Makna Lambang Mgr. P.Timang pr.

 

 Lambang Mgr. P. Timang pr.

Topi dengan 12 buah Jumbai Tali berwarna hijau

Melambangkan tugas para Uskup sebagai penerus pelayanan para Rasul

 

Mitra, Salib dan Tongkat

Melambangkan tugas penggembalaan Uskup atas Gereja Lokal yaitu Gereja Katolik di Wilayah Keuskupan Banjarmasin.

 

Perisai Dayak dan Warna biru

Menunjukkan Wilayah Keuskupan Banjarmasin yang berada pada Kepulauan Kalimantan. Warna biru pada perisai mewakili warna sungai, langit dan lautan yang mengartikan tugas pelayanan seorang Uskup hendaklah selalu objektif, tenang, memancarkan kebijaksanaan dan kesejukan. Warna ini juga menggambarkan tempat yang luas dan tak terbatas karena pewartaan Kabar Baik (Injil) harus menjangkau tempat-tempat yang dalam dan jauh (Lukas 5:4). Biru, melambangkan Bunda Maria yang memiliki hubungan erat dengan Gereja, dikarenakan kurnia dan peran keibuannya yang ilahi, yang menyatukannya dengan Kristus Penebus. Maka Bunda Maria adalah pola atau model Gereja yakni dalam hal iman, cinta kasih dan persatuan sempurna dengan Kristus (Lumen Gentium 63).

 

Burung Merpati putih

Melambangkan Roh Kudus, yaitu Roh Allah sendiri yang menaungi Uskup dalam menjalankan tugasnya sebagai gembala umat. Roh Kudus membimbing Gereja di Keuskupan Banjarmasin untuk senantiasa menumbuhkembangkan iman, harapan dan kasih.

 

Tujuh Buah Lidah Api berwarna merah

Angka tujuh menunjukkan jumlah karunia Roh Kudus. Roh itu adalah simbol sumber semangat untuk terus menerus mewartakan Kabar Baik yaitu Kasih Allah  tanpa batas kepada semua orang.

 

Rumah Adat Banjar berwarna merah hati

Rumah adat Banjar merupakan simbol bait Allah. Disitu berhimpun umat yang percaya pada Allah. Karena disitulah Allah bersemayam yang daripadanya mengalir air kehidupan. Masyarakat Banjar yang terhimpun dalam bait Allah itu mempunyai prinsip “Waja sampai kaputing” yang berarti mari berjuang hingga akhir untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Allah. Warna merah hati melukiskan semangat solidaritas, ksatria dan berbelaskasih.

 

Dua buah aliran sungai

Menggambarkan Sungai Barito dan Sungai Martapura yang membelah wilayah Keuskupan Banjarmasin. Kedua sungai ini merupakan denyut nadi kehidupan masyarakat setempat. Aliran sungai melambangkan Kasih yang bersumber dari Allah kepada manusia dan bermuara kembali kepada Allah.

 

Perahu Tambangan berwarna coklat

Menggambarkan Gereja sebagai bahtera yang menghubungkan manusia satu dengan yang lain dan menghantarkan seluruh umat manusia kepada pelabuhan kebahagiaan yaitu Allah sendiri. Warna coklat melukiskan ketaatan dan kesetiaan seorang Uskup selaku  gembala umat terhadap penyelenggaraan Ilahi.

 

Pita kuning dengan semboyan Deus Caritas Est

Bermakna pelayanan yang jujur, visioner dan penuh harapan. Semboyan pada pita yang berbunyi “Deus Caritas Est” ( 1 Yoh 4 : 16b ) Allah adalah Kasih. Gereja Katolik di Keuskupan Banjarmasin mewartakan bahwa Allah adalah Kasih. Pewartaan Kabar Gembira dijalankan terus menerus dan berkesinambungan demi mewujudkan Kerajaan Allah di muka bumi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s