Mgr. F.X. Prajasuta, MSF

Perayaan Ekaristi Syukur
Tri Windu Tahbisan Uskup Keuskupan Banjarmasin

Dionisius Agus Puguh Santosa

Pada tanggal 23 Oktober 2007 kemarin, mulai pukul 18.30 Wita dilangsungkan Perayaan Ekaristi Syukur Tri Windu Tahbisan Uskup Mgr. F.X. Prajasuta, MSF di Paroki Katedral “Keluarga Kudus” Banjarmasin.

Perayaan Ekaristi dipersembahkan oleh Mgr. F.X. Prajasuta, MSF sebagai Konselebran Utama didampingi oleh Pastor Agustinus Dodik Ristanto, CM, Pastor Christophorus Katijanarso, CM, Pastor Aloysius Darmakusuma, MSF, Pastor Theodorus Yuliono, MSC bersama 14 orang imam se-Keuskupan Banjarmasin.

prajasuta.jpg

Perayaan Ekaristi syukur dihadiri oleh para frater, suster dari berbagai kongregasi yang berkarya di Keuskupan Banjarmasin, juga oleh umat dari 3 Paroki Kota (Paroki Katedral “Keluarga Kudus” Banjarmasin, Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda Kelayan dan Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Veteran) dan dari luar kota Banjarmasin, diantaranya dari Banjarbaru dan Pelaihari.

Sebelum Perayaan Ekaristi dimulai, dibacakan perjalanan hidup Bapak Uskup semenjak lahir hingga pada perjalanan 24 tahun sebagai Uskup di Keuskupan Banjarmasin. Pembacaan dilakukan oleh Pastor Dodik, CM. Di antaranya Pastor Dodik berujar, “Mgr. Prajasuta, MSF lahir pada tanggal 3 Nopember 1931 di Nguntaranadi, Bethal, Wonogiri. Beliau menyelesaikan seminari pada tahun 1953. Kemudian masuk seminari di Belanda pada tanggal 8 September 1954 dan mengucapkan Kaul Pertama. Romo Prajasuta ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 19 Desember 1959 di Roma. Kemudian studi di Roma sampai tahun 1962. Dan kembali ke tanah air untuk berkarya. Pada tahun 1962 berkarya di Purwadadi, Jawa Tengah, kemudian pada tahun 1964 berpindah karya ke Solo lalu tahun 1964 berpindah karya ke Solo. Pada tahun 1966 Romo Prajasuta berkarya di Seminari Tinggi Yogyakarta. Pada saat ini ada sebuah kisah yang menarik terjadi. Ketika itu ada seorang ibu yang bermimpi sewaktu anaknya sedang sakit. Dalam mimpi itu, sang ibu disuruh datang ke suatu alamat untuk bertemu dengan seseorang. Tidak tahu alamat siapa dan harus bertemu dengan siapa, ibu tersebut mencari alamat tersebut yang ternyata adalah alamat Seminari Tinggi di Kentungan, di Jalan Kaliurang, Yogyakarta.

Ketika datang di Seminari, ibu tersebut berjumpa dengan Romo Prajasuta dan ibu tersebut menjadi yakin kalau anaknya akan sembuh. Sungguh suatu peristiwa yang aneh akan tetapi benar-benar terjadi dan ini merupakan sebuah peristiwa iman bagi kita semua. Pada tahun 1977 Romo Prajasuta pindah ke Kalimantan dan kemudian ditahbiskan sebagai Uskup Keuskupan Banjarmasin pada tanggal 23 Oktober 1983 oleh Mgr. W.J. Demarteau, MSF.”

Perayaan Ekaristi pun dimulai. Kemegahan lantunan lagu-lagu Gregorian yang dibawakan oleh Paduan Suara Paroki “Sacra Familia” terdengar semakin menambah hikmatnya pelaksanaan prosesi acara.

“Dalam kesempatan ini saya hanya ingin bersyukur kepada Tuhan yang berkenan menyertai perjalanan saya sebagai Gembala, karena saya sungguh menyadari bahwa sebenarnya saya tidak pantas, saya tidak mampu, saya mempunyai banyak kekurangan. Maka bukan basa-basi jika saya berkata bahwa hendaknya setiap hari kita harus senantiasa bertobat, dan yang pertama-tama harus bertobat adalah Uskupnya.”

