kini muncul teror bom di masjid Mapolres Cirebon yang mengakibatkan jatuhnya korban di kalangan aparat kepolisian setempat. Aksi kekerasan pun telah terjadi antara TNI dan rakyat kecil di Kebumen, Jawa Tengah dalam kasus sengketa tanah. Rangkaian kekerasan itu semakin meredupkan jalannya demokrasi yang ingin dibangun di negeri ini. Banyak hal menyangkut pengelolaan hidup bersama dirasakan tidak berjalan dengan baik. Baca lebih lanjut

Iklan

SENGSARA YESUS (dan Maria)

Kisah diawali peristiwa Yesus dielu-elukan oleh orang banyak. Yesus disambut bagai raja. Tapi Yesus tidak mau menjadi raja. Penyambutan Yesus hanya berlangsung sesaat, karena Dia lalu masuk dalam sengsara.  Kisah sengsara Yesus bisa jadi juga dialami orang pada jaman sekarang, meskipun dalam bentuk yang berbeda. Misal: buruh ditindas majikan, istri ditindas suami atau bahkan suami direndahkan istri, anak-anak ditekan orangtua. Atau, orang yang menderita sakit bertahun-tahun, orang yang dihina, dilecehkan, dsb. Ada begitu banyak “kisah sengsara” yang terjadi di dunia ini. Baca lebih lanjut

Khotbah Misa Syukur HUT Ke-94 Mgr. Demarteau MSF – 24 Jan 2O11

Dari perjumpaan dengan Mgr. Demarteau MSF, salah satu hal yang saya pelajari bagi kehidupan saya (sekurang-kurangnya) dari pribadi Beliau adalah upaya tak kenal putus dan tak kenal lelah untuk membuat hidup menjadi “tidak berkarat”. Ketakberkaratan itu terjadi karena Mgr, Demarteau mengisi kehidupannya dengan membaca dan menulis. Dengan cara itu, seperti yang pernah dikatakan oleh Mgr. Demarteau sendiri, otak Beliau menjadi tidak berkarat, dan karenanya hidupnya pun menjadi tidak berkarat. Hampir semua orang yang mengenal Mgr, Demarteau tahu bahwa dalam usia yang ke-94 ini banyak hal dalam kemampuan fisik Mgr, Demarteau sudah menurun, tapi hidupnya sebagai pribadi tidak menurun; tidak berkarat. Pastilah hal itu bukan baru saja te{adi dalam kehidupan Mgr. Demarteau. Pilihan menjadikan hidup tidak berkarat adalah sebuah proses panjang dalam kehidupan yang dilatih terus-menerus, Beliau membuat pilihan dan menekuninya. Baca lebih lanjut

KELUARGA KUDUS NAZARETH CERMIN PELAYAN KREATIF

“Dengan mengarahkan pandangan  yang sabar dan penuh kasih kepada seseorang, sebuah benda, sebuah situasi,kita mencapai pengertian yang semakin benar dan karena itu kita seakan-akan dengan sendirinya sudah tahu apa yang wajib kita lakukan.” (Iris Murdoch )

Manusia seringkali terperangah dengan sistem dan cara kerjanya sendiri. Bahkan tidak jarang pula manusia jatuh dalam pemiskinan dan arogansi moral yang berlebihan. Anak-anak yang mulai khawatir bahkan lari dari kehidupan orang tuanya. Ayah, ibu, maupun anak-anaknya mulai bertindak tanpa dilandasi dengan sebuah nilai-nilai moral yang benar. Pimpinan yang selalu menuntut ini dan itu tanpa dibarengi dengan pertimbangan-pertimbangan yang rasionalistis. Anggota-anggota Gereja yang mulai enggan untuk mengikuti kegiatan peribadatan, dan lain sebagainya. Terhadap fakta-fakta ini Romo Magnis Suseno, S.J.  mengatakan demikian: “manusia mewujudkan nilai moral bukan dengan memperhatikan realitas  melainkan dengan bertekad untuk  bertindak secara moral. Dalam dunia kersang bebas tanpa nilai itu kehendak bergerak secara lepas, terisolasi tanpa substansi, bak bayang-bayang berpegang pada bayang-bayang, sebuah solipsisme moral yang menyedihkan”. Baca lebih lanjut

MENDENGAR SUARA RAKYAT

Bangsa ini semakin hari seakan berjalan menuju lorong gelap demokrasinya. Produk hukum banyak kali melukai rasa keadilan. Pengelolaan ekonomi dan sumber daya alam gagal menyejahterakan rakyat.
Integritas diri para pengambil kebijakan publik hilang oleh godaan kekuasaan dan korupsi. Yang ditunjuk sebagai penyebab segala persoalan itu adalah lemahnya karakter sebuah bangsa (Kompas, 8/1).
Namun, keprihatinan yang kiranya lebih mendasar adalah semakin terabaikannya suara rakyat di satu pihak dan tidak dibukanya ruang bagi partisipasi politik rakyat di pihak lain.
Sekali rakyat memberi atau ”dibeli” suaranya, seakan tamatlah haknya untuk didengarkan. Pemerintah menjadi pemain tunggal dan rakyat terus dijadikan penonton yang cemas tetapi tidak berdaya mengubah kesengsaraan nasib.
Baca lebih lanjut

Akhirilah Pembiaran Kekerasan!

Menjelang berakhirnya Ramadan, terjadi sebuah peristiwa langka dan menarik. Pihak-pihak yang sering berseberangan pendapat, berinsiatif mencegah kekerasan. Gerakan Peduli Pluralisme (GPP) menyelenggarakan dialog terbuka bertempat di gedung Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Cikini, Jakarta. Dialog terbuka itu dihadiri wakil-wakil dari KWI, Front Pembela Islam (FPI), Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), dan sejumlah tokoh lintas agama (Antara 1/9).

Baca lebih lanjut

40 tahun imamat P.Sinnema MSF

Dilahirkan di tengah berkecamuknya Perang Dunia II, yaitu pada tahun 1943 di Duivendrecht sebuah desa di sebelah tenggara kota Amsterdam, negeri Belanda. Pieter dibesarkan di sebuah keluarga kecil dengan tiga orang anak. Pieter adalah anak yang pertama, satu adiknya seorang laki-laki dan yang satunya seorang perempuan.
Ayah Pieter (yang berasal dari keluarga Sinnema) bekerja di rumah pemotongan hewan sebagai seorang jagal, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga yang dengan kasih dan kesetiaannya mengasuh dan mengasihi anak-anak mereka.

Baca lebih lanjut