Konser Mengenang Pater Pendiri MSF

Malam itu, sekitar pukul 20.00 Wita, bertempat di aula Syalom, Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda Kelayan – Banjarmasin, Senin, 28 September 2009, digelar Konser Peringatan 100 tahun Wafatnya Pater Berthier, MS (Pendiri Kongregasi MSF). Konser ini adalah salah satu acara yang digelar untuk mengisi Perayaan Tahun Berthier yang dimulai sejak tanggal 16 Oktober 2008 silam dan berakhir tanggal 16 Oktober 2009 besok.

Dalam konser ini tampil Pastor Antonius Garinsingan, MSF (yang lebih akrab dipanggil Pastor Garin), bersama para pendukung album Peringatan 100 Tahun Wafatnya Pater Jean Berthier, MS. Mereka adalah : Yohanes Nindito Adisuryo, Maria Nurista Astari dan Ira Damayanti (backing vocal). Album tersebut diproduksi dan dikeluarkan oleh MSF Provinsi Kalimantan. Konser dibuka dengan permainan gitar oleh Pastor Garin. Tiga buah komposisi ditampilkan dalam kesempatan ini. Selanjutnya, seluruh penyanyi pun naik ke atas panggung dan diperkenalkan satu persatu kepada penonton oleh pembawa acara. Sebuah lagu berjudul “Pater Pendiri MSF” pun di saat berikutnya terdengar mengalun merdu dibawakan oleh Yohanes Nindito diiringi oleh penyanyi lainnya yang bertindak sebagai backing vocal. Lagu ini adalah “arah” dari keseluruhan lagu-lagu yang ditampilkan dalam album Peringatan 100 Tahun Wafatnya Pater Jean Berthier, MS. Lagu berbentuk madah sederhana ini hendak memperkenalkan Pater Berthier dan kharismanya dan diciptakan Pastor Garin sebagai persembahan khusus untuk sang pendiri Kongregasi MSF. Tiga buah lagu berbahasa asing juga ikut menyemarakkan konser pada malam itu. Sebut saja nomor berjudul “Maria Nome Soave” (Maria Nama yang Manis) yang berbahasa Spayol. Lagu yang dibawakan dengan penuh penghayatan oleh Maria Nurista ini berkisah mengenai kecintaan Bunda Maria yang begitu dalam kepada umat manusia. Hal ini pulalah yang kemudian menjadi alasan Pater Berthier untuk mengangkat Bunda Maria sebagai Pelindung Kongregasi MSF. Lagu berbahasa asing lainnya adalah nomor berjudul “Missionàrios da Sagrada Familia” dan “Vejam” dalam bahasa Portugis. Kedua lagu tersebut dibawakan begitu apik oleh Yohanes Nindito. Lagu Missionàrios da Sagrada Familia bercerita tentang asal muasal berdirinya Kongregasi MSF yang dirintis oleh Pater Berthier. Di sebuah bekas tangsi tentara Pater Berthier merintis misinya dan akhirnya berkembang ke seluruh dunia. Sedangkan lagu Vejam (Lihatlah!) ingin menggambarkan tentang suka duka yang harus dihadapi untuk menjalani hidup panggilan di bawah Terang Kasih Allah. Kedua lagu berbahasa Portugis ini merupakan karya dari Padre Loacir Luiz Luvizon, MSF dan aransemennya dikerjakan oleh Pastor Garin. Bahkan untuk lagu Missionàrios da Sagrada Familia diterjemahkan pula ke dalam bahasa Indonesia. Tiga buah lagu lainnya yang diciptakan sekaligus dinyanyikan langsung oleh Pastor Garin adalah lagu berjudul : Misionaris Borneo, Sadhana, Kehadiran dan Kubersyukur. Lagu “Misionaris Borneo” yang berirama Jukung (dalam bahasa Itali : Barcarolle) mengisahkan tentang semangat perjuangan para misionaris MSF di bumi Kalimantan yang tidak kenal lelah dan tidak pernah menyerah, demi mewartakan Kabar Gembira kepada umat hingga ke pedalaman. Satu lagi lagu