Rekoleksi Unio Samarinda Sengata, 08-09 Juni 2010

KITA DIPANGGIL & DIUTUS SEBAGAI PEKERJA YANG MULIA UNTUK KESELAMATAN ALLAH

(bdk. Luk 4:18; Konst MSF. 2; DU. 01)

Membaca riwayat dan pelayanan Pater Berthier semuanya bermuara pada Pelayanan untuk keselamatan jiwa-jiwa. Mendampingi para peziarah, mendengarkan pengakuan dosa, konsultasi, misi umat (rekoleksi/retret/kunjugan umat), berkotbah, menulis sampai pada puncaknya mendirikan tarekat MSF dalam kerja sama dengan kaum awam dan mengirim para misionaris ke tanah misi merupakan bentuk konkret yang dikerjakan oleh Pater Berthier sebagai yang dipanggil oleh Allah untuk menghadirkan daya penyelamatan Allah bagi keselamatan jiwa-jiwa.

Semangat misioner Pater Berthier ini tidak terlepas dari permenungannya akan teladan iman Keluarga Kudus yang menjadi dasar kehidupan dan karya misi, harapan yang menjadi pilar kekuatan misi, kasih yang menjadi daya dorong, religiositas yang lebih bermutu dari segala nilai-nilai moral dan doa yang merupakan sumber segala rahmat.

Menyadari diri sebagai orang yang diPanggil, dan diurapi demi sebuah perutusan keselamatan universal, Pater Berthier menjadikan seluruh pekerjaannya sebagai tugas yang mulia dari Allah dalam kerangka hadirnya keselamatan Allah sebagaimana yang ditegaskannya dalam konstitusi MSF (Konst. 2 dan DU. 01).

Kepada kita Pater Berthier mewariskan beberapa nilai dalam pelayanan pastoral kita sebagai pekerjaan mulia demi hadirnya keselamatan Allah:

Pertama; Putera Allah mengambil kemanusiaan kita dan menjadi sama seperti kita kecuali dalam hal dosa, menyatukan dalam dirinya seluruh ciptaan dan membawa kembali pada Allah, yang merupakan tujuan karya misi-Nya, agar semakin memuliakan Bapa-Nya di surga. Maka menjadi tugas kita pertama-tama adalah demi kemuliaan Allah bersama mereka (umat) yang kita layani.

Kedua; Teladan Keluarga Kudus. Di dalam merenungkan Keluarga Kudus, kita menemukan teladan iman, yang menjadi dasar kehidupan dan karya misi kita yang luar biasa, harapan yang menjadi pilar kekuatan misi dan kasih yang menjadi daya dorong, religiositas yang lebih bermutu dari segala nilai-nilai moral dan doa yang merupakan sumber segala rahmat. Semuanya itu adalah kekuatan bagi kita di dalam menjalankan karya misi kita.

Ketiga; Teladan Keluarga Kudus merupakan harta rohani yang diwariskan kepada kita, yang juga kita bagikan dan wariskan kepada siapa saja yang kita layani. Namun ada dua harta terpendam yang sangat istimewa, yaitu; menggali dan merenungkan kembali makna kesatuan hati Yesus, Maria dan Yusuf melalui sebuah keheningan dan meditasi yang pada akhirnya membuka kembali seluruh kekayaan yang bermutu dan bernilai bagi pelayaan pastoral dan karya misi kita.

Keempat: sebagai misionaris janganlah kita takut menjadi miskin. Allah selalu siap untuk memberikan ribah yang lebih besar bagi kemiskinan-kemiskinan kita.

Kelima: semangat hidup miskin di hadapan Allah dan sesama merupakan sebuah “keajaiban” yang selalu hadir setiap hari dalam kerangka mengoreksi kepercayaan yang lain akan perkataan-perkataan yang keliru mengenai kemiskinan rohani di medan misi.

Keenam: mencintai Kitab Suci, mencecapnya sebagai makanan di dalam jiwa kita sebagai sebuah gerak misi yang konkret, karena di dalamnya kita memperoleh kebenaran dan kehidupan.

Ketujuh: Allahku, Allah kita selalu memberikan kedamaian bagi mereka termasuk kita yang dengan penuh semangat kesetiaan dan ketekunan melayani orang-orang miskin dan yang jauh baik secara geografis maupun rohani.

Kedelapan: Penting pekerjaan tangan yang mendukung karya misi dan kerasulan kita. Itu berarti kita sendiri tidak berada dalam kesatuan dengan Allah, kita dipanggil sebagai pekerja yang mulia untuk keselamatan, kita adalah rasul-rasul-Nya yang menjadi alat-alat-Nya, untuk memenuhi atau mengisi sebuah pelayanan yang membawa hasil bagi perkembangan Gereja dan iman umat.

Sebagai anggota MSF yang telah menjawab panggilan Allah dalam urapan Sakramen tahbisan imam, kitapun diutus untuk melaksanakan pelayanan sebagai tugas mulia dari Allah dalam semangat kerendahan hati, kerja sama yang baik dengan umat Allah untuk keselamatan umat beriman sebagaimana yang diteladankan oleh Pater Berthier dalam terang teladan Keluarga Kudus Nazareth. Segala karya dan bentuk pelayanan yang kita laksanakan sebagai Misionaris MSF dengan tujuan pertama dan utama adalah keselamatan umat Allah yang mengalami kekeringan akan Sabda Allah, yang mengalami persoalan perkawinan, keluarga yang seringkali membuat mereka merasa jauh dengan Allah. Sejauh mana Kitab Suci menjadi pedoman dalam karya pastoral kita?

Y. Kopong Tuan MSF

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s