PATER JEAN BERTHIER MS DI PENGHUJUNG LANSIAKU…

Di atas kasur busa dalam kamar tamu Provinsialat Banjarbaru, bekas garasi mobil yang diubah menjadi rangkaian kamar tidur tamu, aku terbaring kelelahan setelah mengikuti serentetan pertemuan pendalaman mengenai Sang Pendiri MSF. Pertengahan September memang dialokasikan waktunya khusus untuk suatu pertemuan ini. Mata mulai terpicing, tapi sulit tidur akibat ributnya para konfrater muda yang sedang menikmati rokok di teras depan Provinsialat. Sebenarnya ada kamar rekreasi, tetapi mereka menyingkir satu persatu, setelah remote control televisi dikuasai seorang konfrater yang terus-menerus mengubah tayangan. Padahal para konfrater muda lagi demam siaran bola. Maka jadilah teras depan Provinsialat menjadi ajang rekreasi.

 

BUKIT LA SALETTE

 

Sesuatu yang luar biasa terjadi! Tidak seperti biasanya, rekaman pencerahan sejarah, pribadi dan hidup rohani sang pendiri tiba-tiba muncul seperti “Film documenter”. Aku mulai membayangkan kehidupan di La Salette dan sekitarnya, membayangkan kedua anak desa Corps: Melanie Calvat dan Maximin Giraud yang didatangi Bunda Maria untuk membawa pesan pertobatan. Aku mengenang kembali ketika dengan khusuk aku berdoa di depan arca Bunda Maria La Salette dalam kedinginan udara pegunungan kemudian menciduk air yang membual-bual dari mata air dekat arca Bunda Maria, lalu meminumnya sebagai air hidup untuk mohon kekuatan dalam hidup imamatku. Terkenang juga acara jalan Salib yang sangat melelahkan dan pendakian bukit kecil di belakang penginapan, yang juga sangat melelahkan akibat ketipisan udara. Terkenang juga ketika aku tercenung di samping makam pendiri dan berdoa untuk konggregasi, provinsi Kalimantan dan diriku.

 

GRAVE DULU DAN KINI

 

Dari La Salette lamunanku terbang ke Grave. Kunjungan pertamaku masih disambut para imam dan bruder eks Kalimantan. Br. Longinus MSF membawaku menelusuri tiap-tiap sudut biara, taman sekitar biara dan pemakaman biara di mana beberapa misionaris eks Kalimantan dimakamkan, termasuk Mgr. Jac. Romeijn, MSF. Terakhir mengunjungi makam Sang Pendiri dalam kapel samping biara. Kunjungan kedua ke Grave, hanya untuk meneteskan air mata, meratapi “bekas” biara yang sudah disulap interiornya menjadi ruang pameran dan keluarga. Bekas kapel pemakaman Sang Pendiri telah rata dengan tanah dan menjadi taman parkir. Biara perdana ini telah dijual karena ketiadaan anggota MSF yang bisa merawatnya. Inilah “film documenter” yang berputar dalam benakku malam itu, sementara gelak tawa para rekan muda masih membahana dengan kepulan asap rokok.

 

PATER JEAN BERTHIER MS YANG (TIDAK) KUKENAL

 

Malam ini lalu menjadi malam pencerahan. Tiga puluh enam tahun menjadi imam dan empat puluh dua tahun bergabung dalam Kongregasi MSF, belum pernah bisa mengenal Pendiri secara mendalam. Hanya kulit ari, sehingga kecintaan terhadap Pendiripun tidak mendalam dan tidak terlalu dipusingkan. Ketika pilihan jatuh untuk menjadi imam MSF, bukan karena kecintaan dan pengenalan pada MSF. Hanya karena tidak ada pilihan lain setelah cita-cita menjadi Trapist ditentang habis-habisan oleh seorang imam trapis asal desaku. Bukan juga karena mengidolakan seorang imam MSF, karena para MSF disekitarku adalah figur yang “menakutkan” diriku sebagai anak-anak. Mereka banyak marah dan menghukumku. Bahkan dalam perjalanan menuju novisiat, aku tak diijinkan masuk pastoran untuk menjumpai pemimpin regio. Di Novisiat mulai mengenal nama P. Jean Berthier MSF, tidak terlalu mendalam, hanya tahu bahwa beliau adalah pendiri MSF. Kaul demi kaul, tahun demi tahun dilewati tanpa membawa kesan berarti terhadap Sang Pendiri. Banyak buku beliau tetapi semua dalam bahasa Perancis. Baru setelah menjadi imam, mulai sadar akan kekeliruan diriku. Sedikit demi sedikit mulai mencari tahu siapakah beliau. Tetapi belum sampai ke tingkat yang mendalam, hanya sebatas pengetahuan. Ada kesan bahwa beliau sangat pelit. Surat-surat dan tulisannya memenuhi setiap halaman kertas sehingga tidak ada keinginan untuk membaca. Secara lahiriah, lay out tulisan-tulisannya sama sekali tidak ada seni sehingga tidak ada daya tarik. Ketika memimpin pendidikan calon-calon MSF ada kesan sangat keras dan terlalu menekankan “ora et labora”. Berangkali aku mempunyai kesan agak “kurang ajar”: Beliau bukan tokoh yang menarik!

