Relevansi Pemikiran Pater Berthier Bagi Karya Misi MSF Provinsi Kalimantan

Pada bulan September yang akan datang, MSF Provinsi Kalimantan akan merayakan ulang tahun ke-80 di bumi Kalimantan. Pada tahun 2007 yang akan datang, Gereja Kalimantan khususnya Keuskupan Agung Samarinda akan melakukan napak tilas peringatan 100 tahun karya misi Gereja di Kalimantan khususnya di keuskupan Agung Samarinda yang menurut rencana akan diadakan di bumi Laham, jejak awal para misionaris menaburkan benih-benih iman menuju perkembangan pembangunan Gereja lokal yang mandiri.

Atas dua peristiwa mahabesar dan bersejarah dalam perjalanan karya misi Gereja yang melahirkan rasa syukur dalam kehidupan Gereja di bumi Borneo khususnya di keuskupan Agung Samarinda, dan lebih khusus lagi bagi para anggota tarekat MSF provinsi Kalimantan, yang turut ambil bagian dalam karya misi awal dan terus berkiprah di pulau seribu sungai hingga detik ini. Kiranya penting untuk melihat dan merenungkan kembali beberapa pokok pikiran mendasar  dari Pater Berthier sang pendiri Tarekat MSF yang tentunya menjadi landasan dan daya dorong bagi kita dalam mengembangkan sayap karya misi di Kalimantan melalui ketiga kerasulan (misi, Keluarga, dan Panggilan) dan juga melalui reksa pastoral kategorial (pastoral kaum muda) dalam kerangka mendukung gerak langkah ketiga kerasulan tarekat dalam provinsi kita.

Dalam kerangka itulah maka beberapa pokok pemikiran Pater Pendiri bisa menjadi inspirasi karya misi MSF Kalimantan yang antara lain, (Bdk. P. Avrillong MSF-Pensee du Foundateur, Le Messager Missionnaire de la Sante Famille, 1995, hlm. 7);

Pertama; Putera Allah mengambil kemanusiaan kita dan menjadi sama seperti kita kecuali dalam hal dosa, menyatukan dalam dirinya seluruh ciptaan dan membawa kembali pada Allah, yang merupakan tujuan karya misi-Nya, agar semakin memuliakan Bapa-Nya di surga. Maka menjadi tugas kita pertama-tama adalah demi kemuliaan Allah bersama mereka (umat) yang kita layani.

Kedua; di dalam merenungkan Keluarga Kudus, kita menemukan teladan iman, yang menjadi dasar kehidupan dan karya misi kita yang luar biasa, harapan yang menjadi pilar kekuatan misi dan kasih yang menjadi daya dorong, religiositas yang lebih bermutu dari segala nilai-nilai moral dan doa yang merupakan sumber segala rahmat. Semuanya itu adalah kekuatan bagi kita di dalam menjalankan karya misi kita.

Ketiga; teladan Keluarga Kudus merupakan harta rohani yang diwariskan kepada kita, yang juga kita bagikan dan wariskan kepada siapa saja yang kita layani. Namun ada dua harta terpendam yang sangat istimewa, yaitu; menggali dan merenungkan kembali makna kesatuan hati Yesus, Maria dan Yusuf melalui sebuah keheningan dan meditasi yang pada akhirnya membuka kembali seluruh kekayaan yang bermutu dan bernilai bagi pelayaan pastoral dan karya misi kita.

Keempat: sebagai misionaris janganlah kita takut menjadi miskin. Allah selalu siap untuk memberikan ribah yang lebih besar bagi kemiskinan-kemiskinan kita.

Kelima: semangat hidup miskin di hadapan Allah dan sesama merupakan sebuah “keajaiban” yang selalu hadir setiap hari dalam kerangka mengoreksi kepercayaan yang lain akan perkataan-perkataan yang keliru mengenai kemiskinan rohani di medan misi.

Keenam: mencintai Kitab Suci, mencecapnya sebagai makanan di dalam jiwa kita sebagai sebuah gerak misi yang konkret, karena di dalamnya kita memperoleh kebenaran dan kehidupan.

Ketujuh: Allahku, Allah kita selalu memberikan kedamaian bagi mereka termasuk kita yang dengan penuh semangat kesetiaan dan ketekunan melayani orang-orang miskin dan yang jauh baik secara geografis maupun rohani.

