Dari perjumpaan dengan Mgr. Demarteau MSF, salah satu hal yang saya pelajari bagi kehidupan saya (sekurang-kurangnya) dari pribadi Beliau adalah upaya tak kenal putus dan tak kenal lelah untuk membuat hidup menjadi “tidak berkarat”. Ketakberkaratan itu terjadi karena Mgr, Demarteau mengisi kehidupannya dengan membaca dan menulis. Dengan cara itu, seperti yang pernah dikatakan oleh Mgr. Demarteau sendiri, otak Beliau menjadi tidak berkarat, dan karenanya hidupnya pun menjadi tidak berkarat. Hampir semua orang yang mengenal Mgr, Demarteau tahu bahwa dalam usia yang ke-94 ini banyak hal dalam kemampuan fisik Mgr, Demarteau sudah menurun, tapi hidupnya sebagai pribadi tidak menurun; tidak berkarat. Pastilah hal itu bukan baru saja te{adi dalam kehidupan Mgr. Demarteau. Pilihan menjadikan hidup tidak berkarat adalah sebuah proses panjang dalam kehidupan yang dilatih terus-menerus, Beliau membuat pilihan dan menekuninya.Disisi yang lain, pilihan dan ketekunannya itu ditopang dengan iman dan doanya
yang tidak pernah putus. Ketika beberapa waktu yang lalu Beliau sempat kritis dan saya harus memberikan kepadanya Sakramen Minyak Suci, semua yang hadir disekitar Beliau saat itu menangis. Satu-satunya orang yang tidak menangis adalah Beliau sendiri.
Dengan demikian, bukan hanya otaknya yang tidak berkarat, tetapi imannya pun
tidak berkarat. Semuanya itu membuat hidupnya yang hari ini genap 94 tahun tidak berkarat.
Hari ini Bunda Gereja yang kudus merayakan peringatan wajib atas St. Fransiskus dari Sales, uskup dan pujangga Gereja. Kita sendiri di paroki Banjarbaru ini berdevosi kepada Keluarga Kudus Nazareth. Mereka adalah orang-orang (kalau tidak mau dikatakan tokoh-tokoh) yang tidak berkarat hidupnya. Apa buktinya hidup mereka tidak berkarat? Buktinya adalah hidup mereka tidak pernah lekang oleh zaman. Sampai dengan sekarang orang selalu dapat meneladan St. Fransiskus de Sales dan Keluarga Kudus Nazareth untuk membangun hidup yang berkenan di hadapan Allah.
Kalau hidup seorang Bapak atau seorang ibu tidak berkarat, maka ia akan dapat
menjadi teladan yang kuat bagi anak-anaknya. Kalau hidup seorang imam atau
seorang religius tidak berkarat, maka ia dapat memberikan teladan dan
memperkembankan umat yang dipercayakan Allah kepadanya. Kalau hidup para
imam, para religius dan keluargn-keluarga katolik tidak berkarat, maka Beelzebul
dalam berbagai bentuknya di dunia modern ini tidak akan pernah bisa
menghancurkan atau memecah belah kehidupan para imam, para religius dan
keluarga-keluarga katolik.
Mari kita tanya dan renungkan: sejauh mana hidup kita ini tidak berkarat? Amin.


