Halangan dan Pengesahan Perkawinan

Konsultasi Keluarga dan Perkawinanbersama Pastor Dr Al Purwa Hadiwardoyo MSF, dosen Moral Kristiani – Universitas Sanata Dharma 

Pastor, saya seorang anak muda Katolik mempunyai seorang teman dekat (teman kerja, berasal dari Batak) yang berpacaran dengan seorang cowok yang berasal dari Batak juga.  Keduanya sudah lama menjalin hubungan dekat sebagai sepasang kekasih yang secara serius ingin membangun hidup berkeluarga melalui penerimaan sakramen secara Katolik. Namun saat ini mereka mengalami sedikit persoalan, karena baik teman saya maupun pacarnya, keduanya bermarga sama, yaitu marga Siagian. Menurut cerita mereka, secara adat mereka berdua tidak bisa menikah dalam arti hidup sebagai pasangan suami istri karena bermarga sama. Namun di sisi lain mereka berdua tidak menginginkan masa pacaran yang sudah sekian lama itu hancur di tengah jalan hanya karena persoalan kesamaan marga, meskipun setelah ditanyakan kepada orangtua mereka masing-masing, ternyata mereka tidak mempunyai ikatan/hubungan kekeluargaan atau berada dalam garis keturunan yang sama.

Yang ingin saya tanyakan adalah : Apakah Gereja Katolik bisa memberikan pelayanan penerimaan sakramen perkawinan meskipun keduanya bermarga sama? Apakah mereka bisa menikah secara sah kalau pada akhirnya diketahui bahwa meskipun bermarga sama tetapi tidak mempunyai hubungan keluarga samasekali? Apakah persoalan yang dihadapi teman saya ini termasuk halangan perkawinan?

Ajeng, Balikpapan

Jawaban:
Sdr.Ajeng yang baik, Gereja Katolik pada dasarnya menghargai agama-agama lain maupun budaya-budaya asli, termasuk budaya Batak. Meskipun demikian, Gereja Katolik tidak terikat pada peraturan dari agama-agama lain maupun budaya-budaya asli itu. Gereja Katolik mempunyai hukum-hukum sendiri, termasuk di bidang perkawinan.

Menurut Gereja Katolik, kesamaan marga bukanlah sebuah halangan perkawinan. Yang merupakan halangan perkawinan adalah hubungan keluarga dekat. Seorang Katolik, misalnya, tidak boleh menikah dengan kemenakannya sendiri, kecuali setelah ada dispensasi dari pimpinan Gereja yang berwenang. Seorang Katolik juga tidak boleh menikah dengan saudara sepupunya sendiri, kecuali setelah ada dispensasi dari pimpinan gereja yang berwenang.

Berdasarkan hal-hal di atas, jawaban saya atas pertanyaan anda adalah :
Gereja Katolik bisa menikahkan dua orang Katolik yang punya marga yang sama. Dua orang yang bermarga sama tetapi tidak punya hubungan keluarga dekat dapat menikah secara sah di gereja Katolik. Kesamaan marga antara dua orang Batak, menurut gereja Katolik, bukanlah sebuah halangan perkawinan.

Selama ini saya melihat banyak pasangan yang sudah berkeluarga dalam arti sudah memiliki anak menerima sakramen perkawinan secara massal. Yang menjadi pertanyaan saya adalah : Bagaimana status perkawinan mereka sebelum menerima sakramen perkawinan?

Bukankah kehidupan keluarga (dalam arti yang belum menerima sakramen perkawinan) seperti itu mengurangi kesucian dan keluhuran sakramen perkawinan, karena sebelum menerima sakramen perkawinan mereka telah melakukan hubungan seksual bahkan sudah memiliki anak? Hal ini menjadi persoalan, karena menurut saya sakramen perkawian merupakan suatu hal yang suci dan luhur, maka seharusnya orang yang mau menerima sakramen perkawinan tidak melakukan hubungan seksual dulu.

Ginting, Balikpapan

Jawaban: 
Sdr.Ginting yang baik. Tentang penerimaan sakramen perkawinan, perlu dibedakan dua hal. Yang pertama, pembaharuan janji nikah secara massal. Dalam hal ini, perkawinan mereka yang terlibat dalam acara itu, menurut hukum Gereja Katolik, sebenarnya sudah sah. Dengan kata lain, acara tersebut semata-mata merupakan upacara liturgis saja, tidak mempunyai dampak yuridis apa pun juga. Upacara liturgis itu dilaksanakan hanya demi kemantapan hati dan perasaan saja.

Yang kedua, pengesahan perkawinan secara massal. Dalam hal ini, perkawinan mereka sebelumnya, menurut hukum Gereja Katolik, belumlah sah, meskipun menurut adat setempat maupun menurut hukum pemerintah mungkin sudah sah. Kalau demikian, acara itu merupakan upacara yuridis, yang dilaksanakan oleh gereja untuk mengesahkan perkawinan mereka.

Upacara tersebut tidak semata-mata bersifat liturgis belaka. Menurut pimpinan Gereja Katolik, dalam hal ini terutama berarti Bapa Suci di Roma, orang-orang Katolik yang perkawinannya belum sah menurut hukum Gereja Katolik tidak diperkenankan menerima sakramen-sakramen. Mereka lebih dahulu harus mengesahkan perkawinan mereka, baru kemudian boleh menerima sakramen-sakramen, termasuk sakramen Mahakudus atau komuni.

Meskipun demikian, dalam praktek, larangan pimpinan gereja Katolik tersebut tidak selalu ditaati secara ketat dan tegas. Pertama, mungkin karena umat biasa memang kurang tahu tentang larangan tersebut. Kedua, mungkin karena pimpinan gereja lokal tidak terlalu ketat dan tegas dalam menerapkan larangan itu.

5 responses to “Halangan dan Pengesahan Perkawinan

  1. balas y…..

  2. kami sudah 1 tahun menjalani hidup bersama, tetapi belum menerima sakramen pernikahan.
    menurut kalian bagaimana?

  3. aku juga lagi bingung ni…aku pacaran dengan sodara sepupu sendiri, tepatnya dia kakak sepupuku.aku orang jawa,dan dalam adat jawa masih diperkenankan menikah dgn sepupu (meski aku juga gak tau pasti gimana aturannya).aku bingung setelah membaca artikel diatas bahwakalo masih punya hubungan sodara tidak boleh menikah…
    kebetulan orang tua masing2 pihak juga tidak setuju dengan hubungan ini..padahal kami saling mencintai dan saling cocok satu dengan yang lain….aduh, bagaimana ya????

  4. Hikz.
    I love my cousin.
    Trz bgaimana?

  5. ak angga punya pacar sepupu aku namanya anggi,,,sama aku juga binggung mesti gmn,,,cinta dah kuat abis sempet putus tp serasa ga bisa nafas,,hidup ga tenang, dan skr ak masih jadian sama dia…..ak ga tau mau gmn yg pasti ak pacari sepupu ak niatnya baik dan punya tujuan kearah pernikahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s