Kiat Yang Tepat Untuk Berhenti Merokok

( Sharing dari seorang umat Paroki St. Theresia Prapatan)

merokokGubernur DKI Sutiyoso telah mengeluarkan larangan merokok di tempat-tempat umum untuk daerah DKI melalui Perda yang mulai diberlakukan pada tgl 2 April 2006 yang lalu. Bagi yang ketahuan melanggar dikenakan denda setelah disidangkan dengan membayar denda Rp. 50.000, sedangkan menurut Perda seharusnya Rp. 50 juta.

Sebelum itu yayasan Jantung Indonesia sudah sering mengadakan himbauan untuk tidak merokok satu hari saja pada hari-hari yang dianggap penting, juga memakai hari tanpa tembakau pada acara yang lain.

Semuanya itu dimaksudkan agar semua orang Indonesia berhenti merokok, karena WHO telah mengeluarkan pendapatnya bahwa merokok itu berbahaya bagi kesehatan, tidak hanya bagi perokoknya sendiri tetapi juga bagi orang-orang yang berada di sekililing orang yang merokok tadi. Memang masalah merokok, pemerintah dihadapkan pada dua hal yang kontroversial, yaitu; antara Cuka tembakau dan Rokok yang cukup besar, tetapi di lain pihak harus mengeluarkan biaya yang cukup besar juga untuk mengobati dan merawat orang-orang yang sakit karena rokok.

Baiklah kami tidak turut campur dalam hal tersebut di atas, tetapi kami hanya ingin berbagi pengalaman mungkin ada manfaatnya bagi mereka yang betul-betul mendambakan kesehatannya. Kami, tepat tgl 5 April 2006 yang lalu telah genap 80 tahun dan sekarang masih aktif kuliah Kewiraan di Uniba dan Stiepan di Balikpapan. Kami juga masih aktif mengelolah kelompok bermain ASTA-PURWA (Play Group) yang kami dirikan pada 21 April 1981 setelah kami kursus dari Pak. Kasur di Jakarta. Kami pernah menjadi perokok berat pada zaman Jepang dengan menghabiskan setiap harinya 6-7 pak @ 20 batang rokok KOA. Warna ujung jari telunjuk dan jari tengah bukan coklat kekuningan lagi tetapi kehitaman. Kami berhenti merokok pada waktu perang kemerdekaan, karena blokade dari Belanda hingga sulit mendapatkan sebatang rokok.  Bila harus pindah tempat, maka pada umumnya semua yang merokok selalu hanya melihat ke bawa untuk mencari puntung rokok untuk buat rokok setelah memiliki waktu yang cukup. Waktu itu ada pengumuman bahwa penyakit yang paling berbahaya adalah TBC, kami lalu merenung: “Ya kalau puntung itu puntungnya orang sehat, lha kalau puntung itu bekasnya orang TBC, pasti kami akan tertular”. Akhirnya kami putuskan untuk berhenti merokok sampai sekarang ini.

Selanjutnya setelah kami mengelolah anak-anak Balita dalam Play Group kami masih sering menjumpai anak-anak yang masih sering ngedot dari botol, tetapi masih ada juga yang masih minum ASI (ngedot/ngempeng) ibunya. Setelah kami amati dan analisa, ternyata antara ngedot/ ngempeng dari botol/ ASI ada dua persamaan dan satu perbedaan. Persamaan pertama, bahwa merokok dan ngedot itu sama-sama nikmat. Untuk yang merokok misalnya setelah makan atau sewaktu di WC, sedangkan anak yang ngedot biasanya pada waktu tidur atau sedang lapar. Perhatikanlah roman muka mereka semua mengalami atau merasakan kenikmatan bukan? Persamaan yang kedua adalah, bahwa merokok ataupun ngedot itu dua-duanya dapat dihentikan, asal ada kemauan. Nah sekarang satu-satunya perbedaan ialah: kami percaya semua sependapat dengan kami bahwa susu botol/ ASI itu sangat berguna bagi kesehatan anak dan sangat diperlukan bagi pertumbuhannya, sedangkan merokok jelas-jelas membuat sakit diri sendiri maupun orang lain mungkin dalam waktu yang lama. Kemudian pertanyaan yang kami lontarkan adalah: “Bila anak-anak dapat menghentikan ngedot dan ngempengnya, mengapa orang tua itu tidak dapat mengehentikan aktivitas merokoknya!” demikian ungkapan kami sebagai LANSIA semoga dapat direnungkan untuk diambil manfaatnya, Amin.

Iklan

3 responses to “Kiat Yang Tepat Untuk Berhenti Merokok

  1. top banget pengen dong bisa berhenti merokok

  2. stop merokok ! karena hanya akan merusak kesehatan dan lingkungan ! God Bless

  3. Kalau mau berhenti merokok ya nggak usah beli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s