Menanamkan Iman Anak Sejak Dini dalam Keluarga dan Pendidikan

 Hasil rekoleksi para karyawan Yayasan Budi Bhakti Karya MASF perwakilan
Balikpapan,bersama P. Jeremias Bala Pito Duan, MSF.

Judul di atas tentu bukan lagi hal baru, karena sudah kerapkali kita dengar entah lewat khotbah atau kita baca dalam buku bagi yang hoby membaca. Tetapi akankah ungkapan itu menggugah, mengetuk atau menyadarkan kita sebagai orang tua maupun sebagai pendidik untuk menanamkan iman kepada anak-anak kita. Tak dapat dipungkiri bahwa dunia semakin menarik kita dalam beragam pilihan yang membuat hati terkadang sulit memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik, film-film sinetron yang ditayangkan tidak banyak memberi sesuatu yang bisa mendidik anak-anak kita.

Berdasarkan sharing-sharing dari beberapa pasang keluarga bagaiman mereka mendidik anak-anaknya, bisa disimpulkan dengan sebuah rangkaian kata-kata:
Bila ada cahaya di mata, pasti ada cinta di hati
Bila ada cinta di hati, pasti ada kecantikan dalam pribadi
Bila ada kecantikan dalam pribadi, pasti ada harmoni dalam keluarga
Bila ada harmoni dalam keluarga, pasti ada ketertiban dalam masyarakat
Bila ada ketertiban dalam masyarakat, pasti ada kedamaian dalam dunia
Bila ada kedamaian dalam dunia, pasti ada keselamatan di surga.

Maka bisa dikatakan bahwa makna dari sebuah keluarga adalah sebagai sel dasar, sebagai sekolah, sebagai tempat rekreasi, sebagai gereja, sebagai surga atau sebaliknya bisa juga keluarga sebagai rumah sakit, sebagai neraka yang pertama; maka sekarang bagaimana cara dan peran orang tua dalam membawa keluarga ke arah kebahagiaan, keharmonisan, dan kedamaian dalam dunia yang terus-menerus berubah.

Menjadi tugas orang tua untuk menentukan sikap dalam menyikapi perubahan dan perkembangan yang terjadi di sekitar lingkungan kita, terutama dalam mensikapi kecenderungan anak seperti; anak yang tidak mengenal siapa yang ada di sekitarnya, tidak peka terhadap lingkungan sosial, anak yang menjadi egois dan bersikap individualis yang lebih senang dengan hiburan belaka, sehinggan malas ke gereja atau bahkan tidak mengenal gereja.

Dalam menanggulangi persoalan ini orang tua hendaknya juga tidak hanya mempercayakan pendidikan si anak kepada sekolah atau guru semata. Tetapi orang tua pun mesti berperan, supaya keluarga sebagai pendidikan sel dasar dapat berfungsi dengan semestinya. Dalam kehidupan keluarga sekarang ini, kerap dijumpai anak tidak patuh pada orang tua, sementara itu orang tua sibuk tanpa mengenal batas bekerja sepanjang hari, televisi,  HP, internet menjadi “tabernakel utama”, shooping ke mal-mal menjadi rekreasi alternative, dan Tuhan tidak lagi dibutuhkan atau urusan dengan Tuhan menjadi nomor yang kesekian. Begitu pula tindak kekerasan dalam rumah tangga semakin merajalela; memang segala-galanya dapat dibeli dengan uang namun orang tidak bisa membeli kebahagiaan.

Tantangan bagi keluarga-keluarga kristiani dewasa ini adalah bagaiman dengan kemajuan teknologi dengan berbagai kecanggihannya itu dapat digunakan sebagai sarana untuk semakin memanusiakan anak-anak kita menjadi manusia yang utuh dan mendalam imannya. Jangan sampai hingar-bingar dunia ini justru membuat kepekaan anak menjadi tumpul. Dalam hal inilah orang tua diingatkan betapa pentingnya menanamkan nilai-nilai iman pada anaksejak dini melalui kebiasaan dan teladan hidup dari orang tua sehingga dapat menghantar anak menemukan kebahagiaan dalam keluarga yang harmonis. Ingat anak membutuhkan kehadiran, pujian, sentuhan, hadia dan waktu bersama serta pelayanan orang tua sebab masa depan anak dan kematangan iman anak pun tidak bisa dilepaskan dari peran serta anggota keluarga. Persiapkanlah anak-anak kita untuk menyongsong masa depan, membangun kepribadian dan iman, dan kesadarannya saat ini dan hari ini.

Doa Seorang Ibu

Kuserahkan nama-nama anakku ke dalam tangan-Mu ya Tuhan
Tulislah nama-nama anakku, dengan tinta yang tak terputuskan
Agar tak ada siapapun juga yang dapat merebutnya
Peganglah tangan anak-anakku bila mereka harus kulepaskan
Biarlah mereka dilindungi kuat-Mu terlepas bebas dari segala kelemahan
Tuhan Kau tahu betapa hebatnya dunia menarik mereka, jagalah jangan sampai
Mereka tenggelam dalam gelombang cobaan dunia yang kejam
Saya tak minta agar anak-anakku bebas lepas dari setiap penderitaan
Hanya saya minta keberanian dan daya tahan bagi mereka dalam ketakutan dan tantangan
Biralah di dalam nama-Mu mereka beroleh perlindungan dalam satu ikatan
Yang tak terputuskan. Kuserahkan nama-nama anakku ke dalam tangan-Mu ya Tuhan.
(Sr. Firmina, MASF)

 

Iklan

3 responses to “Menanamkan Iman Anak Sejak Dini dalam Keluarga dan Pendidikan

  1. ass wr wb
    langsung aja
    tadi itu ada tabrakan di leuwiliang
    seorang pr class 2 sma dia itu pokoknya sangat
    mengerikan terus orng nya ngga tanggung jawab lagi malah kabur dinegara kita ini polisi ktny
    bisa menemukan orang yg menabrak malah tidak ditemukan sm sekali
    ktny punya alat pelacak kok ntatanya tidak nyata sih pokok nya sangat mengerikan sekali deh

  2. kisah seorang pendo;a
    ketika kumohon pada allah kekuatan’dia memberikan kepada ku kesulitan agar aku menjadi kuat

    ketika kumohon pada allah kebijaksanaan ; dia memberikan kepada kumasalah agar aku bisa mengatasi

    ketika kumohon pada allah keberanian;dia memberikan keepada ku bahaya untuk kuatasi

    ketika kumohon pada allah sebuah cinta .diamemberikan kepada ku orang2 yg bermasalah untuk ku tolong

    ketika ku mohon bantuan pada allah .dia memberikan kepada ku kesempatan

  3. hidup adalah
    optimisme

    hidup adalah
    keyakinan pd diri sendiri

    hidup adalah
    mencatat prestasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s