Setan Lintang-Pukang

Kerasukan setan ibarat flu burung. Bisa hinggap kapan dan kepada siapa saja. Tidak ada gejela, tidak kenal waktu dan tempat. Itulah kepiawaian sang setan. Seperti “tebang pilih” dalam dunia HPH dan pengadilan, setan hanya ingin merasuk kaum hawa yang muda dan cantik. Dasar setan jantan !!

Suatu hari terjadilah peristiwa kerasukan setan jantan. Seorang gadis manis dirasukinya. Keluarga dan penduduk sekitar jadi geger. Sang gadis meranyau, bilang bahwa dia adalah titisan Datuk Temanggung Saleh. Celakanya, di samping meranyau, dai punya kekuatan besar. Para titisan Adam yang tegap pun tak mampu menenangkan. Bukan karena tidak kuat, tetapi tidak tahu mau pegang di mana ! Dukun dipanggil, tak mempan. Paranormal dipanggil, tidak mempan. Salib diperlihatkan juga tidak mempan. Doa-doa ala Katolik seperti Salam Maria dan Bapa Kami, juga tidak mempan. Semua putus asa mau buat apa. Tiba-tiba seseorang berseru lantang, “panggil pastor !!”  Tanpa disuruh seorang pemuda ganteng langsung ambil langkah. Maklum dia adalah sang pacar. Dengan terengah-engah, sang perjaka berseru; “tolong Pastor, pacar saya kerasukan setan ! Banyak upaya tapi setannya ngotot”. Harapan terakhir hanya pada pastor. Apa mau dikata, tuntutan pastoral. Tapi mau buat apa ? Semua perlengkapan doa tersedia, tetapi belum pernah mengadakan upacara exorcismus. Apa boleh buat, pokoknya pergi. Moga-moga setan gentar juga menghadapi pastor.

Dalam kamar sang gadis dikerumuni banyak orang. Ada yang pegang rosario, gambar Yesus, patung Maria. Ada juga yang mengacung-acungkan salib. Ada juga yang menumpangkan tangan sambil mulut komat-kamit. Entah doa apa. Sang gadis meronta-ronta. Sebentar matanya mengarah pada sang pastor. Sepertinya ada sesuatu yang menekan. Pastor meminta semua keluar dari kamar. Hanya ingin berduaan dengan harapan moga-moga masalahnya bukan kerasukan setan sungguh-sungguh, tetapi masalah pribadi. Ketika semua sudah keluar, sang gadis agak tenang. Sang pastor duduk di tepi ranjang. Mau omong apa ? Sang gadis jelita mengatup bibir kencang-kencang, menutup mata erat-erat. Mati aku. Tapi kadang-kadang seperti melirik kearah pastor.

Tiba-tiba ada desakan dari dalam perut. Angin busuk minta permisi keluar. Ide cemerlang muncul teringat seruan Aristoteles: Eureka…!! Pastor sedikit mendekati muka sang gadis jelita dan tuuuuuuuuuuut !!!. Sebuah suara menggelegar muncul, diserat bau menyengat yang tidak terhingga. Apa yang terjadi ?? Sang gadis terloncat dari ranjang, sambil tertawa terkekeh-kekeh dan menutup hidung, lari keluar kamar, tanpa menoleh. Pastor juga keluar sambil tersenyum dan ngeloyor pergi. Sang gadis sembuh total ! Setan telah lari lintang pukang !
Oleh : P. Frans HH MSF

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s