Kedelapan: sebuah pedang (kampak), beberapa jumbai yang akan menyertai, tinggal yang tak berguna, jika kita tidak mengotori tangan kita dalam setiap pekerjaan tangan yang mendukung karya misi dan kerasulan kita. Itu berarti kita sendiri tidak berada dalam kesatuan dengan Allah, kita dipanggil sebagai pekerja yang mulia untuk keselamatan, kita adalah rasul-rasul-Nya yang menjadi alat-alat-Nya, untuk memenuhi atau mengisi sebuah pelayanan yang membawa hasil bagi perkembangan Gereja dan iman umat.

Maka semoga pemikiran dasar Pater Berthier, MS ini menjadi daya dorong dan inspirasi bagi kita untuk terus menekuni karya misi kita melalui  ketiga kerasulan kita di mana saja kita diutus dalam iman, harapan, dan kasih serta doa sumber kekuatan dan harapan kita.

Fr. Tuan Kopong (Bung Musafir).

11 responses to “Relevansi Pemikiran Pater Berthier Bagi Karya Misi MSF Provinsi Kalimantan

  1. Antonius Yosef Ratmono

    Selamat Siang Para Pengelola MSF,
    Senang rasanya saya bisa menemukan dan membaca kembali perihal MSF yang pernah saya banga-bangakan dan melekat dihati, sampai sekarang.
    Saya adalah salah satu anggota kelompok Brayat Minulya Jakarta, anak buahnya mas Andre eks MSF. Kelompok Brayat Minulya adalah salah satu pengobat rasa haus dan kangen dengan MSF, meskipun sudah bukan lagi anggota Tarekat MSF.
    Mari kita saling berkomunikasi dengan adanya fasilitas ini, siapa tahu kita saling bisa memberi semangat dlm berkarya seperti Pater Berthier. HP.0815_10072445.
    Sebenar saya dkk punya uneg2, apa Tarekat MSF bisa bekerja sama dengan paroki dimana saya tinggal, Bogor. Maksudnya, MSF membantu karya di Bogor. Dikomplek saya sdh ada Pasturan & Gereja, tapi tidak ada Pastornya. Di Bogor sangat kurang Pastor. Misa 1 Bulan sekali, kasihan ya! Umat di sana pengin bisa misa tiap minggu, dan punya pastor tetap untuk membimbing iman mereka. Paroki bogor selalu bilang, tidak ada pastor lagi, pusing. Paroki pasif dan malu minta bantuan tareka lain. Apakah MSF bisa aktif kontak Bogor, setelah saya bercerita. Ini Tantangan! Kapan mau survai ke komplek saya, saya tunggu email anda.

    Ok trim,s
    Selamat berjarya

    Antonius Yosef Ratmono
    Muridnya Tan Tian Sing MSF

    Cepat balas ya!

  2. Antonius Yosef Ratmono

    O iya romo-romo MSF yang saya kagumi, tolong ceritakan kepada rekan-rekan anda, terlebih kepada para pejabat MSF.
    Di tempat saya tinggal Komplek pura Bojonggede Bogor, sudah punya pasturan, punya gereja, Tabernakel, ada umatnya sekitar 886 kepala keluarga, dan ada 6 lingkungan dalam satu wilayah, tetapi misanya cuma sebulan sekali minggu kedua. Kasihan banget ya romo! Saya adalah Sie Liturgi Wilayah Bojonggede s/d 2010.
    Pihak gereja Katedral Bogor selalu beralasan tidak ada lagi romo, romo yang ada di Paroki katedral cuma 4, itu pun sudah pasti habis dibagi-bagi ke biara dan stasi sekitar Bogor. Misa sebulan sekali sudah berlangsung hampir 3 tahun, dan sepertinya tidak ada kemajuan untuk misa tiap minggu, karena tak ada romo yang mau tinggal dan membuat misa di Bojonggede Bogor. Kasihan ya….!
    Imbasnya, saya jadi misanya juga sebulan sekali, karena keadaan, saya akan repot dan berat diongkos kalau harus 4x misa ke Katedral Bogor, jauhnya bok!
    Itu baru keluarga saya romo belum keluarga2 katolik yang tidak ada kendaraan, pasti akan berpikir berkali-kali, juga keluarga2 lansia pun juga menjadi tidak tertangani dengan baik, pro diakon masih terbatas.
    Maka melaui surat ini, kiranya Anda sebagai Romo-romo MSF, yang punya rekan banyak di tarekat, bisa memberikan pandangan atau bantuan atau apalah namanya untuk paroki Katedral Bogor yang selalu bilang tidak ada romo yang membantu untuk misa di wilayah Bojonggede Bogor. Membangun komunikasi antara Tarekat MSF dengan Uskup Bogor dan juga dengan romo-romo Projo di Katedral Bogor, tentunya menyampakan masalah tesebut di atas, itu harapan saya sebagai orang katolik. Kalau MSF serius pasti bisa, dan pasti akan banyak keluarga2 katolik yang kuat imannya dan berkembang umat katolik di Bogor.
    Kapan Romo-romo MSF ada waktu untuk misa di katedral Bogor sekalian meninjau wilayah Bojonggede Bogor. Kalau romo masih sangsi dengan dengan cerita ini, silahkan saja bertanya kepada Romo Yere MSF, Beliau pernah memberi rekoleksi keluarga katolik wilayah Bojonggede sebanyak 2 kali.
    Oke itu dulu ya romo-romo, sedikit cerita dari saya yang masih cinta dengan MSF. Semoga harapan ini bisa terwujud meski harus menunggu lama dan kapan bisa menjadi gereja sendiri. Setuju romo……! Maka tolonglah, Tarekat MSF doakan umat di Bojonggede Bogor dan berkatilah mereka dan juga saya sekeluarga. selamat berdoa dan bekerja!

