HOBI MEMBACA DAN RAHASIA PANJANG UMUR

Mama, saya pergi ke Borneo dan di Borneo saya juga dapat sangat menyayangi mama.” Begitu ungkapan Wim kecil kepada ibunya “Anna Moors”, sewaktu ibunya berusaha mencegah Wim supaya tidak pergi ke Borneo (sekarang Kalimantan – red). Wim kala itu mempunyai keinginan yang begitu besar untuk menjadi seorang Pastor yang dapat berkarya di Kalimantan. Keinginan ini muncul setelah Wim membaca naskah-naskah dan surat-surat yang ditulis oleh para misionaris MSF yang berkarya di Borneo sejak tahun 1926 melalui majalah bulanan MSF “Bode v.d. Heilige Familie”.

Tiga puluh tahun kemudian, ucapan Wim kecil menjadi kenyataan – ia sungguh dikirim ke Kalimantan sebagai seorang misionaris MSF. Bahkan 7 tahun kemudian, ia diangkat menjadi Uskup Keuskupan Banjarmasin menggantikan pendahulunya Mgr. Johanes Groen, MSF. Beliau adalah Mgr. W.J. Demarteau, MSF.

Lahir di sebuah desa kecil bernama Horn (belanda Selatan), pada tanggal 24 Januari 1917 dari pasangan Hubertus Demarteau dan Anna Moors. Dalam keluarganya, Wim adalah anak kelima dari 8 orang bersaudara. Pendidikan TK hingga SD dihabiskannya di Horn, kemudian meneruskan ke Seminari Menengah MSF di Kaatsheuvel. Tahun 1935 masuk Novisiat MSF di Nieuwkerk. Tanggal 10 September 1936 mulai menjalani masa kuliah di Seminari Tinggi Oudenbosch dan ditahbiskan menjadi seorang Imam di Oudenbosch pada usia yang masih sangat muda yaitu 24 tahun, tepatnya pada tanggal 27 Juli 1941.

Tanggal 5 Mei 1954 Mgr. Demarteau ditahbiskan di Paroki Katedral “Keluarga Kudus” Banjarmasin sebagai Uskup Keuskupan Banjarmasin oleh Duta Vatikan Mgr. De Jonge d’Ardoye dengan co-consecrator Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ dan Mgr. T. Valenberg, OFMCap dan mengambil motto tahbisan “Apostolus Jesu Christi” (Utusan Yesus Kristus – bdk. Ef 1:1).

Itulah sekelumit kisah perjalanan hidup Uskup Emeritus Keuskupan Banjarmasin Mgr. Demarteau yang pada hari Minggu, 24 Januari 2010 yang lalu merayakan hari ulang tahunnya yang ke-93 tahun.

Perayaan Ekaristi Syukur di Gereja Bunda Maria Banjarbaru

Pagi itu diselenggarakan Perayaan Ekaristi Syukur. Perayaan Ekaristi sederhana itu dimulai pada pukul 08.00 Wita dengan Konselebran Utama Propinsial MSF Kalimantan Pastor Kanenitas Teddy Aer, MSF didampingi oleh 6 orang Imam, yaitu : Pastor Berthras Reksotomo, MSF, Pastor Yohanes Marharsono, MSF, Pastor Yosef Kristianto, MSF, Pastor Petrus Prillion, MSF, Pastor Hartono Budi, SJ dan Pastor Tarsisius, Pr – seorang pastor dari negara Argentina yang sedang berkunjung ke Banjarbaru.

Saat terpilih sebagai Provinsial MSF Kalimantan di usia 37 tahun, oleh Pater Jenderal MSF saya diminta untuk menghadap kepada Mgr. Demarteau,” begitulah kisah Pastor Teddy mengawali homilinya. Setelah menghadap Mgr. Demarteau, Pastor Teddy menerima berkat sekaligus pesan dari Monsinyur, “Mulai sekarang, Pater harus mengikuti arah dasar para pemimpin Gereja. Pater tidak boleh jauh dari Allah dan juga Pater tidak boleh jauh dengan sesama. Lalu Pater harus dekat dengan Allah, tetapi juga harus berjarak dengan sesama. Semuanya itu supaya Pater bisa membuat keputusan yang bijaksana tanpa melakukan KKN. Ada 3 buku yang harus Pater jadikan pegangan, 1) Kitab Suci, 2) Kitab Hukum Kanon dan 3) Konstitusi MSF,” ungkap Pastor Teddy.