Pelan-pelan terbersit suatu pemahaman yang tidak tergalikan sebelumnya, kesan-kesan yang muncul ke permukaan, yang sangat mendalam dan tersembunyi, yang tidak muncul begitu saja kalau tidak direnungkan secara mendalam dan serius. Ibarat fajar menyingsing di ufuk Timur, mulai terungkapkan sesuatu yang luar biasa. Ada sesuatu yang sangat yang tidak terdapat pada tokoh-tokoh spiritualitas kelas dunia. Kaul kemiskinan dihayatinya dan diungkapkannya dengan penghargaan yang sangat besar terhadap pemberian Tuhan, dengan penghematan yang bisa masuk kategori ekstrim. Dari segi ini aku melihat mengapa beliau sangat menghemat kertas, sehingga tidak ada ruang kosong dalam selembar kertas yang ditulisinya. Mungkin itu suatu protes juga terhadap ketamakan manusia rakus yang tidak menghargai dan berterima kasih atas pemberian Tuhan, seperti para pencinta lingkungan hidup yang tidak mau menggunakan tissue dan tusuk gigi sebagai protes terhadap pembabatan hutan. Penghayatan kemiskinan yang terwujudkan dalam penghematan, hidup sederhana, bahkan protes tersembunyi tsb, sungguh-sungguh memberikan arti dalam penampilanku di tengah dunia yang menjanjikan segalanya.

 

P. JEAN BERTHIER, KOMUNIKATOR ULUNG

Relasi antar sesama, terutama dengan masyarakat, sangat mengagumkan. Kemampuan prima dalam berkomunikasi dan berkorelasi sangat luar biasa, sepertinya pemanfaatan jurus hipnotis yang mampu menaklukkan siapun juga termasuk mereka yang antipati terhadapnya. Relasi dengan para janda dan ibu-ibu muda, termasuk remaja-remaja putri tidak menggoyahkan kaul selibatnya. Ketaatan pada atasan tidak diragukan, sungguhpun banyak peristiwa yang mengundang sikap perlawanan, termasuk sikap setia pada konggregasi asalnya.

Disamping semuanya itu ada tiga hal yang sungguh-sungguh merasuk dan mempengaruhi jiwaku. Pertama, pemanfaatan positif menghadapi kondisi fisik. Beliau bukan bertubuh atletis dan tidak memiliki kesehatan prima. Penyakit sepertinya punya kenyamanan mendiami dan menggerogoti tubuhnya. Tetapi dalam kondisi seperti itu, beliau malah menjadi pengkhotbah handal, dan pemberi retret terkenal. Serangan penyakit dilawan dengan kegiatan-kegiatan rohani. Luar biasa! Kedua, semangat misi merasuki dirinya sampai ke tulang sumsumnya. Sungguhpun tidak pernah direalisir dengan menjadi missionaris, tetapi seluruh sisa hidupnya digunakan untuk menyiapkan pengikutnya untuk menjadi missionaris. Jiwa missionarisnya sungguh-sungguh luar biasa, sehingga mendapat predikat: missionaris tanpa lelah. Ketiga, spiritualitas yang sangat mendalam. Tulisan-tulisannya dengan kasat mata menggambarkan bagaimana spiritualitas seorang Jean Berthier MS. Sulit untuk melukiskan dengan kata-kata, tetapi aku dapat merasakannya.

Satu refleksiku yang bisa kuungkapkan: Dia menjadikan aku seorang MSF lahir batin! Dia membuat aku sangat mencintai MSF! Dia seorang hebat dan luar biasa!

 

St. Lukas-Samarinda, 21-11-2008

P. Frans Huvang Hurang, MSF.

4 responses to “PATER JEAN BERTHIER MS DI PENGHUJUNG LANSIAKU…

  1. siiiiiiiiiiiiiiplah, hebat. dengan mempromosikan pater berthier, semakin banyak orang tahu akan MSF. semga semakin banyak anak muda yang tertarik membaca dan mengenal riwayat hidup pater berthier dan kekak menjadi misionaris msf. bravo MSF

  2. R juned kadarisman

    salam damai,
    mohon bantuan, siapakah yg dapat memberi info ttg nama gereja st maria – stasi palaran. Trimakasih

  3. Riwayat hidup yang panjang dan dirangkum dengan sangat indah, dan patut kita diutus untuk mewartakan kabar gembira ini.
    Salam
    http://diutus.com/novena-centenarium-pater-jean-berthier-ms/

  4. MOHON INFO DI MANA BISA MEDAPATKAN BUKU UNTAIAN KATA BIJAK PATER JEAN BERTHIER atau BLOG WEBSITE TERKAIT TENTANG UNTAIAN KATA BIJAK PJ BERTHIER

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s