Siapa Yang Menggantikan Aku?

Oleh: Tuan Kopong MuSaFir (Reporter)

Seuntai pertanyaan ini merupakan topik pembicaraan pertemuan Domus Samarinda berkaitan dengan Kerasulan Panggilan yang hendak dirintis oleh Domus Samarinda sebagai bentuk dukungan bagi perkembangan karya Kerasulan Panggilan Tarekat yang dilaksanakan oleh Provinsi. Pertemuan sendiri dilaksanakan  pada tanggal 28 November 2005 di km.10,5 bertepatan dengan hari ulang tahun P. Kristianto MSF yang ke-50 (Red: pesta emas loh).

Meski perjalanan jauh tetapi kebersamaan menjadi warna pertemuan Domus. Ini terlihat dari semangat para sesepuh (P. Huvang & P. Yono MSF bersama crew) yang sejak subuh sudah menyapa kota Balikpapan. Pertemuan diadakan di salah satu “vila” (km. 10,5-milik Ibu Rita sek-umat paroki St. Petrus Paulus Dahor) yang dihiasi kebun kates dan sukun serta bunga anggrek yang menarik hati dan tempat pemancingan yang asri. Pertemuan bersama ini juga dalam rangka merayakan Hari ulang tahun P. Kris dan P.Sinnema (Ultah gabungan), sehingga kehadiran para konfrater semakin menambah semaraknya suasana bahagia. Nampak hadir para sesepuh; P. Suyono; P. Huvang, P. Maratmo; P. Cahyo; P. Hendy; P. Sinnema; P. Kris; P. Syamsudin; P. Pius MSF dan Bung Musafir. Fr. Yanto dan Br. Yonis MSF tidak bisa hadir, karena Fr. Yanto yang tahun lalu “miskin tourne”, pada tahun ini mendapat tourne yang “basah” sehingga sangat sibuk, sedangkan Br. Yonis masih sibuk kuliah di “Colorado” untuk menyelesaikan S-1nya. Hadir pula beberapa umat paroki yang membantu konsumis (Ibu Satu, Bpk/Ibu Tantawi bersama crew).

Pertemuan diawali dengan doa pembukaan oleh “ahli doa” (P. Pius MSF) yang dilanjutkan dengan penerimaan “mahasiswa baru” sebagai anggota komunitas Domus Samarinda yaitu: P. Pius dan P. Cahyo MSF. Dibicarakan juga mengenai bentuk aksi peduli Tarekat. Disepekati bahwa bentuk aksi ini adalah sukarela yang dapat disetor setiap bulan atau pada saat pertemuan Domus. Aksi peduli tarekat juga ditujukkan dengan “AJP”: Aksi Jaringan Panggilan  untuk menjawab pertanyaan di atas dengan cara membuat pamflet dan borsur panggilan. Penanggung jawab adalah kedua bung Musafir (P. Sinnema dan Fr. Tuan Kopong MuSaFir).

Tepat pkl. 12.00 Wita, denting lagi “happy birth day to you” dengan iringan harpa tanpa nada menggema seantero kebun mengiringi ultah P. Kris MSF yang ke-50. Pastor Kris sejenak mengucap seuntai kata syukur pada Allah atas anugerah kehidupan dan kesehatan dalam sejarah hidupnya. Kemudian dilanjutkan dengan acara potong memotong yang didahului dengan tiup-meniup lilin. Potongan pertama diberikan kepada P. Suyono sebagai tanda dukungan “Siapa yang siap menggantikannya”. Kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Setelah makan bersama beberapa pastor mulai sibuk menyerbu kates melawai yang kecil tapi manis sebagai ole-ole bagi anggota komunitas yang tidak hadir. Sekitar pkl. 15.00 Wita lantunan sayonara sampai jumpa lagi menggema. Pastor Pius dan P. Cahyo MSF langsung meluncur ke Samarinda karena sudah “kangen” dengan setumpuk tugas yang menanti, sedangkan P. Huvang; P. Suyono; P. Hendy dan P. Syamsudin MSF masih menginap semalam di pastoran untuk temu kangen dengan fans. Masih dalam situasi perut yang kelelahan karena kekenyangan, pada malam hari kira-kira pkl. 19.45 Wita diadakan makan bersama para Dewan pastoral paroki dan para suster MASF di pastoran. Mendapat pesta istimewa, P. Sinnema berkata; makanan banyak, bisa kenyang terus, dapat kado terus, baju tidak usah beli dan sepatu untuk olahraga, rajinkah saya ? Yah dinikmati aja pastor, anggap ini sebagai karunia Tuhan karena usia pastor bertambah satu tahun, ujar bung Musafir. Setelah segalanya larut dalam kebahagiaan dan kekenyangan, kata pamit satu per satupun melantukan sayonara selamat bobo.

Tapi komunitas pastoran bersama para pastor tamu (P. Huvang, P. Suyono, P. Maratmo, P. Hendy dan P. Syamsudin MSF) masih bercanda ria. Dalam keceriaan itu P. Huvang langsung mengajak bung MUSAFIR; Kopong mari kita cari yang “panas” di depan gereja. Akhirnya delapan botol “bintang kejora” dan satu botol anggur orang tua untuk yang memang sudah tua dibawa pulang. Sesampai di pastoran masing-masing langsung mengambil bagiannya. Setelah menghabiskan satu botol, sang pembeli (P. Huvang) yang katanya jago minum langsung pamit mundur menuju tempat tidur. Katanya ngantuk, tapi kami langsung nyeletuk ngantuk atau… pusing..atau mabuk bos. Pada akhirnya satu per satu pun mengikuti jejak P. Huvang menuju “rimba mimpi malam”.

Pengumuman ringan untuk anggota Domus Samarinda: Pertemuan selanjutnya diadakan pada tanggal 03 Februari 2006 setelah pertemuan para biarawan-biarawati sekeuskupan Agung Samarinda (30 Januari-02 Februari 2006).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s