Berita Domus Banjarbaru

Setelah beberapa bulan yang lalu para anggota domus Banjarbaru mengadakan pertemuan rutin triwulan Maka pada tanggal 13-14 Maret yang lalu para anggota domus Banjarbaru kembali berkumpul di Provinsialat Banjarbaru. Pertemuan ini dihadiri P. Timo, P.Toro, P. Rubidi, P. Felix, P. Doni, P. Siswo, P. Teddy dan P. Ionday. Pertemuan ini sangat serius karena membahas bahan Kapitel Jenderal dan membuat beberapa usulan mengenai bagaimana seharusnya langkah-langkah yang bisa diambil oleh Dewan Jenderal demi perkembangan kongregasi yang tercinta ini. Dalam pertemuan ini, kami juga memilih utusan untuk kapitel luar biasa Provinsi.

Beberapa hal yang menjadi masukan dari domus Banjarbaru untuk para rektor domus atau pemimpin komunitas sesuai dengan pertanyaan dari panitia persiapan kapitel Jenderal yakni Bagaimana seharusnya peran dan tanggung jawab para superior di Komunitas-komunitas Lokal? Para anggota Domus Banjarbaru menyadari bahwa peran seorang pemimpin lokal sangat penting maka seorang pemimpin lokal harus mampu menjalankan peran dan tanggung jawab sebagai koordinator, fasilitator dan mediator di antara para Konfrater ( DP Kalimantan 5.1.2, 5.1.3, 5.1.3a, 5.1.3b, 5.1.3c, 5.2). Setelah mendengar masukan dari para anggota, rektor Domus menyampaikan apa yang menjadi hambatan dalam menjalankan tugasnya diantaranya karena rangkap tugas dan beberapa anggotanya yang tinggal dipastoran dengan beberapa pastor yang berbeda tarekat/kongregasi. Hal inilah yang kadang-kadang membuat program berjalan tersendat-sendat. Dengan demikian Domus Banjarbaru mengusulkan untuk Dewan Jenderal yakni : untuk membangun rumah biara di pusat-pusat Domus (Sampit, Ampah, Sendawar), Kapitel Umum memikirkan adanya pembicaraan antara Jenderalat dan Keuskupan mengenai komunitas campuran (kerjasama antara Jenderalat dan Keuskupan) dan ada kejelasan dari Kapitel Umum mengenai batas-batas teritorial/Yuridis Domus/Provinsi (Exp : Konfrater di Tanjung-Selor).

Pembicaraan lebih hangat lagi ketika membahas tentang Pembinaan para formator dan formandi di masa kini. Menurut anggota Domus Banjarbaru bidang ini sangat tidak diminati dan kadang-kadang dilihat sebelah mata. Hal ini disebabkan karena dari awal mula calon hanya berpikir untuk jadi Pastor yang kerja di Paroki saja. Maka para anggota Domus Banjarbaru mengusulkan untuk Dewan Jenderal agar ada pertemuan tingkat kongregasi khusus untuk para formator (2 tahun sekali) (DU 068), adanya kerja-sama dalam hal pembiayaan pertemuan para formator, ada ahli Formator yang bisa lintas Provinsi, adanya dana solidaritas antar provinsi yang dikelola dengan benar oleh ekonom Jenderalat atau Dewan Moneter Kongregasi dan setiap Provinsi harus menyediakan/menyiapkan jumlah tenaga Formator yang cukup (regenerasi). Maka langkah konkret yang bisa ditempuh adalah penyediaan tenaga formator yang Variatif (kursus/sekolah) dan dalam pembicaraan Kapitel Provinsi harus ada rencana/program menyangkut Formatio dan penyiapan tenaga Formator.

Pada bagian akhir pertemuan dibahas mengenai : perutusan/animasi Missioner MSF saat ini. Menurut anggota Domus Banjarbaru pemaknaan misi harus dimengerti lebih luas lagi seperti pembelaan keadilan dan perdamaian dunia. Perlu ditegaskan lagi mengenai kerasulan missioner yang bersifat kategorial atau pembebasan manusia yang seutuhnya bukan hanya sekedar pembebasan jiwa.

Setelah seharian penuh membahas banyak hal maka pertemuan ditutup dengan completorium dan dilanjutkan rekreasi bersama. Pada keesokan harinya kami konselebrasi bersama dalam misa pagi. Pertemuan masih lanjutkan sampai jam 10 untuk membahas pertemuan para Misdinar dari 3 paroki (Banjabaru, Kelayan dan Veteran) pada tanggal 20 Maret 2007 di Takisung. Tema Temu Misdinar (Penyadaran untuk menjadi Misdinar yang siap sedia dalam Pelayanan).

Temu misdinar. Biar jadi pelayan Tuhan yang baik dan semangat

Disini kami laporkan hasil kegiatan tersebut. Jumlah keseluruhan misdinar dari ketiga Paroki yang ikut sekitar 125 orang. Para pendamping berasal dari masing-masing paroki dengan biaya ditanggung masing-masing paroki. Namun pemberi materi terdiri P. Teddy MSF, P. Doni MSF, P. Ionday MSF dan para seminaris Johaninum. Pertemuan ini semi resmi karena dengan pertimbangan anak-anak akan merasa bosan bila hanya duduk manis maka dalam setiap sesi ada permainan kemudian dari permainan tersebut dijelaskan apa maksudnya. Pertemuan ini sekitar 3 jam kemudian dilanjutkan rekreasi bebas di pantai. Mulai jam 10 pagi selesai jam 14.30.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s