Tangsi Militer, Biara MSF dan Galerie de Rog

Dalam Pesan Akhir Kapitel Umum XII dirumuskan delapan pokok perhatian untuk enam tahun ke depan dalam kongregasi MSF: (1) misi, (2) hidup religius, (3) komunitas lokal dan superior lokal, (4) dewan jenderal, (5) pendidikan, (6) keluarga, (7) provinsi-provinsi kecil dan (8) perayaan 100 tahun Pater Berthier. Dalam tulisan ini, saya ingin menuangkan pengalaman kunjungan ke kota Grave Provinsi Belanda setelah mengikuti Kapitel ini. Provinsi Belanda merupakan satu dari beberapa Provinsi yang dalam pesan akhir Kapitel Umum ini merupakan provinsi-provinsi kecil.

Dalam butir ke-7 pesan akhir dari Kapitel Umum XII dikatakan “Beberapa Provinsi menurun dengan cepat, mempunyai hanya sedikit anggota dan yang berusia sangat lanjut. Karena itu kita perlu mencari jalan keluar konkret untuk menolong kehidupan Provinsi-Provinsi itu. Menjadi penting menjalankan dan memperluas kerjasama antarProvinsi-Provinsi di daerah misi dan dalam bidang pendidikan awal maupun pendidikan lanjut (melalui: novisiat dan skolastikat regio, kursus-kursus dan pertemuan-pertemuan  khusus, dll).

Kendati sangat singkat, kunjungan ke (bekas) rumah Induk MSF di kota Grave, memberikan kesan tersendiri bagi saya. Tanggal 31 Oktober 2007 adalah hari yang penting bagi saya. Setelah 20 tahun mendengar dan membaca mengenai Grave, saya mendapat kesempatan khusus untuk melihat dari dekat, (bekas) rumah yang sangat berarti bagi Kongregasi MSF. Rumah itu (dulu: Biara Induk MSF di Grave) sekarang ini menjadi Geleria Seni: Galerie de Rog namanya).

galerie-de-rog-02.jpg

Pada pertengahan musim gugur, di mana cuaca mulai dingin, Galerie de Rog tampak lengang pada sore hari jam tiga, ketika saya bersama ketiga konfrater MSF tiba di depan rumah yang penuh kenangan akan Pater Jean Berthier MS dan banyak misionaris dari Kongregasi MSF generasi awal. Sudah lama rumah ini dijual oleh MSF Provinsi Belanda dengan banyak pertimbangan. Kendati tidak lagi menjadi milik MSF, tetapi masih ada “dua bagian” dari Galerie de Rog, yang boleh dikatakan masih merupakan bagian yang tidak akan pernah dipisahkan dari sejarah hidup Pater Berthier dan sejarah Kongregasi MSF.

Bagian pertama adalah kuburan di halaman belakang Galerie de Rog, di mana  puluhan konfrater MSF berbaring damai. Kendati seluruh bangunan dan halaman belakang bukan lagi menjadi milik MSF para konfrater yang dikuburkan di sana adalah tetap bagian dari sejarah kongregasi MSF yang akan selalu dikenang dalam ingatan kita. Bagian kedua adalah “prasasti” yang dipasang pada dinding luar Galerie de Rog. Pada prasasti itu terbaca kalimat sebagai berikut: “Jean Berthier 1840-1908, Pendiri Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus 1895. Dari rumah ini, telah menyebar para misonaris ke Eropa, Asia, Afrika, Amerika Utara dan Selatan, untuk mewartakan Injil kepada ’mereka yang jauh’. Hari ini, 16 Oktober 1908, adalah saat  Tuhan memanggilnya (P. Jean berthier) untuk selamanya.