“Saya mengucapkan terimakasih kepada para imam, biarawan/biarawati juga kepada seluruh umat atas dukungannya selama ini dalam wujud apapun. Saya juga ingin mengucapkan terimakasih kepada kedua orang tua saya yang secara sadar telah mendidik anak-anaknya secara Kristiani, sehingga menjadikan saya siap dipanggil Tuhan untuk panggilan ini. Sejak kecil saya memang dibiasakan oleh kedua orang tua untuk berdoa rosario, sehingga saya bersyukur kepada kedua orang tua saya yang begitu memperhatikan pendidikan rohani anak-anaknya.”

“Saya ingin membuka keprihatinan saya sebagai Uskup, karena dewasa ini masih begitu langka anak muda yang mau dipanggil Tuhan untuk menjadi imam, biarawan/biarawati. Akan tetapi saya percaya pada waktunya Tuhan akan berkarya di Keuskupan ini, sehingga akan ada lebih banyak panggilan. Saya berharap agar keluarga-keluarga mendidik anak-anaknya secara Kristiani dan membiasakan melakukan doa keluarga untuk menunjang panggilan.”

“Saya sungguh menyadari penyertaan Tuhan dalam kondisi jatuh bangun. Doa Yesus Pusat Hidupku nomor 2 senantiasa saya doakan supaya saya selalu ingat bahwa panggilan saya hanyalah satu yaitu “Meneruskan kasih Allah.”
Sapaan, doa-doa, senyum dari kalian semua sangat menguatkan saya didalam menjalankan tugas-tugas saya sebagai seorang Uskup. Kepada kalian semua saya berharap jangan hanya mendoakan Uskup saja tetapi doakanlan juga para imam agar dari kepribadian mereka sungguh-sungguh dapat menghadirkan kasih Kristus.”

“Nanti akan ada serah terima jabatan Vikaris Jenderal Keuskupan Banjarmasin dari Pastor Darmakusuma kepada Pastor Yuliono, karena Pastor Darmakusuma akan berpindah tugas ke Keuskupan Palangkaraya. Kepada Pastor Darmakusuma, saya mengucapkan terima kasih atas kesediaannya dalam rangka melayani umat di Keuskupan ini. Terimakasih juga kepada Pastor Yuliono yang bersedia menerima tugas jabatan sebagai Vikjend Keuskupan Banjarmasin yang baru. Terimakasih juga saya ucapkan kepada Pastor Siswasumarta, MSF yang akan pindah ke Keuskupan lain, semoga di tempat tugas yang baru nanti bisa berkarya kembali untuk umat di sana. Terimakasih pula kepada Pastor F.X. Sumantoro Pranjono, MSF yang akan pindah tugas juga. Beliau adalah Ekonom Keuskupan Banjarmasin, terimakasih atas jasa-jasa beliau selama berkarya di Keuskupan ini. Nanti kita akan menyambut pastor-pastor baru pada waktunya. Dan saya minta kepada saudara-saudara semua agar senantiasa berdoa bagi Keuskupan ini agar terus berkembang.” demikian homili Mgr. F.X. Prajasuta, MSF dalam Perayaan Ekaristi Syukur Tri Windu Tahbisan beliau sebagai Uskup.

Acara selanjutnya dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Bapak Uskup. Usai berkat penutup, dilanjutkan dengan serah terima jabatan dari Vikjend Keuskupan Banjarmasin yang lama Pastor Darmakusuma kepada penggantinya Pastor Yuliono disaksikan oleh Bapak Uskup dan dirangkaikan dengan penyerahan tali asih dari umat 3 paroki kota yang masih-masing diwakili oleh Ketua Dewan Paroki bersama istri.

Perayaan Ekaristi ditutup dengan lagu ”Ti Rin Grazio O Mio Signore”. Lagu ini pernah dinyanyikan secara khusus oleh Bapak Uskup untuk Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II (alm) dan menjadi salah satu lagu kesukaan Bapa Suci. Lagu ini kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul “Trima kasih O Tuhan Allahku” dan diaransemen oleh Bapak Paul Widyawan dari Pusat Musik Liturgi Yogyakarta dan sering dinyanyikan jika ada Perayaan Ekaristi dengan Mgr. Prajasuta sebagai konselebran utamanya.

Setelah Perayaan Ekaristi berakhir, segenap imam, biarawan/biarawati dan umat yang hadir makan bersama di halaman Gereja dengan iringan musik dan lagu. Dalam kesempatan ini Bapak Uskup dan beberapa orang Pastor ikut menyumbangkan lagu. Secara keseluruhan acara berlangsung dengan sukses dan lancar dan semua berkat kerjasama yang baik seluruh umat, khususnya Dewan Paroki Kota. Proficiat kepada Mgr. F.X. Prajasuta, MSF ! Tuhan memberkati Bapak Uskup selalu, amin.

