Hasil Pertemuan Nasional Orang Muda Katolik Indonesia 2005

(Cibubur, 12-16 November 2005)

I. PENGANTAR
Pertemuan Nasional Orang Muda Katolik Indonesia 2005 ingin mengkaji secara lebih dalam tentang rusaknya keadaban publik dalam hidup bersama. Pengkajian ini didasarkan pada masalah-masalah serius yang telah dipaparkan dalam Nota Nastoral Konferensi Waligereja Indonesia 2004. Korupsi, kerusakan lingkungan hidup dan kekerasan yang ditelaah dengan analisa tiga poros memperlihatkan bagaimana interaksi antara negara, masyarakat pasar dan masyarakat warga nampak begitu tidak seimbang.
Mengingat Orang Muda Katolik Indonesia adalah bagian dari Gereja dan Bangsa, situasi dan permasalahan itu menjadi penting untuk dibaca dan diterjemahkan dengan cara pandang Orang Muda. Dengan demikian, menjadi nampak bahwa keterlibatan orang muda memang dapat menentukan dan mempengaruhi hidup bersama.

II. LATAR BELAKANG KEPRIHATINAN

1. Situasi Sosial
Dalam cara pandang Orang Muda Katolik di Indonesia, peta situasi dan permasalahan sosial memperlihatkan dengan jelas adanya hal-hal penting yang patut diperhatikan. Korupsi, misalnya, menjadi salah satu permasalahan sosial politik yang dipandang banyak terjadi di berbagai wilayah. Hal ini tak dapat dilepaskan dari mewabahnya praktek kolusi, atau persekongkolan, terutama di antara poros Negara dan masyarakat pasar. Persekongkolan dua poros kekuatan yang mengelola keadaban publik tersebut mengakibatkan lemahnya sistem hukum dan kebijakan-kebijakan publik yang berdampak pada hidup bersama masyarakat. Kekerasan yang terjadi atas nama SARA menjadi bukti paling jelas dari bentuk-bentuk politisasi agama, adat, dan sentimen primordial.
Sementara, kerusakan lingkungan sosial sebagai akibat dari kekerasan juga ada kaitannya dengan ketidakadilan yang berlangsung dalam konteks sosial ekonomi. Upaya pencarian keuntungan ditempuh melalui berbagai praktek dan persaingan bisnis yang tidak sehat, bahkan monopoli. Apalagi ketika hukum tidak ditegakkan, orientasi maksimalisasi profit mendorong munculnya praktek bisnis yang illegal atau tidak memperhatikan nilai keadilan. Dalam situasi tersebut, penggusuran terhadap pusat-pusat ekonomi rakyat dihalalkan demi menciptakan pasar-pasar baru yang lebih efesien dan efektif. Konsekuensinya, masyarakat kehilangan daya tawar-menawarnya dan terpuruk dalam lingkaran kemiskinan.
Dampak dari kemiskinan dalam masyarakat secara sosial budaya nampak pada merebaknya kejahatan sosial, seperti judi, miras, prostitusi, narkoba dan HIV-AIDS. Hal ini menjadi pemicu paling kuat dari meledaknya kekerasan yang memerosotkan penghargaan akan nilai-nilai kemanusiaan. Padahal kemerosotan moral dan etika menunjukkan bagaimana hati nurani telah dimatikan seperti ditemukan dalam berbagai dampak negatif dari globalisasi dan kemajuan teknologi.

2. Situasi Gereja
Gereja sebagai komunitas orang beriman merupakan gerakan penebusan dan pembebasan yang berjuang untuk mengusahakan keadilan dan perdamaian. Dalam pandangan Orang Muda Katolik, Gereja kurang berani melibatkan diri secara nyata untuk menanggapi situasi ketidakadilan. Maka dapat dipahami bahwa dalam kehidupan sosial, warga Gereja semakin individualis, materialis, eksklusif, apatis dan hanya menjadi penonton di pinggir lapangan “pergumulan

3. Situasi Orang Muda Katolik
Globalisasi dan kemajuan teknologi komunikasi memberikan berbagai kemudahan namun dampak negatifnya justru jauh lebih besar. Orang Muda Katolik menjadi individualis, konsumtif dan kehilangan daya kritis. Bahkan orang muda katolik mengalami krisis moral dan iman. Situasi ini semakin diperparah oleh lemahnya pendampingan dari keluarga dan masyarakat. Sementara, strategi pastoral Gereja dalam pendampingan kaum muda belum memberikan dukungan secara memadai.

