Pater Berthier di Tengah Keluarga Kristiani

Ketika mendirikan kongregasi MSF, P. Berthier mempunyai keprihatinan khusus terhadap keadaan kehidupan keluarga-keluarga di Prancis waktu itu. Menurut pendiri Kongregasi Keluarga Kudus (MSF) ini, keluarga merupakan kekuatan utama untuk memajukan kehidupan Gereja. Dari keluarga-keluarga, Gereja akan terus menunjukkan eksistensi dan esensinya. Dengan demikian, warta Kerajaan Allah semakin didengarkan dan dihayati oleh lebih banyak orang lagi.

Prancis Pasca Revolusi

Berdirinya Kongregasi Keluarga Kudus (MSF), tidak terlepas dari situasi kehidupan pasca Revolusi Prancis (1789). Revolusi Prancis telah mengubah paradigma yang lama didominasi oleh kaum bangsawan dan Gereja. Pada abad ke-19 kekuasaan kaum bangsawan tidak bertahan lama karena pertumbuhan dunia ke arah sekularisme dan anti-Kristen sampai menjadikan Prancis sebagai negara yang paling anti agama.

Dalam situasi yang demikian, Gereja mulai mengalami penganiayaan. Ribuan imam dan religius dibunuh dan diusir, segala harta Gereja dirampas, bahkan semua bentuk kegiatan keagamaan dilarang. Meskipun demikian, di tengah penganiayaan dan tekanan dari negara, agama Kristen tetap menunjukkan eksistensinya. Pada tahun 1850, sekitar 98 % orang Prancis dibaptis, namun dari sekian banyak orang itu, ada beberapa yang menjadi acuh tak acuh dengan agama. Sebagiannya tetap berpegang teguh pada Gereja, bahkan dari mereka itu semangat untuk memajukan Gereja dan agama semakin berkobar. Dengan  kata lain, meskipun jumlah mereka berkurang, namun penghayatan kehidupan menggereja semakin meningkat.

Di beberapa daerah, agama tetap berperan penting dalam kehidupan bermasyarakat. Namun dalam situasi yang demikian, salah satu masalah lain yang muncul waktu itu adalah adanya kekurangan imam di paroki-paroki sehingga banyak paroki mengalami kemandekan dalam pertumbuhan iman. Dampak dari hal ini adalah pertumbuhan iman di tengah keluarga menjadi tidak begitu diperhatikan. Padahal menurut P. Berthier, dari keluargalah iman seorang anak akan tumbuh. Keluargalah yang menjadi dasar bagi perkembangan Gereja pada umumnya. Menanggapi situasi yang demikian, P. Jean Berthier MS, seorang imam dari kongregasi MS merasa terpanggil untuk hadir dan menjadi bagian dari kehidupan umat yang ternyata sangat membutuhkan seorang gembala. Mulailah ia berkarya di La Salette dengan  mengemban empat misi yaitu: mendampingi para peziarah di La Sallete, menulis buku dan karangan, mendidik para calon imam dan berkarya di paroki serta mendampingi retret. Selama musim dingin P. Berthier bertugas di paroki dengan misi menghidupkan atau membangkitkan kembali semangat Kristiani serta mengajak mereka untuk hidup menggereja dengan benar. Setiap menjalani misi perutusannya, P. Berthier selalu mempunyai kebiasaan mengunjungi keluarga-keluarga. Kebiasaan P. Berthier mengunjungi keluarga-keluarga Kristen sebenarnya sudah ia mulai ketika ia masih bekerja sebagai pastor pembantu di Veyssilieu, Dauphine utara, Prancis. Melalui kunjungan keluarga ini, P. Berthier ingin, mengetahui secara lebih jelas permasalahan yang dihadapi oleh keluarga-keluarga Kristiani sampai menyebabkan kehidupan menggereja terabaikan, serta meneguhkan orang-orang yang berkehendak baik dan tetap beriman kepada Kristus.  P. Berthier sadar betul bahwa, pada waktu itu antara imam dan awam terdapat jurang yang cukup dalam. Maka untuk menjembatani jurang tersebut, satu-satunya sarana yang efektif dan efisien adalah mendatangi mereka dengan melakukan kunjungan ke rumah-rumah, bahkan kegiatan ini dijadikannya sebagai lahan misi sekaligus aksi panggilan di tengah-tengah umat. Di tengah-tengah keluarga kristiani itulah, P. Berthier menjalankan karya misi, panggilan dan keluarga di dalam mengahdirkan Kerajaan Allah sebagaimana diwartakan oleh Maria La Salette dalam pesan pertobatannya.

Fr. Yoseph Pati Mudaj

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s