    Salam kangen,

    Antonius yosef Ratmono
    tlp. 0251_551583 Hp. 0815_10072445

  3. Mas, ratmono yang sibuk di Liturgi. Kekurangan imam selalu menjadi alasan mengapa banyak paroki/stasi tidak terlayani dengan baik oleh kehadirana seorang imam. Di Kalimantan lebih parah lagi. Di pedalaman kalimantan Timur, ada stasi yang bisa dikunjungai dua bulan sekali karena saking banyaknya stasi dan umat. Sedangkan pastor rata-rata satu saja di setiap pastoran. Karena itu, gereja sebagai paguyubuan umat beriman, kiranya perlu mengkader banyak tokoh umat: pemimpin ibadat, diakon paroki untuk membantu pembinaan iman umat di stasi-stasi yang jauh dari paroki. Kita hanya dapat berdoa semoga Tuan pemilik panenan ini, dapat memberikan banyak pekerja di kebun anggurnya. Keluarga-keluarga juga dimohon untuk berdoa bagi tumbuhnya banyak panggilan imam, bruder dan suster dan yang terpenting berani berkorban bukan hanya dalam derma untuk calon imam biarawan-wati tetapi juga berani “mengorbankan” anak-anak demi kelangsungan pelayanan gereja dan keselamatan umat Allah. Teriring salam dan doa saya, Pastor Stanislaus Tingang Ding MSF

  4. Komentar saya mengenai pastor atau bruder yang berkarya di Bogor: karena pemilik wilayah pelayanan pastoral di seluruh keuskupan Bogor, termasuk, stasi Mas Ratmono, Bojonggede, berada di tangan wewenang Bapak Uskup, maka setiap ordo/tarekat hidup bakti yang diperkenankan berkarya disana atas ijin dan permintaan Bapak Uskup setempat. Permohonan itu ditujukan pada Pater Propinsial masing-masing ordo/tarekat hidup bakti oleh Uskup.Ada prosedur yuridis yang harus ditaati kedua pemimpin. Semoga Mas Ratmono di tengah keadaan stasi seperti itu, terpacu untuk menggerakkan umat dalam peribadatannya, sebab nilai ibadat sabda setiap hari minggu yang dipimpin oleh umat atau pemimpin ibadat setempat tidak lebih rendah nilainya daripada perayaan ekaristi yang dipimpin oleh seorang imam. Selamat berjuang Mas Ratmono, salam dan doa saya: Pastor Stanislaus Tingang Ding MSF.

  5. Kepada Tarekat MSF Kalimantan, Selamat ulang tahun karya di Kalimantan. Selamat melanjutkan karya misi dengan kekayaan iman dan persaudaraan.
    Buat Mas Ratmono, semoga segera ada Romo yang berkarya dan melayani umat di Bojonggede, Bogor.
    btw, saya pernah bertemu dan dipesan Romo Muhamad Fajar MSF ikut gabung di situsnya Brayat Minulya. alamatnya apa ya?

    salam
    M. Unggul Prabowo
    di Bandung

  6. Kepada Yth Pastor Stanislaus Tingang Ding MSF.

    Pertama-tama sy mengucapkan terima kasih kepada Pastor Stanislaus Tingang Ding MSF yg telah sudi membaca cerita beberapa bulan yg lalu.
    Kedua, salam kenal dari sy orang seberang sana.
    Ketiga, terima kasih atas perhatian dan tanggapannya yg sdh panjang lebar dan memuaskan. Tetapi msh ada yg mengganjal di hati saya, msh boleh cerita lagi kan?