III. ANALISA TIGA POROS KEKUATAN

Di poros negara, ketidakjelasan sistem pemerintahan yang tidak presidensial dan bukan parlementer menjadi awal dari rusaknya keadaban publik. Hal itu mengakibatkan pelaksanaan peraturan perundang-undangan tidak konsisten dan pertarungan kepentingan antarperangkat kenegaraan semakin menguat. Ditambah lagi dengan kuatnya pengaruh modal asing yang mampu mempengaruhi berbagai kebijakan publik. Hal ini nampak dalam paradigma penyelenggaraan negara yang bukan untuk melayani tetapi untuk menguasai. Dalam situasi ini, tidak ada supremasi hukum karena hukum dapat diperjualbelikan dan memihak pada kelompok yang berkuasa. Di poros pasar, ketidakadaban publik dapat dilihat dalam tiga bentuk, yaitu mekanisme kerja korporasi multinasional (MNC), eksploitasi terhadap konsumen, dan pemakaian sistem ekonomi kapitalis, lebih-lebih sistem ekonomi kapitalis yang tidak sempurna. Akibatnya, pertama, kesejahteraan masyarakat luas tidak lagi menjadi prioritas utama. Kedua, munculnya konsumerisme, ketiga, terjadinya praktek monopoli dan kolusi. Di poros masyarakat warga, hilangnya akar budaya, sejarah dan nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh masyarakat, telah mengakibatkan masyarakat kehilangan bentuk interaksi sosial yang dibangun atas dasar saling-percaya. Kondisi ini memang tidak bisa dipisahkan dari situasi ketidakberdayaan dan kemiskinan yang masih dialami masyarakat warga. Di tengah situasi hilangnya rasa saling-percaya ini, masyarakat warga cenderung bersikap apatis terhadap realitas sosial yang terjadi, sejauh tidak bersinggungan dengan kepentingan mereka. Sebaliknya, masyarakat warga cenderung menjadi reaktif dan berpotensi melakukan kekerasan, jika merasa kepentingan hidup mereka dipermainkan.
Rusaknya keadaban publik di atas diakibatkan oleh pola interaksi antara tiga poros pengelola ruang publik yang tidak seimbang. Poros Masyarakat Pasar mampu mempengaruhi Poros Negara dan bersekongkol secara sistematis dan terstruktur dalam membuat kebijakan-kebijakan publik yang lebih menguntungkan bagi kepentingan mereka. Hal ini dapat ditunjukkan dengan penggunaan cara-cara kekerasan dan politisasi lewat tokoh-tokoh agama dan masyarakat untuk melegitimasi kekuasaan. Sementara media digunakan untuk

