Imam; Siapakah Itu?

Seseorang dikatakan telah menjadi imam bila ia telah diurapi sakramen imamat kudus dan telah menerima berkat tabhisan dan perutusan dari seorang uskup sekaligus dilantik untuk melayani Kristus Guru, Imam dan Raja. Seorang imam turut menunaikan pelayanan Kristus Sang Gembala Agung, yang rela mempertaruhkan nyawa-Nya demi keselamatan para domba-Nya.Oleh karena itu imam juga sering disebut“Pastor” ( dari kata bahasa Latin yang berarti gembala).

Untuk menjadi gembala yang baik, para imam harus selalu berada di tengah umat untuk melayani, menghantar mereka di padang rumput yang hijau dan menghantar mereka ke sumber air yang berlimpah . Selain itu sang gembala juga harus rela dan berani mati jika harus membela mereka dari serangan musuh atau binatang buas. Seorang imam bila sungguh meneladani Kristus, ia akan dicari dan terus dicari oleh umat Allah.

Imam secara khas diterimakan melalui Sakramen Imamat yang melambangkan bahwa para imam berkat pengurapan Roh Kudus ditandai dengan materai istimewa dan dengan demikian dijadikan serupa dengan Kristus sang Imam Agung. Imam itu dikaruniai rahmat Allah untuk menjadi pelayan Kristus di tengah umat.Melalui pelayanan para imam, korban rohani kaum beriman mencapai kepenuhannya dalam persatuannya dengan korban Kristus. Adapun tujuan pelayanan dari imam yakni mencapai kemuliaan Allah Bapa dalam Kristus. Tujuan itu tercapai bila seorang imam harus mengetahui apa yang menjadi kebutuhan umat saat ini,apa yang menjadi keprihatinan umat pada umumnya dan umat Katolik pada khususnya. Untuk itulah, pendidikan calon imam yang panjang sangat menentukan sekaligus memastikan bahwa apakah calon imam itu layak menjadi imam atau tidak. Apakah calon imam itu sudah layak diurapi Sakramen Imamat untuk melayani Tuhan dalam diri umat-Nya.Bukan cuma itu.Umat juga harus secara sadar, bebas dan penuh syukur menerima karya Allah yang terlaksana dalam Kristus, dan menampakan itu melalui seluruh hidup para imam.

Maka seorang imam haruslah hidup seperti Kristus.Ia hendaknya memperhatikan kebutuhan umatnya dari pada kebutuhan pribadi ataupun tarekat.Ia harus melayani umat seperti halnya Kristus Sang Guru Ilahi.Dengan demikian,para imam ikut menambah kemuliaan Allah dan membantu umat berkembang dalam kehidupan Ilahi.

Titus Tukan (Seminaris)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s