berirama Jukung adalah nomor berjudul Sadhana (Jalan) yang bercerita tentang perjalanan sang misionaris beserta pergulatan hidup panggilan yang harus dialaminya setiap saat. Pada malam itu tampil pula anak-anak REMAKA Paroki Kelayan yang ikut mengiringi konser saat sebuah lagu berjudul “Laskar Berthier” dibawakan di atas panggung. Secara keseluruhan konser yang berdurasi 90 menit tersebut berjalan sukses dan mendapat perhatian yang cukup antusias dari umat. Dalam kata sambutannya Pastor Kanenitas Teddy Aer, MSF berujar, “Melalui lagu-lagu tadi, Pastor Garin mencoba menyampaikan pesan dari Pater Jean Berthier melalui karya musik, dengan harapan kita semua dapat mengikuti jejaknya.” Lebih lanjut Pastor Teddy mengungkapkan bahwa hasil penjualan album tersebut adalah untuk membiayai pendidikan para calon Imam MSF dan untuk mendukung karya misi yang ditangani oleh Kongregasi MSF. Pembaharuan Kaul dan Retret Para Imam MSF Sebelum penyelenggaraan konser, sore harinya diadakan Perayaan Ekaristi Pembaharuan Kaul para Imam MSF, sekaligus Perayaan Syukur 114 Tahun Kongregasi MSF, yang didirikan oleh Pater Jean Berthier, MS pada tanggal 28 September 1895 di kota Grave, negeri Belanda. Sebanyak 41 orang Pastor MSF dan 4 orang Bruder MSF memperbaharui kaulnya. Perayaan Ekaristi dipimpin langsung oleh Pastor Teddy, MSF (Provinsial). Dalam homilinya Pastor Teddy mengutip ungkapan yang seringkali didengarnya sewaktu bertemu dan berbincang dengan Uskup Emeritus Keuskupan Banjarmasin Mgr. F.X. Prajasuta, MSF. Ungkapan itu berbunyi, “Man from God, man for others.” Kepada semua yang hadir Pastor Teddy mengatakan, “Pada hari-hari menjalani Retret di Banjarbaru, kesimpulannya adalah bahwa Anda adalah orang-orang dari Allah dan pada akhirnya diutus kepada sesama.” Pastor Teddy menggarisbawahi bahwa ungkapan itu bukan hanya berlaku untuk para Imam saja, akan tetapi bagi semua umat yang hadir. “Karena kita diharapkan menghayati hidup sebagai orang yang berasal dari Allah dan siap melayani orang lain. Ada tantangan dan ada perjuangan yang dituntut, ketika kita mau menghayati cita-cita itu.” Menyinggung tentang krisis panggilan, Pastor Teddy berkata, “Kita seringkali mengatakan tentang adanya krisis panggilan, padahal yang sebenarnya terjadi adalah krisis jawaban! Karena yang memanggil adalah Allah, sedangkan sangatlah sedikit jawaban dari kita. Beranikah kita semua bersama para Pastor, Suster, Frater, Bruder, para Seminaris dan seluruh umat menjawab tantangan sejauhmana penghayatan kita terhadap cita-cita surgawi? Dengan kata lain kita berani menjadi orangnya Allah dan pada gilirannya berani melayani sesama?” Dalam Perayaan Ekaristi sore itu, 3 orang Imam MSF merayakan pesta perak hidup membiara; mereka adalah : Pastor Aloysius Lioe Fut Khin, MSF, Pastor Robertus B. Berthras Reksotomo, MSF dan Pastor Yosef Tjoek Prasetyo, MSF. Sedangkan satu orang Imam MSF yaitu Pastor Petrus Suryo Hadi Atmoko merayakan pesta syukur 25 tahun tahbisan Imam. Sebelum digelar Perayaan Ekaristi sore itu, selama seminggu lamanya, sejak tanggal 23 September 2009 hingga 28 September 2009 diadakan pula Retret Imam MSF di Wisma Sikhar – Banjarbaru. Retret dibimbing oleh Pastor Wim van der Weiden, MSF

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s