IV. GERAKAN BERSAMA MERINTIS KEADABAN PUBLIK

Situasi rusaknya keadaban publik seperti yang sudah dipaparkan di atas, pada akhirnya membawa Orang Muda Katolik untuk bersepakat dan memulai gerakan merintis Keadaban Publik. Kesepakatan gerakan Orang Muda Katolik mencakup tiga isu strategis sebagai berikut :
1. Kerusakan Lingkungan
Dari hari ke hari, kerusakan lingkungan semakin parah. Krisis air, tanah longsor, dan ketidakteraturan iklim hanyalah sebagian dari contoh nyata proses rusaknya lingkungan. Faktor penting yang menyebabkan kerusakan ini adalah eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran untuk kebutuhan industri dan tidak jelasnya orientasi kebijakan pemerintah tentang pengelolaan sumber daya alam. Perusakan lingkungan yang terjadi saat ini merupakan upaya penghilangan jaminan atas kehidupan di masa yang akan datang. Oleh karenanya, sebagai generasi penentu masa depan, tidak ada pilihan lain bagi Orang Muda selain mengambil sikap dan bergerak secara nyata untuk menjamin kelangsungan kehidupan mulai dari sekarang.
2. Korupsi
Masalah korupsi yang terjadi di Indonesia sudah sedemikian peliknya. Korupsi tidak lagi dipahami sekedar sebatas praktek penyalahgunaan wewenang demi memperkaya diri sendiri. Korupsi sudah dijalankan dengan pola yang sistematis dan terstruktur yang melibatkan banyak pihak dengan banyak kepentingan, mulai dari pejabat pemerintah, militer, pengusaha dan masyarakat sendiri. Situasi ini semakin diperparah oleh lemahnya supremasi hukum dan kurangnya pengawasan masyarakat. Pada situasi inilah Orang Muda ditantang untuk dapat meretas belenggu korupsi.
3. Lemahnya Pendidikan Nilai
Bukan tanpa alasan jika seiring dengan perkembangan jaman, orang muda dikhawatirkan akan menjadi semakin individualis, apatis, konsumeris dan bahkan juga hedonis. Faktor penting yang mengakibatkan situasi ini adalah lemahnya pendidikan nilai kehidupan yang diberikan kepada orang muda. Sementara, pesatnya perkembangan teknologi informasi yang dihadirkan lewat korporasi media massa modern, telah menjejalkan nilai-nilai baru yang semakin memisahkan Orang Muda dari kenyataan sosialnya. Nilai-nilai baru ini juga berhasil menggeser nilai-nilai luhur tradisi dan kearifan lokal yang sebelumnya diyakini sebagai pegangan hidup. Oleh karena itu, agenda memperkuat pendidikan nilai kehidupan bagi orang muda adalah pilihan strategis, demi membuka jalan bagi perubahan menuju keadaban publik.

V. PENUTUP

Demikianlah hasil Pertemuan Nasional Orang Muda Katolik Indonesia 2005. Kami mengajak segenap pemimpin Gereja dan seluruh umat Katolik Indonesia bersama-sama menggencarkan gerakan ini secara terus-menerus.
Cibubur, 16 November 2005
Budi Pruwanto H
Sie Komunikasi dan Sosialisasi Pernas 2005

& Komentar »

  1. fajar berkata

    * Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah, dari Muhammad, Rasulullah, untuk Heraklius, Penguasa Romawi. Salam sejahtera semoga selalu terlimpah kepada orang-orang yang mau mengikuti kebenaran. Sesungguhnya aku bermaksud mengajakmu memeluk Islam. Masuklah Islam, niscaya kamu akan selamat. Masuklah Islam niscaya Allah akan menganugerahimu dua pahala sekaligus. Jika kamu berpaling dari ajakan yang mulia ini, maka kamu akan menanggung dosa seluruh pengikutmu. Wahai Ahli Kitab, marilah kepada suatu kalimat ketetapan yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita mempersekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain daripada Allah. Jika mereka berpaling maka kataka! ! nlah kepada mereka: Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri kepada Allah) (QS Ali Imran : 64).” Diriwayatkan dalam hadist sahih Imam Muslim 3322.

    * Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

    Dari Muhammad Rasulullah saw. kepada Najasyi Ash-ham raja Habasyah

    Salam sejahtera bagimu

    Aku memuji engkau kepada Allah Yang Maha Suci lagi Perkasa, dan aku bersaksi bahwa Isa a.s. adalah ruh Allah dan kalimah-Nya yang dicampakkan kepada Mariam seorang perawan suci, bersih, dan terjaga. Mariam mengandung Isa a.s. Kemudian Allah menciptakan Isa a.s. dari ruh-Nya dan ditiupkan-Nya ruh itu (ke dalam jasadnya) sebagaimana Adam a.s. yang diciptakan Allah langsung dengan Tangan-Nya dan ditiupkan-Nya ruh (ke dalam tubuhnya). Kini aku mengajak engkau (untuk menyembah) Allah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya dan terus-menerus mentaati-Nya serta mengikuti aku. Juga engkau mempercayaiku dan ajaran-ajaran yang diturunkan-Nya padaku bahwa aku adalah utusan-Nya. Aku telah mengutus kepadamu keponakanku yang bernama Ja’far bersama serombongan kaum muslimin. Apabila mereka telah sampai ke hadapanmu, maka layanilah mereka sebaik-baiknya dan tinggalkanlah kesombongan. Aku mengajak engkau dan seluruh tentaramu kepada (agama) Allah. Sungguh telah aku sampaikan risalah dan nasihatku, maka terimalah ajakan dan nasihatku ini!”

    Salam sejahtera bagi siapa saja yang mengikuti hidayah

    * surat Rosulullah SAW. kepada Kisra, melalui jalan Ibnu Ishaq yang
    isinya;

    Dengan Menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha
    Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Kisra Penguasa Persia!
    Keselamatan bagi orang yang mengikuti petunjuk, beriman kepada Allah
    dan Rosul-Nya, bersaksi tiada Tuhan kecuali Allah semata yang tida
    sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Aku ajak
    kamu dengan ajakan Allah, aku utusan Allah untuk seluruh manusia,
    supaya aku memberi peringatan orang yang hidup dan berkata benar kepada
    orang-orang kafir. Jika mau masuk Islam kau selamat, dan jika enggan
    maka kau menaggung dosa orang-orang Majusi.

    * Demikian isi surat ini yang dikirim nabi kami kepada raja romawi yang beragama nasrani, raja habasyah yang beragama nasrani, raja persia yang beragama penyembah api.

    * maksud dan tujuan kami adalah menyampaikan ilmu.
    * maukah kamu masuk Islam ?

    * semoga kamu mendapat hidayah dan petunjuk.

  2. mahmud kristian berkata

    Saya sebagai pembaca membaca komentar anda sedikit terenyuh, karena anda memahami kehidupan ini begitu sederhana. Mengapa anda mengatakan orang Kristen masuk Islam saja? Anda memberi alasan-alasan yang anda kutip dari Al-Quran. Saya menghargai jawaban anda. Tetapi bagaimana kalau orang Kristen mengatakan kepada anda, masuklah ke dalam agama Kristen karena dalam kitab suci agama Kristen dikatakan bahwa Yesus adalah jalan kebenaran dan kehidupan barangsiapa datang kepadaNya tidak akan berada dalam kegelapan. Menurut saya tulisan ini diperuntukkan bukan untuk memaksa anda untuk masuk agama Kristen, lembaran maya ini diperuntukkan agar kita semua memikirkan cara-cara mengatasi kebobrokan bangsa dan negara kita. Sungguh sepertinya anda tidak pernah belajar humanitas, kemanusiaan. Orang yang beragama adalah orang yang mengedepankan sisi kemanusiaan dalam setiap sisi hidupnya. Agama pada dasarnya dihadirkan agar terwujud keharmonisan, toleransi, keadapan, perdamaian, keharmonisan, keteraturan, dsb di dunia secara khusus di negara kita yang tercinta yaitu Indonesia. Tetapi kata-kata anda telah menunjukkan/mencerminkan bahwa anda adalah bukan orang yang beragama. Menurut saya agama Islam tidak pernah mereduksi agama-agama lain, saya yakin Muhammad adalah nabi yang berjiwa humanis. Tetapi mengapa anda pengikutnya tidak demikian? Seharusnya sumbangan pemikiran anda adalah bagaimana kita mewujudkan Indonesia yang harmonis, damai, bahagia surganya dunia, dimana semua agama saling rukun dan bersatu padu. Selamat membaca teman. Maaf kalau teman tersinggung, saya tidak bermaksud menyinggung perasaan anda, tetapi agar kita belajar dan berjuang menunjukkan nilai-nilai baik dalam agama kita. selamat membaca teman, bye……….