3 responses to “Mgr. F.X. Prajasuta, MSF

  1. * Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah, dari Muhammad, Rasulullah, untuk Heraklius, Penguasa Romawi. Salam sejahtera semoga selalu terlimpah kepada orang-orang yang mau mengikuti kebenaran. Sesungguhnya aku bermaksud mengajakmu memeluk Islam. Masuklah Islam, niscaya kamu akan selamat. Masuklah Islam niscaya Allah akan menganugerahimu dua pahala sekaligus. Jika kamu berpaling dari ajakan yang mulia ini, maka kamu akan menanggung dosa seluruh pengikutmu. Wahai Ahli Kitab, marilah kepada suatu kalimat ketetapan yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita mempersekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain daripada Allah. Jika mereka berpaling maka kataka! ! nlah kepada mereka: Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri kepada Allah) (QS Ali Imran : 64).” Diriwayatkan dalam hadist sahih Imam Muslim 3322.

    * Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

    Dari Muhammad Rasulullah saw. kepada Najasyi Ash-ham raja Habasyah

    Salam sejahtera bagimu

    Aku memuji engkau kepada Allah Yang Maha Suci lagi Perkasa, dan aku bersaksi bahwa Isa a.s. adalah ruh Allah dan kalimah-Nya yang dicampakkan kepada Mariam seorang perawan suci, bersih, dan terjaga. Mariam mengandung Isa a.s. Kemudian Allah menciptakan Isa a.s. dari ruh-Nya dan ditiupkan-Nya ruh itu (ke dalam jasadnya) sebagaimana Adam a.s. yang diciptakan Allah langsung dengan Tangan-Nya dan ditiupkan-Nya ruh (ke dalam tubuhnya). Kini aku mengajak engkau (untuk menyembah) Allah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya dan terus-menerus mentaati-Nya serta mengikuti aku. Juga engkau mempercayaiku dan ajaran-ajaran yang diturunkan-Nya padaku bahwa aku adalah utusan-Nya. Aku telah mengutus kepadamu keponakanku yang bernama Ja’far bersama serombongan kaum muslimin. Apabila mereka telah sampai ke hadapanmu, maka layanilah mereka sebaik-baiknya dan tinggalkanlah kesombongan. Aku mengajak engkau dan seluruh tentaramu kepada (agama) Allah. Sungguh telah aku sampaikan risalah dan nasihatku, maka terimalah ajakan dan nasihatku ini!”

    Salam sejahtera bagi siapa saja yang mengikuti hidayah

    * surat Rosulullah SAW. kepada Kisra, melalui jalan Ibnu Ishaq yang
    isinya; Dengan Menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha
    Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Kisra Penguasa Persia!
    Keselamatan bagi orang yang mengikuti petunjuk, beriman kepada Allah
    dan Rosul-Nya, bersaksi tiada Tuhan kecuali Allah semata yang tida
    sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Aku ajak
    kamu dengan ajakan Allah, aku utusan Allah untuk seluruh manusia,
    supaya aku memberi peringatan orang yang hidup dan berkata benar kepada
    orang-orang kafir. Jika mau masuk Islam kau selamat, dan jika enggan
    maka kau menaggung dosa orang-orang Majusi.

    * Demikian isi surat ini yang dikirim nabi kami kepada raja romawi yang beragama nasrani, raja habasyah yang beragama nasrani, raja persia yang beragama penyembah api.

    * maksud dan tujuan kami adalah menyampaikan ilmu.
    * maukah kamu masuk Islam ?

  2. pemeluk kristen

    Syaloom selamat pagi ;semua agama itu baik tapi tidak boleh saling memaksakan untuk memeluk agama itu keyakinan orang masing-masing ; bukan karena hanya memeluk agama itu lansung orang bersangkutan selamat banyak juga orang islam masuk gereja dan malahan jadi pendeta contohnya pendeta yesaya pariadji dia dulunya seorang yang sangat tekun dalam agamanya kemudian dia lumpuh kemudian ada yang mengajak dia masuk agama kristen dan dia sembuh ;jadi semua yang mengatakan bahwa hanya agama islam itu baik itu salah besar

  3. Trima kasih atas buku kecil dan berkahnya Romo Kanjeng ,,,
    Anak saya tadi cerita ketemu Romo Kanjeng dan rombongan Suster-suster di Sendang Jatiningsih ,,,,, ,,,
    Kami dari Paroki Mlati .
    Semoga Romo masih ingat anak-anak tersebut.
    Berkah Dalem

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s