Qui Bene Cantat, Bis Orat

(Dia yang bernyanyi baik, berdoa dua kali)
 
bazar3Demikianlah Ungkapan hati penuh syukur umat paroki Sta. Teresia dari Kanak-kanak Yesus-Prapatan-Balikpapan-Keuskupan Agung Samarinda. Pujian dan syukur umat paroki Sta. Teresia Prapatan berkaitan dengan Perayaan Pesta Pelindung Gereja Paroki Prapatan pada tanggal 01 Oktober 2005.

Rangkaian acara untuk memeriahkan pesta pelindung Gereja ini, dilakukan selama sebulan yang berpuncak pada tanggal 13 November 2005 dari pkl. 06.00-15.30.Wita diisi dengan berbagai kegiatan meriah sebagai bentuk keterlibatan dan partisipasi umat dalam membangun dan mengembangkan Gereja.

Rangkaian aneka acara itu, antara lain sepak bola putra-putri, bulu tangkis, maskot kring , lomba memasak nasi goreng oleh para bapak, lomba merangkai bunga oleh para ibu, Quis Kitab Suci dan juga lomba koor.

Karena memperingati pesta pelindung pada bulan Oktober maka, bagi umat paroki Sta. Teresia; bulan Oktober dijadikan sebagai bulan rosario dan bulan Sta. Teresia. Maka dari itu selama bulan Oktober diadakan rosario bersama di Gereja maupun di lingkungan masing-masing serta pendalaman spiritualitas Sta. Teresia dari Kanak-kanak Yesus.

Membagi Kehidupan

Dalam rasa syukur atas pesta pelindung paroki Sta. Teresia, umat separoki diajak untuk bermisi di tengah keluarga dan masyarakat dengan membagi kehidupan atau rasa syukur sebagaimana roti yang satu dibagi-bagikan kepada banyak orang; demikian kotbah Mgr. Sului MSF (Uskup Agung Keuskupan Samarinda) dalam Perayaan Ekaristi Penerimaan Sakramen Krisma tanggal 23  Oktober 2005. Caranya adalah dengan meniru Tuhan Yesus Sang Juru selamat yang telah membagikan diri dan hidupNya bagi manusia. Sebagai umat Katolik kita harus mau dan berani membagikan diri dan hidup kita bagi sesama, tegas bapak Uskup yang secara khusus ditujukan kepada para krismawan dan krismawati. Lebih lanjut Bapak Uskup menegaskan; bahwa cara yang paling sederhana yang dapat kita lakukan setiap saat adalah berdoa bagi sesama sebagaimana yang diteladankan juga oleh Santa Monika yang tidak jemu-jemu mendoakan anaknya Santo Agustinus dan Santa Teresia yang terus berdoa bagi kemajuan di tanah misi. Di samping berdoa, sebagai orang beriman kita dapat membagi kehidupan kita dengan melakukan perbuatan amal karena iman tanpa perbuatan adalah mati sebagaimana yang dinasihatkan oleh Santo Yakobus dalam suratnya (Yak 2:15-17). Dalam aneka cara dan tindakan kita untuk mewujudkan iman yang aktif dan dinamis, kita tetap percaya bahwa lewat Ekaristi, Sabda/Firman yang kita baca, dengar dan renungkan serta sakramen-sakramen, Yesus senantiasa bersatu dengan kita umatNya.

Maka dari itu diharapkan agar sebagai umat beriman, khususnya para krismawan dan krismawati senantiasa berani membagi kehidupan dalam tugas dan aktivitasnya setiap hari sebagai bentuk kesaksian yang konkrit, tegas bapak Uskup. Karena menerima sakramen krisma, berarti menerima nafas Allah sendiri yang meneguhkan dan menguatkan kita dengan roh-Nya, untuk menjadi manusia baru.

Aksi dalam sikap dan tindakan

Menindaklanjuti kotbah bapak Uskup di atas, maka aksi konkrit yang dilakukan oleh umat paroki Sta. Teresia Prapatan pada acara puncak peringatan ulang tahun pelindung paroki, tanggal 13 November 2005, diadakan jalan santai dan membuka bazar. Acara jalan santai dibuka secara resmi oleh P. Kris MSF selaku Pastor Paroki dengan doa pembukaan. Dalam acara puncak ini umat separoki dan masyarakat sekitarnya dihiburi oleh artis ibukota yang berbaik hati untuk membagi kehidupan mereka bagi umat dan masyarakat setempat. Artis ibukota yang hadir saat itu antara lain: Marcellino Lefrand (bintang sinetron BIDADARI), Lisa Ariyanto, Ari dan Steven dari group band Warna.

Kehadiran para artis ini melulu sebagai sebuah aksi sosial, mencari dana untuk pembangunan Gereja dan renovasi pastoran. Dalam acara puncak ini pula diadakan aneka lelang berupa, lelang foto dan cd Warna yang meraup Rp. 3. 800.000,-; lelang foto dan kaset Lisa Ariyanto yang meraup Rp. 3. 800. 000,- dan juga lelang 2 pasang baju Marcellino sebesar Rp. 3. 800.000,-. Di samping lelang kenang-kenangan dari para artis, bung MUSAFIR yang juga pelukis icon, P. Sinnema ikut melelang hasil lukisannya Sta. Teresia, yang meraup Rp. 13. 800.000,-. Total lelang lukisan Bung MUSAFIR adalah sebesar Rp. 41.000.000,- karena sesuai dengan peraturan yang dibuat dan ditetapkan oleh Mas Marcellino; bagi yang ikut lelang meskipun kalah wajib membayar. Lukisan Sta. Teresia yang sangat disenangi oleh “bapanya Lala” (red: Marcellino) sehingga mengundang Mas  Marcellino ikut dalam percaturan lelang, di mana Beliau memasang Rp. 11.000.000; namun akhirnya kalah dari peserta lain. Dengan sedih hati Marcellino menyerahkan lukisan itu pada yang lain. Jangan sedih Mas, karena P. Sinnema telah membuat lukisan Sta. Tersia yang baru untuk Mas. Sekarang siap untuk dikirim.
Acara puncak ini diisi juga dengan aneka kreasi seperti aneka persembahan dari TK Sta. Miriam dan juga ada door praise dengan hadiah utama sebuah sepeda motor Suzuki yang dimenangi oeh saudari Astin, aspiran MASF.

Setelah semuanya puas, acara ditutup dengan doa penutup oleh P. Kris. Selamat berbahagia dan berjumpa lagi dalam acara peringatan pesta pelindung di tahun yang akan datang. Semoga umat paroki Sta. Teresia tetap aktif, dinamis dan kreatif untuk membagi kehidupannya seperti yang diteladankan oleh Yesus Kristus dan Sta. Teresia.

Oleh: Fr. Tuan Kopong MuSaFir
Reporter MUSAFIR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s