PACARAN

Pengertian pacaran Pacaran berarti tahap untuk saling mengenal antara seorang pemuda dan pemudi yang saling tertarik dan berniat untuk mengadakan hubungan yang eksklusif (terpisah, sendiri, istimewa). Dengan pengertian itu, berarti pacaran memang diarahkan untuk suatu hubungan yang lebih lanjut, lebih dalam, dan lebih pribadi lagi. Ini tidak boleh diartikan sebagai keharusan untuk melanjutkan. Pacaran dimaksudkan sebagai situasi yang memungkinkan pasangan yang berelasi semakin dekat dan akhirnya menemukan kecocokan satu sama lain untuk melanjutkan hidup bersama dalam suatu hubungan resmi, baik pertunangan maupun perkawinan. Pacaran memang tahap perkenalan, tetapi pacaran bukanlah tahap untuk mengenal sedalam-dalamnya dan selengkap-lengkapnya. Apalagi kalau kata “lengkap” ini diartikan sebagai mengenal semuanya, bahkan sampai pada tingkat yang hanya boleh untuk pasangan resmi saja. Pacaran mempunyai “aturan main” yang harus ditaati kalau pasangan yang saling tertarik masih mau dianggap “berpacaran”. Aturan main itu secara singkat adalah sebagai berikut: Setuju untuk mengadakan hubungan yang khusus dan akan menghentikan semua hubungan khusus dengan orang-orang lain dari lawan jenis. Masih ingin saling kenal lebih jauh, tapi jelas masih ada hal-hal pribadi yang hanya boleh diketahui oleh orang itu sendiri (masih punya rahasia). Persahabatan khusus itu disertai dengan belajar saling memperhatikan, melayani, dan menyayangi dalam arti yang lebih luas dan pribadi. Tahap ini selalu ditandai dengan penyelidikan kemungkinan bahwa pacarnya memang tepat menjadi jodoh masa depannya(unsur coba-coba kepribadian). Bebas memutuskan hubungan kalau kemudian dirasakan (tidak perlu sampai dibuktikan) tidak menemui kecocokan. Pemutusan selalu disertai dengan pembicaraan bersama yang baik. Jangan menodai pacaran dengan hubungan seks yang mengarah pada regenerasi/prokreasi. Hubungan seks bukanlah tahap pacaran. Mengingat ciri-ciri dari hubungan pacaran ini, kita dapat melihat dan menilai kembali apakah caraku berpacaran sudah merupakan pacaran dalam arti yang paling pas, sehat, dan menggembirakan aku dan pacarku saat ini dan kelak. Beberapa hal yang mungkin Menodai makna terindah dari pacaran adalah: Aku sudah menjadi pacarnya, maka ia harus melaporkan segala hal kepadaku, termasuk kalau ia berjalan dan berhubungan dengan laki-laki lain (perempuan lain). Aku mau mengetahui semua hal mengenai pacarku. Kalau ternyata ada hal yang disembunyikannya, aku menganggapnya mengkhianat-iku. Ia harus membagikan semua kepadaku Aku mengukur kesetiaan dan cintanya berdasarkan sikapnya kepadaku, caranya memperhatikanku, caranya melayaniku, caranya memanjakanku, caranya menunjukkan bahwa aku adalah satu-satunya di dunia ini, yang lain adalah nomor dua. Aku tidak suka kalau ia mengatakan keragu-raguannya kepadaku. Aku paling benci kalau ia menanyakan ini-itu hanya untuk menyelidiki hidupku, seolah-olah ia kurang percaya. Aku ingin kami menikmati saja masa pacaran ini. Ketakutan utamaku dalam berpacaran adalah putus! Hubungan seks adalah kesempatan untuk mengetahui dan mengenal pacar secara paling sempurna, selagi muda, bukankah kalau dilakukan dengan hati-hati tidak akan apa-apa. Aku mengukur cinta berdasarkan kesediaannya memenuhi keinginanku untuk berhubungan intim. Berapa lama berpacaran? Tak ada ukuran yang pasti berapa lama pacaran mesti berlangsung, karena setiap pasangan mempunyai irama sendiri dalam berelasi. Biasanya tolok ukurnya adalah kemantapan untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih eksklusif-publik (diresmikan dan diketahui umum). Cobalah untuk berapacaran dalam waktu yang cukup dan kurang lebih memadai untuk mengenal pasangan dengan lebih baik. (Rm. Erwin Santoso MSF)

Iklan

One response to “PACARAN

  1. Wah makasih atas berkat yang terkandung di tulisan ini.. semoga bisa mencerahkan siapa saja yang membacanya.

    Salam damai sejahtera dari Bali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s