Anggur yang Baru Disimpan Orang dalam Kantong yang Baru pula

“… anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula …” (Matius 9:17)

30 September 2007; disaat sebagian warga bangsa Indonesia tertunduk mengenangkan kekejaman dan kekejian yang terjadi 42 tahun yang lampau lewat aksi Gerakan 30 September PKI, sebagian warga Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (Misionarii a Sacra Familia – MSF) tertunduk pula mengenangkan karya Allah yang agung dalam Kongregasi. Hari itu, 44 pastor MSF dari segala penjuru dunia berkumpul di Roma untuk memulai Kapitel Jenderal MSF ke – 12. Hari itu, diiringi suara angin musim gugur, di dalam Perayaan Ekaristi, 44 pastor MSF mensyukuri sekaligus memohon rahmat dari Allah yang agung bagi tahapan penting dalam sejarah hidup Kongregasi MSF, yaitu pelaksanaan forum pemegang kekuasaan tertinggi di Kongregasi dalam bentuk Kapitel Jenderal MSF, yang berlangsung setiap 6 (enam) tahun.

Kapitel Jenderal MSF ke – 12 itu berlangsung pada tanggal 30 September – 18 Oktober 2007. Kapitel ini bertepatan dengan peringatan 100 tahun wafatnya Pater Berthier MS, pendiri Kongregasi MSF. Oleh karena itu, diinspirasi oleh karya dan semangat Pater Pendiri segenap Kapitulan dan semua anggota MSF dipanggil untuk memperkuat panggilan, misi dan hidup persaudaraan sebagai Misionaris Keluarga Kudus. Secara khusus ada 8 (delapan) tema yang direnungkan, didiskusikan, termasuk diperdebatkan, dan akhirnya dirumuskan untuk menjadi pegangan seluruh Kongregasi untuk perjalanan waktu 6 (enam) tahun ke depan. Ke-8 tema tersebut adalah berkaitan dengan Misi, Hidup Religius, Komunitas Lokal dan Superior Lokal, Dewan Jenderal, Pendidikan, Keluarga, Provinsi-provinsi Kecil serta Perayaan 100 Tahun P. Berthier.

Dalam perjalanan hidup Gereja upaya pembaharuan terus terjadi silih beganti. Lewat upaya-upaya itu Gereja mencoba mengimbangi perkembangan jaman yang melaju dengan sangat pesat. Perkembangan jaman itu ibaratkan pedang bermata dua. Dia selalu mempunyai sisi yang positif dan sisi yang negatif. Berhadapan dengan kedua sisi itu, Gereja harus selalu mampu memposisikan dirinya pada tempat yang tepat. Dengan demikian Gereja tidak akan ketinggalan jaman dan pewartaan Kabar Baik akan selalu berdaya guna. Pada menit yang sama, Gereja akan selalu mampu menyuarakan suara kenabiannya jika perkembangan jaman itu ternyata justru menjerumuskan kehidupan pada kesalahan. Sebuah peran yang sangat tidak mudah, yang harus diambil dan dijalani oleh Gereja. Gereja tidak boleh terlalu kaku, sehingga segala-galanya menjadi tidak boleh; Tetapi juga tidak boleh terlalu fleksibel, sehingga segala-galanya menjadi boleh.

Dalam ajaran Gereja, Gereja bukan pertama-tama sebuah gedung, tetapi Gereja adalah kesatuan Umat Allah yang mengimani Kristus. Kita bersama adalah Gereja; mulai dari Hirarki sampai Awam. Dipundak kitalah kemampuan memposisikan diri pada tempat yang tepat terhadap berbagai perkembangan jaman diletakkan. Dengan dipimpin oleh Hirarki Gereja dan didukung oleh Awam, Gereja menjalankan perannya dalam arus jaman yang selalu berubah setiap saat dan cepat.

Sepanjang sejarah Gereja kita dapat menunjuk banyak hal dimana Gereja dengan sangat mampu menanggapi perkembangan jaman itu dengan sangat baik; dengan pengambilan sikap yang tepat. Pada saat itu Gereja sungguh dapat menjadi titik orientasi manusia dan jaman untuk menentukan pilihan sikap. Dari sisi yang lain Gereja juga selalu dapat memberikan suara kenabiannya untuk mengarahkan manusia dan jaman agar tetap berada pada jalan peziarahan yang benar menuju kepada Allah. Dengan demikian Sabda Injil yang dikutip di atas tergenapi dalam pengambilan sikap Gereja, yaitu bahwa “anggur yang baru ditempatkan di dalam kantong yang baru pula”. Tetapi harus diakui pula dengan jujur dan rendah hati bahwa dalam banyak kasus dan situasi dalam sejarah Gereja orang-orang Gereja tidak mengambil sikap yang tepat ketika berhadapan dengan perkembangan jaman yang menawarkan nilai-nilai yang justru menjerumuskan kehidupan. Orang-orang Gereja tidak mampu menjalankan peran Gereja untuk memberikan orientasi dan suara kenabiannya. Sejarah membuktikan bahwa dalam situasi yang seperti itu akhirnya kondisi yang dihadapi sungguh sangat parah.

Dalam Kapitel Jenderal MSF yang baru berlalu berbagai hal di dalam kehidupan Kongregasi diangkat ke permukaan sidang dan dikaji bersama. Ada banyak perkembangan baru yang terjadi dalam Kongregasi MSF yang menuntut pengambilan sikap yang baru. Tuntutan pengambilan sikap baru itu tidak dapat ditolak kalau Kongregasi MSF masih mau menjadi salah satu Agen Gereja yang menjalankan peran Gereja untuk menanggapi perkembangan jaman yang terjadi. Harus diakui bahwa pengambilan pilihan sikap yang baru itu menuntut banyak perubahan yang harus dilakukan di tingkat Kongregasi dan Provinsi-provinsi. Ecclesia Semper Reformanda – Gereja selalu memperbaharui dirinya. MSF juga harus mau memperbaharui dirinya setiap saat. Jika tidak, tidak perlu disesali ketika MSF ditinggalkan oleh jaman yang terus melaju.

P. Teddy

Iklan

One response to “Anggur yang Baru Disimpan Orang dalam Kantong yang Baru pula

  1. syalool

    saya mengajak untuk seluruh bangsa indonesia mari bersama-sama berdiri untuk bangsa ini dan merendahkan hati sehingga bangsa ini mengalami perubahan.

    salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s