    Dalam tanggapan romo mengatakan “Kita hanya dapat berdoa semoga Tuan pemilik panenan ini, dapat memberikan banyak pekerja di kebun anggurnya. Keluarga-keluarga juga dimohon untuk berdoa bagi tumbuhnya banyak panggilan imam, bruder dan suster dan yang terpenting berani berkorban bukan hanya dalam derma untuk calon imam biarawan-wati tetapi juga berani “mengorbankan” anak-anak demi kelangsungan pelayanan gereja dan keselamatan umat Allah”.
    Saya menjadi terusik dengan harapan romo karena sebenarnya di wilayah saya, Bojonggede Bogor, sangat banyak anak2 remaja dan juga mudika yg belum mengenal pangilan sebagai imam, bruder dan suster.
    Saya berani mengatakan seperti itu krn melihat dan merasakan sendiri bahwa mereka anak2 mudanya tidak bisa lebih dekat dengan kegiatan gereja. Bagaimana bisa mereka mengenal panggilan klu misanya hanya sebulan sekali dan habis misa romonya cepat2 pamit pulang dan entah kabur kemana setelah dpt stipendium.
    Semestinya romo yg melayani misa itu bisa lebih lama bercengkerama atau berkomunikasi dengan mereka anak2 muda yg memang butuh untuk dirangkul bukan malah ditinggal pulang ke pusat.
    Sudah bisa ditebak, mereka anak2 muda itu akhirnya ya bubar sendiri2 karena tidak ada idola yg mau diajak berkomunikasi. Pastor or suster adalah salah satu idola anak2 muda di Bojonggede, selain artis TV Idol.
    Di sana tdk tumbuh panggilan krn tdk bisa kenal secara lebih dekat dengan ordo atau tarekat yg melekat dalam diri romo yg melayani Misa 1x sebulan, terlalu singkat pertemuannya. Anak2 muda mau bertanya kepada siapa krn yg ditanya tdk ada dan sudah pergi.
    Mereka yg menjadi misdinar ya sekadar menjadi misdinar saja. Mereka yang menjadi lektris ya sekadar menjadi lektris, selesai. Mau ngapain lagi mereka juga bingung sendiri krn tidak ada pastor yg menjadi idola dan tempat bercanda ria.
    Beberapa bln yg lalu kami sempat 2x meminta bantuan Suster Suster FMM untuk membimbing rekoleksi Rekat dan Mudika se Wilayah Bojonggede. Acara bisa berlangsung lancar 7 sukses krn peserta melbih target dr panitia rekoleksi. Tetapi yg menjadi masalah adalh untuk misa penutupan rekoleksi harus mencari sendiri pastor yg mau Misa, karena Katedral tdk ada lagi pastor. Padahal sdh jau2 hari pesan pastor dari paroki pusat. jawabannya: “Tidak adalagi pastor yang bisa. silahkan cari sendiri ke Jakarta”.
    Panitia pusing 7 keliling dengan jawaban romo yg berordo Pr tersebut. Akhrinya dpt pastor juga dr Jkt setelah berburu berhari-hari berkat banyaknya kawan eks frater dari berbagi tarekat & ordo yg ikut sibuk kontak2 temannya.
    Kira-kira itu Pastor Stanislaus Tingang Ding MSF hal yg mengusik sy. Tidak cukup berdoa saja, MSF harus berbuat, bertindak. Uskup Bogor msh pasif. Maaf!
    Terima kasih dan selamat berkarya.

  7. Kepada Pastor Stanislaus Tingang Ding MSF

    Dilanjutkan ya Pastor Stanislaus Tingang Ding MSF masih banyak uneg2 saya.

