Negara dan Korban Bencana

Gempa yang mengguncang Sumatera Barat menelan lebih dari 1.000 korban. Namun, upaya membantu korban berjalan lamban dan tidak sistematis (Kompas, 12/10). Korban mempertanyakan tanggung jawab para pengambil kebijakan publik dan kehadiran negara di tengah mereka. Berita bencana alam datang susul-menyusul dari Jawa Barat, Sumatera Barat, Jambi, Vietnam, Filipina, Jepang, dan Italia. Kenyataan itu tidak sepatutnya menjadi alasan untuk meremehkan, melalaikan, atau melihat derita korban sebagai hal lumrah. Bencana alam datang tak terduga, tetapi upaya pertolongan menampakkan kualitas dan intensitas tanggung jawab setiap pemerintahan. Tanah longsor yang menghantam Messina, Italia selatan, menewaskan 26 korban. Pemerintah Italia segera mengumumkan hari berkabung nasional, diiringi upacara penguburan para korban secara kenegaraan dan ditayangkan di TV secara nasional (Corriere della Sera, 8/8). Pemerintah Italia juga berjanji membangun rumah bagi para korban, serupa dengan korban gempa wilayah L’Aquila yang kini setiap pekan menerima dari pemerintahnya 300-400 rumah siap pakai. Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

Letter from Rome

Roma, 15.10.2009

 1. Pertemuan di La Salette

Dewan Pertimbangan Kongregasi telah mengadakan pertemuannya dari tanggal 24-29 Agustus 2009 di La Salette. Pertemuan yang diadakan di tahun Centenarium wafatnya Pendiri ini menjadi kesempatan merenungkan identitas kita sebagai anak-anak rohani P. Berthier. Pertemuan yang sama merupakan kesempatan memikirkan dan merencanakan perjalanan Kongregasi kita ke masa depan. Karena alasan-alasan di atas maka Dewan Pimpinan Umum telah memutuskan mengundang ke La Salette para Provinsial dan salah satu Asistennya. Dalam pertemuan itu hadir di La Salette sebanyak 36 orang (35 peserta dan satu Sekretaris yang bukan anggota Dewan). Disamping refleksi, berbagai kegiatan telah dilakukan misalnya: perayaan ekaristi di desa asal P. Berthier (Chatonnay) atau perayaan Centenarium bersama uskup Grenoble di La Salette.

Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

Konser Mengenang Pater Pendiri MSF

Malam itu, sekitar pukul 20.00 Wita, bertempat di aula Syalom, Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda Kelayan – Banjarmasin, Senin, 28 September 2009, digelar Konser Peringatan 100 tahun Wafatnya Pater Berthier, MS (Pendiri Kongregasi MSF). Konser ini adalah salah satu acara yang digelar untuk mengisi Perayaan Tahun Berthier yang dimulai sejak tanggal 16 Oktober 2008 silam dan berakhir tanggal 16 Oktober 2009 besok.

Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

MENJELANG MATAHARI TERBENAM

Malam itu mata sepertinya tidak mau kompromi untuk dipejamkan. Pikiran agak kacau. Agar bisa mengantuk, membaca adalah solusi yang paling gampang. Maka jadilah majalah Intisari dibaca dibawah sinar lampu baca di tempat tidur. Ketika itulah saya menjadi terkejut ketika memandang kerut-kerut pada tangan. ‘Menjadi tua’, itulah yang terlintas. Ini untuk ketiga kalinya keterkejutan meliputi diriku. Pertama, ketika membeli tiket masuk Sea-Wold di Dufan, Ancol, Jakarta. “Bapak bayar separuh saja karena sudah manula.” “Hah!” hanya itu yang spontan terlontarkan. Kedua, ketika menerima KTP seumur hidup. Yang ketiga, ketika memandang kerut-kerut kulit di malam itu. Terima kenyataan, tak tersangkalkan dan memang sudah 36 thn menjadi imam dalam Konggregasi MSF dan 45 thn hidup berkaul, sudah memasuki usia 66 thn. Baca entri selengkapnya »

Komentar (3)

MISIONARIS ASAL POLANDIA ITU TELAH TIADA : “DUA KEUSKUPAN BERDUKA !”

Suasana duka terpancar dari wajah mereka yang menghadiri pemakaman Pastor Marian Wiza, MSF di kompleks Pemakaman Kristen yang terletak di Kecamatan Landasan Ulin, Km. 24 Banjarbaru – Kalimantan Selatan, Rabu, 5 Agustus 2009 kemarin. Tak sedikit dari antara mereka yang menitikkan air mata, ketika peti jenazah Pastor Marian dimasukkan ke liang kubur, terlebih bagi mereka-mereka yang mempunyai kenangan indah bersama almarhum. Siang itu cuaca tampak begitu cerah. Panasnya terik matahari di atas kepala tak menghalangi niat para peziarah untuk tetap bertahan, demi menghantarkan sang Pastor tercinta ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Siang itu waktu menunjukkan pukul 13.15 Wita ketika upacara pemakaman dimulai. Upacara dipimpin langsung oleh Provinsial MSF Kalimantan Pastor Kanenitas Teddy Aer, MSF. Hadir para Pastor, Suster, Biarawan/Biarawati dari berbagai Kongregasi, juga umat dari berbagai tempat di Keuskupan Banjarmasin maupun Keuskupan Palangkaraya; khususnya dari Paroki-paroki dimana Pastor Marian pernah tinggal dan berkarya.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (6)

