“Imam: pewarta pertobatan”

Pengantar
Para Confrater yang terkasih,
Sebagaimana dikatakan dalam Konstitusi kita, bahwa setiap bulan, hendaknya diadakan rekoleksi untuk komunitas-komunitas, dan ditandaskan oleh Pater Propinsial kita pada bulan Oktober di Prapatan dua bulan yang lalu, maka pertemuan kita di Sepinggan ini, sungguh kita laksanakan himbauan konstitusi itu, sehingga pertemuan demi pertemuan tidak hanya diisi dengan hal-hal yang bersifat informatif apa saja yang ingin kita ketahui dengan perkembangan tarekat kita, melainkan agar waktu kita diisi dengan hal-hal yang spiritual.

Yang kedua, bertepatan dengan tahun imam, sebagaimana dicanangkan oleh Sri Paus sendiri bahwa satu tahun ini diberi tempat yang istimewa bagi panggilan imamat, kiranya tepat pulalah bila tema-tema seputar panggilan khusus martabat imamat ini diangkat sebagai tema renungan dalam unio kita. Sebagai usul saran barangkali, ada confrater yang masih mau memakai tema seputar panggilan imamat, kemungkinan bisa membantu permenungan kita sepanjang tahun ini, sekurang-kurangnya sampai bulan Juni tahun 2010 yang akan datang.

Mengenai tema
Bahan renungan kita kali ini saya mengangkat tema “Imam: Pewarta Pertobatan”. Seiring dengan masa Adven yang sudah kita mulai pada tanggal 29 November tadi, dan bahwa masa Adven dipandang sebagai masa mempersiapkan kedatangan Kristus Sang Sabda yang menjelma menjadi manusia, Imam Agung Abadi yang diutus Bapa kepada umat manusia, maka pertobatan sungguh menjadi sangat mendasar bagi segenap umat beriman untuk menyambut kedatanganNya itu.

Sebagai kaum tertahbis, seorang imam adalah pengemban tugas Kristus selaku Imam Abadi, Utusan Bapa. Para imam diangkat untuk melaksanakan karya pelayanan sebagaimana telah dikerjakan oleh Kristus, sehingga kita semua dalam karya dan tugas kita, mengabdikan diri sepenuh-penuhnya hanya pada Kristus, Guru, Imam dan Raja. Bahwa kita menerima tahbisan dari tangan seorang Uskup, tetapi secara hakiki Kristus sendirilah yang mentahbiskan kita karena keikutsertaan kita dalam menjalankan tugas Kristus itu sendiri.

Melalui tugas para imam, Gereja terus dibangun menjadi umat Allah, Tubuh Kristus dan Bait Roh Kudus di dunia ini. Sebagaimana Kristus diutus BapaNya di sorga datang ke dunia ini juga dikuduskan (bdk Yo. 10:36), maka segenap Tubuh Mistik Kristus itu juga mengambil bagian dalam dalam pengurapan Roh yang telah diterimaNya. Di dalam Dia semua orang beriman menjadi imamat kudus dan rajawi, dan mempersembahkan kurban-kurban rohani kepada Allah melalui Yesus Kristus, serta mewartakan keutaman-keutamaan Dia, yang telah memanggil mereka dari kegelapan ke dalam terangNya yang mengagumkan.

Menjadi imam adalah menjadi pelayan agar setiap anggota Tubuh Mistik Kristus itu mendapat pengudusan dari setiap tugas pelayanannya. Karena hakekat kekudusan yang pada dasarnya dimiliki oleh Allah sendiri, dan agar sebagaimana Kristus dikuduskan oleh BapaNya di sorga, maka setiap umat beriman pun dipanggil untuk menjadi kudus.(Doa syukur Agung V), Dan tahbisan suci yang diterima oleh seorang imam memampukan dia untuk membagikan rahmat pengudusan itu lewat kuasanya untuk merayakan sakramen-sakramen keselamatan, istimewanya ekaristi dan kuasa untuk mengampuni dosa.

Allah itu pengudus kaum beriman, berkehendak menerima sebagai rekan dan pembantu-pembantuNya, manusia-manusia, yang melayani usaha pengudusan dengan rendah hati. Oleh karena itu para imam ditahbiskan oleh Allah, dengan perantaraan pelayanan uskup, agar turut serta di dalam imamat Kristus atas cara yang istimewa. Di dalam merayakan upacara-upacara suci, mereka bertindak sebagai pelayan-pelayan Dia, yang terus menerus menjalankan tugas imamatNya dengan perantaraan RohNya untuk kita dalam liturgi. Karena melalui permandian, para imam mengantar manusia masuk ke dalam umat allah; melalui sakramen tobat, mereka mendamaikan orang berdosa dengan sakramen tobat, mereka mendamaikan orang berdosa dengan Allah dan Gereja….

Adalah tugas para imam disamping mewartakan kabar gembira Kristus Yesus, (bdk. Mrk. 16:15), mereka juga berkewajiban membangun umat Allah. Karena oleh sabda yang menyelamatkan, iman dibangkitkan di dalam hati setiap orang yang tidak beriman dan dipupuk didalam hati kaum beriman. Seraya mewartakan Sabda Tuhan yang semakin memupuk semangat hidup kaum beriman untuk beriman dan semakin dekat dengan Allah, para imam juga mengajak semua orang kepada pertobatan dan kekudusan itu. P. Berthier dalam tulisannya, Le Pretre menyebutkan: “Fungsi jabatan seorang imam, sebagai seorang yang tertahbis yakni, sebagai seorang pengkhotbah, sebagai bapa pengakuan yang berusaha untuk membantu para pendosa untuk bertobat dan merayakan Misa setiap hari bukan sebagai rutinitas tapi sebagai pelayanan kepada Tuhan dan sesama”.

Pertobatan adalah dasar untuk membuka pintu bagi pengudusan itu. Tanpa semangat dan kekuatan melepaskan dosa-dosa, maka manusia tidak akan memperoleh kekudusan dan hidup yang pantas di hadapan Allah. Pesan Bunda kita dari La Salette, kiranya bukan berlaku hanya pada jamannya, melainkan aktual dan diupdate pesan pertobatan sampai akhir jaman, sehingga menjadi tugas kita mengajak segenap umat untuk memperhatikan pesan Bunda Rekonsiliasi itu. Tujuan dari pesan Bunda Maria dari La Salette adalah agar dengan didamaikan dengan Allah, setiap orang beroleh keselamatan. Pater Berthier dalam tulisannya, Zele du Pretre, mengatakan:”Allah tidak memanggil para imam untuk membantuNya dalam penciptaan, tetapi Ia memanggil para imam untuk ikut membantu menyampaikan keselamatan”

Para Confrater, pesan Bunda kita dari La Salette sangat jelas disampaikan kepada kedua anak., Maximin Giraud dan Melanie Calvat betapa beban penderitaan akibat dosa manusia semakin berat menindih salib Kristus, luka-lukaNya semakin dalam tertusuk paku kejahatan. Karena itu, sangat relevan apa yang terjadi pada jaman itu dengan jaman sekarang, dimana seruan tobat terus menjadi pewartaan para tertahbis.

Pastor Maratmo MSF

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s