Penutupan Tahun Berthier unio Samarinda dan unio Banjarbaru

Unio Samarinda bersama seluruh umat St. Theresia Prapatan-Balikpapan mengadakan misa penutupan Tahun Berthier. Misa penutupan tahun Berthier kali ini diawali dengan rapat Unio Samarinda sejak tanggal 15-16 Oktober 2009 yang menghasilkan beberapa usulan berkaitan dengan gerak langkah provinsi. Pada rapat Unio kali ini juga diadakan pemilihan Asisten Dua (2) Unio Samarinda di mana P. Sumantoro MSf terpilih menjadi Asisten Dua Rektor Unio Samarinda sekaligus bendahara Unio menggantikan Br. Urbanus MSF yang mutasi ke Paroki Tering.

Perayaan Penutupan Tahun Berthier dihadiri oleh semua imam dan Frater Seva (Top-er Sengata) Unio Samarinda –minus P. Yono MSF yang sedang sakit. Yang menjadi Selebran adalah Mgr. Florentinus Sului MSF (Uskup Agung Samarinda) di dampingi oleh P. Teddy MSF dan P. Sumantoro MSF. Dalam pengantarnya Mgr. Sului mengajak Para Imam MSF Unio Samarinda untuk terus mengembankan semangat atau karisma Pater Pendiri dalam setiap pelaksanaan karya pastoral di wilayah Keuskupan Agung Samarinda sehingga semakin berkembang Gereja Keuskupan Agung Samarinda. Pater Provinsial MSF Kalimanta, P. Teddy MSF yang ditunjuk untuk memberikan homili, menjelaskan bahwa keprihatinan P. Berthier MS atas minimnya panggilan misionaris dan banyak orang muda yang ingin masuk seminari karena faktor usia dan ekonomi mendorong Pater Berthier untuk mendirikan tarekat MSF. Pater Berthier tidak bekerja sendiri melainkan bekerja sama dengan kaum awam dalam mewujudkan cita-cita luhurnya itu. Oleh karena itu pada kesempatan ini Pater Teddy mengajak seluruh umat untuk ikut memikirkan bagaimana strategi di dalam menjaring dan menumbuhkembangkan panggilan bersama para pastor. Umat senantiasa prihatin dengan semakin berkurangnya panggilan saat ini. Oleh karena itu umat juga diharapkan untuk iktu memikirkan strategi menjaring panggilan sebagai bentuk keterlibatan di dalam menanggapi panggilan Allah. Setelah peryaan Ekaristi yang diiringi oleh koor gabungan tiga paroki (Prapatan, Sepinggan dan Dahor) serta musik kulintang dari paroki Dahor, diadakan acara ramah tamah di halaman parkir gereja dan diselingi dengan drama yang dimainkan oleh umat gabungan tiga paroki (Prapatan, Dahor dan Sepinggan) yang mengisahkan misi awal tiga imam MSF di Balikpapan dan terbunuhnya ketiga imam itu pada masa pendudukan Jepang. Puncak dari drama ini adalah diadakan lelang penampilan peran dari drama yang dananya akan digunakan untuk pembangunan pastoran paroki Prapatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan santap malam bersama seluruh umat yang hadir. Semoga keprihatinan Pater Berthier menjadi keprihatinan bersama akan minimnya panggilan.

PERAYAAN MINGGU MISI TAHUN 2009 (UNIO BANJARBARU)