1:70.000

Satu berbanding tujuh puluh ribu. Satu pastor melayani 70.000 umat dalam satu paroki. Betapa terkejutnya saya ketika mendengar perbandingan itu. Kalau di Indonesia, jumlah sekian itu sama dengan atau bahkan lebih dari satu keuskupan. Tapi di sini, Manila, jumlah umat sekian itu terdapat hanya dalam satu paroki yang teritorinya tidak lebih luas dari paroki Katedral St. Maria Samarinda dan jauh lebih kecil dari luas teritori paroki St. Paulus Buntok. Inilah situasi paroki Holy Trinity, tempat komunitas Pastor Bonus berada di Metro Manila, Filipina. Ternyata, jumlah 70.000 itu bukanlah jumlah yang fantastis untuk ukuran Filipina. Masih ada banyak paroki lain yang jumlah umatnya lebih dari 100.000 orang hanya dalam satu paroki. Alamak…………………………………………………
Betapa ladang masih teramat luas membentang dan panenan menunggu penuainya. Banyak hal yang bisa dikerjakan. Teramat luas kesempatan untuk saling berbagi dalam karya pastoral. Itulah yang diungkapkan Mgr. Antonio Tobias, uskup keuskupan Novaliches, kepada kami bertiga (P. Teddy, P. Lukas, dan P. Yam) saat beratatap muka dengan beliau di kantornya, 1 Juni 2009 lalu. Tatap muka dengan Bapak Uskup memang menjadi salah satu agenda Provinsial dalam kunjungannya ke Manila yang ketiga ini. Provinsial juga menyampaikan kepada Bapak Uskup penugasan P. Lukas sampai dengan akhir tahun 2010 dan kedatangan P. Andy Mering yang akan berkarya di keuskupan Novaliches. Dengan mata berbinar, senyum yang mengembang, dan tangan terbuka lebar, Bapak Uskup berkata, “Welcome Fathers…….”
Esok harinya, 2 Juni 2009, agenda dilanjutkan dengan kunjungan kepada pastor paroki Holy Trinity. P. Luciano Felloni, seorang imam asal Argentina, menyambut kami bertiga di pastoran. Kembali Provinsial menyampaikan hal penugasan P. Lukas dan rencana kedatangan P. Andy Mering. Tentu saja beliau sangat senang, mengingat jumlah 70.000 umat yang harus digembalakan seorang diri. Beliau bahkan mempercayakan satu wilayah yang terdiri dari sekitar 600 KK sebagai medan karya MSF. Wow……mama mia….betapa bersyukurnya kami atas anugerah ini. Setelah membicarakan beberapa hal praktis, kunjungan diakhiri dengan merienda (snack ringan).
Sampai dengan saat ini, skuad Pastor Bonus beranggotakan empat imam (P. Wahyu, P. Lukas, P. Erwin, dan P. Yamrewav). P. Benoit kembali ke Madagascar setelah menyelesaikan studi masternya di ICLA (Institute of Consecrated Life in Asia). Selain pelayanan sacramental, Pastor Bonus juga ikut berbagi dalam bidang konseling dan psikoterapi untuk keluarga, individu, dan pecandu narkoba, dan terlibat dalam program alternative education bagi siswa/i yang tinggal di daerah kumuh. Inilah yang bisa kami bagikan sebagai salah satu usaha meneladan Keluarga Kudus Nazareth dan belajar dari tapak peziarahan P. Berthier.
Indeed, we do not have much, but we have everything in us to be shared with those who are in need. Siapa yang akan menyusul? Berani menerima tantangan? Salam dalam Jesus, Maria, dan Joseph.

P. Yamrewav MSF

Komentar (2)

“TIDAK BANYAK USKUP KATOLIK PUNYA CUCU”

Perayaan Ekaristi Syukur 55 Tahun Pentahbisan Uskup Mgr. W.J. Demarteau, MSF

 Paroki Bunda Maria – Banjarbaru, 5 Mei 2009

Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

surat dari Jenderalat MSF

uskup-januaria

 

 

Sejak tanggal 31 Januari lalu Dioses Januária, di Brasilia, mendapat seorang uskup baru, Mgr. José Moreira da Silva. Uskup José sebelumnya imam projo di Keuskupan Porto Nazionale, wilayah Amazzonia di Brasilia. Beliau ditahbiskan sebagai uskup tanggal 17 Januari lalu. Setelah hampir 25 tahun menjalankan tugas pastoralnya, Mgr. Anselmo Müller MSF akhirnya menjalani masa pensiun dan kini tinggal di Paroki San Augustino, di Chapada Gaúcha, sebuah wilayah pedesaan dalam keuskupan yang sama. Beliau akan melayani di paroki itu. Keuskupan Januária dilayani oleh para uskup dari MSF sejak tahun 1962, selama 47 tahun.

Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

KELUARGA, SEKOLAH IMAN DAN NILAI-NILAI MANUSIAWI

Keluarga

Gereja menegaskan bahwa ada 3 komunitas yang bertanggungjawab atas pendidikan anak-anak dan kaum muda, yaitu: Keluarga, Masyarakat/negara, dan Gereja. Ketiga komunitas ini secara kodratnya dianugerahi Allah tanggungjawab mendidik anak-anak dan kaum muda. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1)

PERKAWINAN CAMPUR: ANTARA LOGIKA, IMAN DAN CINTA

Di mana logika hatiku
Jatuh cinta kepadanya
Tetapi ternyata asmara
Tak kenal dengan logika..”

Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

Tulisan yang Lebih Tua »