  3. Faris Wangge berkata

    BUKU KENANGAN TABHISAN USKUP DENPASAR

    Jika dibandingkan dengan tugas jurnalistik yang pernah saya lakukan, maka saya kira ini menjadi salah satu tugas yang tak akan mungkin saya lupakan. Setelah mendapat kabar bahwa saya menjadi salah satu panitia tabhisan Uskup Denpasar, tak terbersit dalam diri saya untuk kemudian memanggul tugas menuju Flores menemui Bapa Uskup. Pengetahuan tentang Bapa Uskup teramat minim dalam diri saya. Memang sewaktu bersekolah di SMP Seminari Mataloko, nama Rm San, Pr sudah terdengar tapi sesungguhnya saya sama sekali tak pernah tahu menahu dan bertemu muka secara langsung dengan beliau.

    Saya kemudian dipercayakan oleh tim pengerjaan buku kenangan yang dikoordinir oleh Rm Venus Dewantoro, Pr mewawancarai Uskup San langsung ke Ritapiret. Setelah mempersiapkan segala hal dan berbekal surat tugas yang ditanda tanagi oleh Rm Administrator Keuskupan denpasar, persis tanggal 9 Januari 2009 saya pun berangkat menggunakan pesawat Merpati menuju Kota Maumere. Saya tiba di Maumere pukul 14.00 Wita (Simak sajian lengkap hasil perjalanan jurnalistik ini dalam Buku kenangan tabhisan Mgr DR Silvester San, Pr)

  4. Edi Susilo W berkata

    MODUL OMK

    Berdasarkan pengamatan di daerah saya (paroki kotabumi lampung utara), banyak OMK yg merasa kebingungan. Akan berbuat apa mereka setelah masuk atau menjadi OMK. Kalaupun ada kegiatan hanya seadanya karena keterbatasan sdm. Yg ingin saya tanyakan:
    Apakah ada pelatihan2 khusus atau modul2 khusus buat OMK sehingga tujuan OMK ini dpt lebih terarah ?
    Dimana untuk mendapatkan informasi2 seputar kegiatan OMK?
    Saya melihat kegiatan2 yg dilakukan OMK di daerah saya ini kurang mendapatkan perhatian yg serius. Mudahan2 persepsi saya ini keliru bahwa OMK tidak sejalan dg mayoritas konggregasi yg ada di daerah saya. Ini hanya anggapan saya. Mdah2an tdk benar.
    Pertanyaan saya: Siapakah penggagas pertama atau pencetus OMK atau siapakah pemrakarsa OMK.

    Atas tanggapanya, saya ucapkan terimakasih. Mudah2an dpt menambah wawasan dan informasi OMK di daerah saya. GBU

  5. theresia berkata

    saya adalah salah satu anggota OMK di kalimantan tepatnya d tarakan.kalau menurut saya kegiatan OMK di tempat kami belum seutuhnya berjalan karena setiap kami ingin melakukan suatu kegiatan selalu ada aja yang menghambatnya. contohnya pada saat kami ingin melakukan TEMU RAYA KAUM MUDA.pada pelaksanaan kegiatan tersebut banyak aja teman-teman yang tidak setuju padahal pengalaman saya mengikuti kegiatan tersebut sangat banyak dan menurut saya dan beberapa teman yang telah mengikutinya kegiatan tersebut sangat bagus untuk perkembangan iman pemuda karena dari kegiatan tersebut kita dapat menjalin persaudaraan dengan OMK dari paroki lain. saya ingin bertanya bagaimana caranya agar teman-teman OMK yang lain bisa bergabung,apakah kegiatannya yang harus di rubah atau . . . . . . . .
    %_OUR FOR JESUS_%

Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini · URI Lacak Balik

Tinggalkan sebuah Komentar