Film sebagai Sarana Panggilan

Louis Jean dan Auguste Marie Louis Nicholas  Lumière adalah penemu cinematographe, sebuah kamera gambar bergerak three-in-one yang terdiri dari kamera gambar bergerak (film) dan perlengkapanya termasuk proyektor. Keduanya merupakan para perintis penyutradaraan dan pembuatan film. Mereka dilahirkan di Twin Valley, Besancon (Perancis) namun kemudian besar di Lyon. Ayah mereka menjalankan bisnis fotografi dan keduanya bekerja di perusahaan ayahnya. Louis bekerja sebagai fisikawan sedangkan Auguste sebagai manajer. Louis kemudian membuat beberapa peningkatan pada proses fotografi.

Pada  28 Desember 1895, menggunakan cinematographe (proyektor film) mereka, Louis dan Auguste memperlihatkan gambar bergerak kepada penonton berbayar untuk pertama kalinya.

“Dans un torrent de lumière presque surnaturelle des personnages apparaissent…se meuvent, vivent!”

Dalam waktu singkat (1895 – 1908), yaitu 10 tahun media Film berada di rangking utama dalam sejarah Eropa dan Amerika Serikat. Pun film “kolonial” membawa gambar gambar yang hangat di dalam ruang bioskoop. Gambar gambar exotis: binatang buas dan orang negro yang makan manusia.

Setelah Perang Dunia kedua gambar gambar realistis muncul dalam film.

Pada awal gereja tidak terlalu mendukung media film, tetapi akhirnya mendukung dengan membawa film film missi.

Mau tidak mau Misi Katolik mempunyai pengaruh di dunia kolonial. Untuk promosi misi sudah ada majalah untuk anak-anak dan umat.

Dalam film “De Kleine Apostel” (1938) Leufkens mempromosikan majalah yang diterbitkan di Steyl. Film itu – pandai sekali – disusun dengan kerangka ceritera yang dibacakan seorang ibu untuk anak-anak. Diperlihatkan gambar gambar “hidup” dari lingkungan, cara kerja dll di zaman itu.

Pandangan film “Bad motion pictures are occasions of sin: they seduce young people along the ways of evil by glorifying passions. They show life under a false light.” berubah.

Setelah Perang Dunia pertama pandangan gereja berubah terhadap film. Pada tahun 1928 didirikan Office Catholique Internationale du Cinéma (Buro International Film), kemudian dedukung dalam ensiklik Paus Pius XI, Vigilanti cura..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s