Reporter: Dionisius Agus Puguh Santosa

Perayaan Tahun Berthier yang berlangsung sejak tanggal 16 Oktober 2008 hingga 16 Oktober 2009 ditutup dengan Perayaan Ekaristi pada hari Minggu, 18 Oktober 2009 yang lalu bertempat di Paroki Bunda Maria Banjarbaru. Penutupan Tahun Berthier kali ini bersamaan dengan Perayaan Minggu Misi ke-83. Perayaan Ekaristi dimulai pukul 08.00 Wita dipimpin oleh Provinsial MSF Kalimantan Pastor Teddy Aer, MSF didampingi oleh Pastor Y.B. Marharsono, MSF, Pastor Doni Tupen, MSF, Pastor Yosef Kristianto, MSF, Pastor Yohannes Amtono, MSF, Pastor Petrus Prillion, MSF dan Pastor Pius Geroda Issohone, MSF. Dalam homilinya, Pastor Teddy diantaranya berkisah tentang latar belakang sejarah Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) yang didirikan oleh Pater Jean Berthier, MSF 114 tahun yang lalu – tepatnya pada tanggal 27 September 1895. Tahun Berthier sendiri adalah perayaan untuk mengenang 100 tahun wafatnya Pater Berthier. Di bagian lain homilinya, Pastor Teddy menyoroti tentang fakta minimnya panggilan menjadi Imam, Suster, Biarawan/Biarawati dewasa ini. “Saat berkunjung ke kantor Nuntius di Jakarta, saya melihat data umat Katolik di dunia berjumlah + 1,3 miliar orang di seluruh dunia; sedangkan jumlah Imam 400 ribu orang.” Lebih lanjut Pastor Teddy berkisah, “Ada tawaran dari Pater Jenderal kepada kami Kongregasi MSF Kalimantan untuk mengirimkan tenaga misionarisnya ke Argentina. Tahun lalu kami telah mengutus para Pastor untuk berkarya di Keuskupan Atambua dan juga ke Filipina. Di Filipina yang mayoritas Katolik pun tetap saja mengalami kekurangan Pastor. Di sebuah Paroki saya menemukan bahwa ada 1 orang Pastor yang setiap Sabtu dan Minggu melayani Perayaan Ekaristi hingga 17 kali. Salah satu perhatian dunia kepada Gereja Asia (salah satunya Indonesia) adalah untuk mendapatkan tenaga misionaris. Sekarang bagaimana caranya untuk menumbuhkan panggilan-panggilan baru? Pelayan yang baik adalah pelayan yang kreatif (dalam arti positif). Dan sebagai pelayan-pelayan yang kreatif, kita harus memikirkan bagaimana caranya menumbuhkan panggilan-panggilan baru. Dulu kami para Pastor pun sebagian besar berasal dari kegiatan Misdinar. Sekarang di mana-mana di paroki-paroki ada kelompok-kelompok Misdinar dan kelompok anak-anak Sekami. Tetapi keberadaan mereka ternyata tidaklah cukup. Perlu dilakukan usaha-usaha untuk menumbuhkan panggilan dengan menjalin kerjasama antara Pastor dengan Dewan Paroki. Kita melihat realitas bahwa untuk jaman sekarang ini anak-anak kebanyakan pergi ke Paroki hanya satu kali dalam seminggu. Karena sejak hari Senin sampai Sabtu anak-anak kita disibukkan dengan rutinitas sekolah dan kegiatan belajar yang banyak menyita waktu; lalu kapan kesempatan mereka untuk berpikir tentang panggilan. Kita harus berani meluangkan waktu juga harus memunculkan ide-ide kreatif; dimana kita ditantang untuk menumbuhkan panggilan. Usia Paroki Banjarbaru sudah 32 tahun, namun baru 2 orang terpanggil untuk menjadi Imam (1 orang Pastor Projo berkarya di Palangkaraya dan 1 orang lagi masih menempuh pendidikan di Seminari Johaninum Banjarbaru). Untuk itu, mari kita tumbuhkan panggilan di antara anak-anak kita, supaya tanah-tanah misi mendapatkan tenaga-tenaga yang baru.” Usai Perayaan Ekaristi, umat diajak untuk bersyukur bersama dengan menikmati snack dan minuman ringan di halaman paroki.

One response to “Penutupan Tahun Berthier unio Samarinda dan unio Banjarbaru

  1. Setuju… Kita semua dipanggil!!! Masalahnya, kita mau mendengarkannya atau tidak… MAju Paroki Bunda Maria Banjarbaru… Kalau sekarang ada 2 orang yang terpanggil, besok harus lebih banyak lagi. Kalau semua merelakan diri untuk dipakai oleh Kristus, tak akan ada lagi kekuarangan imam. Mari kita pergi… dari Banjarbaru untuk dunia…Berani????????????????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s