Setelah membaca prasasti itu, saya memandang dan mengagumi bangunan tua Galerie de Rog yang telah berusia lebih dari seratus tahun. Mataku kemudian tertuju kepada pintu utama yang tertutup rapat. Teringatlah saya akan pesan akhir Kapitel umum no 7 mengenai Provinsi-provinsi kecil yang antara lain berbunyi demikian “Karena itu kita perlu mencari jalan keluar kongkret untuk menolong kehidupan Provinsi-Provinsi itu…”. Terbesit dalam benakku pertanyaan  “mungkinkah jalan keluar itu kita temukan, ketika kita tetap memandang Gerbang Pintu Galerie de Rog yang tertutup? Jawabannya adalah MUNGKIN SAJA, KENAPA TIDAK? Pesan akhir kapitel no.7 mengenai Provinsi-provinsi kecil ini melihat dengan jelas jalan keluar itu. “Menjadi penting menjalankan dan memperluas kerjasama antar Provinsi-Provinsi di daerah misi dan dalam bidang pendidikan awal maupun pendidikan lanjut (melalui: novisiat dan skolastikat regio, kursus-kursus dan pertemuan-pertemuan  khusus, dll).” Ketika berjalan menuju halaman belakang Galerie de Rog  (halaman belakang ketika masih milik MSF menjadi kebun kentang, sekarang berubah menjadi tanah lapang milik pemerintah kota), saya melihat dua anak perempuan bersama seorang anak laki-laki (usia SD-SMP) sedang bermain sepak bola di tengah lapangan. Mereka adalah generasi masa depan yang tidak lagi bermain di ladang Tuhan. Malam hari, setelah kunjungan ke Grave, saya mendengar cerita dari seorang misionaris Belanda yang lama bekerja di Indonesia menceriterakan kisah sedih, bahwa anak-anak sekarang ini bahkan tidak tahu apa-apa mengenai ajaran agama Katolik. Mereka tidak pernah lagi ke Gereja, kendati mereka dibaptis. Saya teringat akan ketiga anak yang bermain sepak bola di bekas halaman belakang biara. Siapa peduli dengan mereka?

galerie-de-rog-01.jpg

Lebih dari seratus tahun lalu, Pater Jean Berthier telah mengolah lapangan militer mengubah tangsi militer (pusat kekerasan??) menjadi kebun kentang dan biara religius. Seratus tahun kemudian, dunia modern telah “mengubah kembali” Biara Religius menjadi. Seruan Kapitel Umum XII agar kita memperluas kerjasama antar Provinsi-provinsi, sejalan dengan semangat Pater Jean Berthier MS, agar dengan keberanian yang masih tersisa, kita bersama-sama sebagai satu kongregasi mengubah menanam kembali benih-benih panggilan di dalam hati orang-orang muda yang sedang bermain di banyak tanah lapang di kota dan desa.

Saya ingin berterima kasih kepada Amai Lawing, (Yan Zwirs MSF) di paroki Lierop yang telah mempertemukan kami dengan anak-anak SD kelas V dalam dua kali pertemuan di kelas, bernyanyi bersama lagu-lagu Gereja gaya Kalimantan. Joyce, Wakim, Saske, Kim, dan semua saja yang telah bernyanyi dengan nyaring lagu-lagu Gereja Kalimantan, semoga didengar seruan mereka di ladang Tuhan yang kini terancam paceklik panggilan kristiani pada umumnya dan hidup religius dan imam khususnya.

Mengenang hidup dan semangat Pater Berthier MS di depan Galerie de Rog, saya membesarkan hati saya sendiri dengan meminjam alinea terakhir dari pesan akhir Kapitel Umum XII kepada semua anggota kongregasi: Pada kesempatan mempersiapkan perayaan 100 tahun wafatnya Pendiri, kita ingin mengingat kata-kata dari Yohanes Paulus II: “Kalian tidak hanya memiliki sebuah sejarah mulia untuk dikenang, tetapi juga sebuah sejarah besar untuk dibangun! Pandanglah masa depan, tempat di dalamnya kalian akan diinspirasi oleh Roh, yang bersama kalian ingin melakukan banyak hal besar” (VC, 110).

Galerie de Rog yang masih anggun berdiri, bagaikan sebuah sejarah mulia untuk dikenang, namun tidak cukup untuk dikenang. Pater Jean Berthier MS dibantu oleh Roh, telah melakukan hal besar: mengubah Tangsi Militer (Tangsi Perang dan Kekerasan) menjadi Rumah Religius, Rumah Cinta Kasih. Dunia dengan kuasa dan kekayaan, telah “mengembalikan” Rumah Biara menjadi Art Galeri de Rog. Para pengikut setia dan pengagum Pater Berthier, akan diinspirasi oleh Roh, optimis memandang masa depan, dan bersama Roh Kudus, akan melakukan banyak hal besar.

Mengubah (kembali) Galerie de Rog menjadi Rumah Religius untuk para Misionaris!!? Bersama Roh Kudus tentu!! Siapa takut??

Teteringen Belanda, 1 November 2007.
Terima kasih kepada para Misionaris MSF, SVD dan dan Para Rahib Benediktin, yang telah memancarkan kegembiraan di hari tua setelah menyelesaikan perutusan mulia kepada mereka yang jauh di berbagai belahan bumi ini. Anda sekalian telah memberi inspirasi untuk tulisan sederhana ini.

Agus Doni Tupen MSF

Iklan

One response to “Tangsi Militer, Biara MSF dan Galerie de Rog

  1. terima kasih atas dukungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s