Gema 100 tahun Misi Katolik

Sendawar Kutai Barat, Kalimantan Timur

Sebuah Misa syukur untuk merayakan 100 tahun misi Gereja di Samarinda menyoroti keberhasilan dan tantangan misi Gereja di Borneo, Indonesia bagian timur.

Uskup Padang Mgr Martinus Dogma Situmorang, ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), memimpin liturgi 8 Juli yang dihadiri ribuan umat Katolik di sebuah lapangan terbuka di Barong Tongkok, sebuah desa di Kabupaten Kutai Barat. Duta Vatikan untuk Indonesia Uskup Agung Leopoldo Girelli dan Uskup Agung Samarinda Mgr Florentinus Sului Hajang Hau MSF juga memimpin liturgi tersebut.

“Kini 100 tahun sudah Gereja Katolik berkarya di wilayah kita. Hasil tanggapan sudah lumayan,” kata Uskup Agung Hajang Hau dalam homilinya. Namun dengan menggunakan sebuah analogi lain, ia mengatakan bahwa benih-benih iman yang ditaburkan “telah menjadi pohon, walaupun bukan pohon yang besar dan rindang.”

“Sekarang kita sudah memiliki beberapa imam, biarawan, dan biarawati. Ada sejumlah umat awam Katolik yang menjadi gubernur, bupati, dan anggota DPR,” kata uskup agung yang berasal dari Tering itu.

Merujuk pada perintah Yesus kepada Simon (Petrus) untuk bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jala untuk menangkap ikan, prelatus itu mengakui bahwa perintah yang sama “akan menjadi tantangan bagi kita, generasi periode 100 tahun kedua.”

Seperti para misionaris awal yang meletakkan dasar yang kokoh bagi Gereja, lanjutnya, “kita harus meletakkan Gereja kita untuk periode 100 tahun kedua di atas Kristus yang sama.” Ia menyebut cinta kasih, persekutuan, dan persaudaraan sejati sebagai ciri khas yang harus dimiliki Gereja.

“Ini adalah cita-cita mulia, tapi berat. Namun saya yakin, inilah tantangan yang diberikan Tuhan kepada kita. Tuhan minta supaya kita lebih berani menebarkan jala kita untuk mendapatkan tangkapan yang lebih banyak lagi,” tegasnya.
Uskup Situmorang mengatakan kepada umat yang menghadiri Misa: “Tugas pewartaan telah kita terima untuk pergi ke seluruh dunia dan menjadikan setiap orang anak-anak Allah. Dalam perayaan ini, marilah kita perbarui iman dan kesadaran kita akan tugas perutusan untuk mewartakan Sabda Allah.”

Duabelas uskup dari Pulau Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi, serta 52 imam yang berkarya di Kalimantan Timur bergabung dengan para konselebran utama. Antonius Semara, sekretaris jenderal Dirjen Bimas Katolik Departemen Agama Republik Indonesia, dan beberapa pejabat setempat juga hadir.

Dalam sambutan, Semara meminta Gereja lokal untuk menginspirasi umatnya sehingga mereka akan selalu merasa haus akan Sabda Tuhan. Gereja harus mampu melihat dan menghadapi peluang, tantangan, dan hambatan di masa mendatang, katanya.

Atas nama Paus Benediktus XVI, Uskup Agung Girelli mengucapkan selamat kepada umat Katolik di Kalimantan Timur dan mengatakan: “Kita bersyukur kepada Allah yang telah mendampingi para misionaris dalam melaksanakan tugas mereka dengan baik. Perjalanan sulit mereka telah menjadi sarana pewartaan Kabar Gembira.”

Sebelum Misa, sejumlah tokoh Gereja termasuk umat awam menggunakan spidol warna emas untuk menandatangani tiga prasasti marmer. Prasasti pertama adalah tugu menyongsong 100 tahun kedua dari Gereja lokal, prasasti kedua adalah untuk pembangunan Catholic Center, dan prasasti ketiga adalah untuk pembangunan sebuah gereja Katolik baru.

gema01.jpg

gema02.jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s