Lebih lanjut Pastor Teddy menyampaikan sharing pengalamannya tentang figur Mgr. Demarteau, “Kalau membaca kisah kehidupan pelayanan beliau, beliau pernah menjadi Uskup di Keuskupan Banjarmasin yang ketika itu wilayahnya terdiri dari Kalteng-Kaltim-Kalsel dengan luas wilayah 12 kali negeri Belanda. Lalu ketika itu Mgr. Demarteau meminta kepada Roma untuk membagi wilayah Keuskupan Banjarmasin, awalnya Roma mengatakan, “Anda seorang Uskup muda, mengapa harus membagi wilayah Keuskupan yang kecil?’ Dengan arah pemikiran dan argumentasi yang jelas dari Mgr. Demarteau, akhirnya Roma setuju dan Kaltim (sekarang Keuskupan Agung Samarinda-red) pisah dari Keuskupan Banjarmasin.

Terkadang hidup kita tidak jelas arahnya, baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota Gereja. Kita seringkali cenderung untuk ikut-ikutan. Padahal sebenarnya, kita ini mempunyai bakat dan talenta yang apabila dimanfaatkan secara maksimal bisa memperkembangkan paroki dan Gereja! Sebagai anggota Gereja kita dipanggil untuk membangun paroki dan Gereja kita. Memang semua itu pasti akan menemui halangan dan tantangan, akan tetapi arah kita mesti tetap jelas!

Yesus mempunyai arah yang jelas dan Mgr. Demarteau mempunyai arah yang jelas dengan mengikuti Yesus. Arah hidup yang jelas akan membantu kita supaya tidak kehilangan orientasi hidup; supaya dalam segala situasi dan tantangan yang dihadapi, kita tetap dapat mengambil keputusan yang terbaik. Bagaimana dengan kita?” tandas Pastor Teddy menutup homilinya dengan sebuah pertanyaan kepada semua yang hadir.

Usai Perayaan Ekaristi, dilakukan peniupan lilin dan pemotongan kue ulang tahun oleh Mgr. Demarteau disaksikan oleh semua yang hadir. Wajah Mgr. Demarteau tampak berbinar gembira manakala satu persatu umat menjabat tangannya sembari mengucapkan selamat ulang tahun untuknya. Proficiat Monseigneur!

Bahagia Menerima Hadiah Buku

“The Best of Chinese Wisdoms and Strategies Series” adalah kumpulan buku hadiah yang diserahkan kepada Mgr. Demarteau oleh Fransiskus Sunjoto – mewakili pengurus Komkep Keuskupan Banjarmasin yang hadir siang itu bersama 19 orang muda sekitar pukul 11.58 Wita. Didampingi oleh Ketua Komkep Keuskupan Banjarmasin Pastor Prillion, dialog yang akrab pun terjadi.

Saya senang dengan buku. Saya senang membaca. Itu yang membuat usia saya bisa sampai 93 tahun seperti sekarang,” begitulah komentar Mgr. Demarteau kepada semua yang hadir sembari mengamati judul kumpulan buku bersampul merah di tangannya. Tampaknya Mgr. Demarteau merasa gembira atas kunjungan orang-orang muda di hari istimewanya. Kunjungan sekitar 15 menit itu semakin berkesan manakala dengan senang hati Mgr. Demarteau bersedia berfoto bersama orang muda di depan Wisma Simeon – tempat dimana beliau menjalani masa tuanya. Bahkan sebelum berpamitan pulang, Mgr. Demarteau berkenan mendoakan sekaligus memberikan berkatnya.

Iklan

2 responses to “HOBI MEMBACA DAN RAHASIA PANJANG UMUR

  1. selamat ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s