    Karena di komplek sy tinggal Misa 1x sebulan akibatnya anak2 sy menjadi kurang tumbuh bagus soal imannya. Hal seperti ini yg bikin was-was kami sebagai orangtua, bukan hanya saya saja. Mereka yg punya anak2 remaja & mudika pasti juga was-was, jadi sekali lagi tidak hanya saya saja.
    Dalam mengatasi rasa was-was akan iman anak2 yg pernah kita ucapkan dlm janji perkawinan, maka saya bersama istri memutuskan untuk menyekolahkan di Sekolah Katolik yg cukup jauh jaraknya dan juga cukup MAHAL biayanya. Cukup banyak keluarga2 katolik yg pemikiran sama supaya iman anak bisa berkembang baik, mulai dari baptis, komuni, krisma dst. Kalau di gereja komplek mana mungkin bisa, sampai ubanan juga nggak bisa karena gereja komplek tidak ada pastornya. Setuju kan pastor…?
    Saya punya tiga (3) anak, yg no 1 cewek saya kirim sekolah ke SMA Santa Maria Yogyakarta yg berasrama dan diasuh suster2 OSF. Tiap hari dia bisa ikut misa harian & mingguan. Cukup aman pastor sdh mandiri. Anak yg kedua laki2, saya kirim ke Asrama Bruderan, sekarang kelas 2 SMP Budi Mulia, cukup MAHAL juga Pastor. Kagak bisa murah sekolah di Katolik! Dia sdh rajin ikut Misdinar tiap Minggu, ikut klub Futsal misdinar Katedral. Ke gereja tiap minggu tanpa disuruh. Cukup aman juga pastor. Kalau orangtua terpaksa misa 1x sebulan.
    Anak yg ketiga kelas 1SD Kristen yg agak murah dan dekat. Akibatnya malas ikut sekolah minggu di Komplek. Wah ini agak repot Pastor. Bagimana kenal pangilan pastor? Apa lagi bisa kenal Tarekat MSF! Ya
    pasti gak mungkin, kalau MSF tidak berbuat dan bertindak di Komplek Wilayah Bojonggede Bogor! Berdoa saja tidak cukup pastor.
    Gereja punya, Rumah pastoran ada masih kosong, Pastornya kagak ada. Kasihan bener nasib orang2 katolik di Wilayah Bojongede.
    Kira-kira itu Pastor Stanislaus Tingang Ding MSF. semoga pastor bertambah semangat dalam meneruska karya2 Pater Berthier MSF sdi Indonesia.
    Saya pengin share foto2 kegiatan ke Pastor bisa nggak, apa alamat emailnya? Boleh kirim donk!

    Terima kasih Pastor,

    Antonius Yosef Ratmono
    ———————
    Buat temen2 yg eks MSF atau masih MSF ini ada alamat email dan millist MSF Jakarta:
    brayatminulya@yahoogroups.com
    kalau belum masuk anggota millist silahkan email dulu ke pa lurah Haryo Sumarto dengan alamat emailnya: sumarta99@yahoo.com minta didaftar sebagai anggota millist. Samapi ketemu di Jakarta

    Buat M. Unggul Prabowo
    di Bandung sdh bisa masuk Milist Brayat minulya belum?

  8. mat siang semuanya….wooooooooowwwwwwwwww seru basnget diskusi mengenai kekuarangan imam. so, aku jadi tertari mo jadi imam nih…..

    dicto

  9. asyikkkkkkkkkkkkkkk, aku tertarik mo jadi imam, tapi gimana cara-cara dan sayarat2nya??? adakah yang bisa membantu saya??? tolong, kirimkan balasan saya ke email ini. saya pernah mengenal frater msf kalimantan.wooooowwwwwwwwww luar biasa baiknya. tapi saya tidak tahu dimana sekarang dia berada….. namanya, saya lupa…………

  10. Siang Bung Dicto,

    Kalau saya boleh usul, coba Anda yang mulai merasa terpanggil untuk menjadi Imam, daftarkan diri Anda ke MSF Jawa yang bermarkas di Yogyakarta. Anda pernah dengar dan tahu Yogyakarta? Kalau Anda tertarik aku siap kasih info selengkapnya. Aku tunggu ya.

    Salam Yosef Ratmono
    Salam juga buat Pater Ding MSF

  11. Antonius Yosef Ratmono

    Melanjutkan tulisan saya sebelumnya, saya akan informasikan bahwa berkat doa dari Anda semua, para frater maupun romo-romo MSF yg pernah membaca tulisan saya ini, bahwa mulai bulan Juli 2010 kemarin di Wilayah Bojonggede sudah diberi kepercayaan sendiri menjalankan misa setiap hari minggu dan misa hari besar lainnya, tetapi kendala tetap sama yaitu tidak ada pastor yg menetap. Masalah yg muncul adalah menjadi tidak terlayani keinginan para jemaat yg ingi berkonsultasi dgn berbagai masalah krn pastornya selalu bergontai-ganti dlm pelayanan.
    Yg terjadi habis selesai misa pastor yg bertugas biasanya langsung ngacir ke grj pusat dgn segudang alasan. Pdhal jemaat sebenarnya msh membutuhkan yg lain kecuali acara misa mingguan.
    Semoga bisa menjadi bahan renungan qta semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s