Arsip untuk Juli, 2006

Halangan dan Pengesahan Perkawinan

Konsultasi Keluarga dan Perkawinanbersama Pastor Dr Al Purwa Hadiwardoyo MSF, dosen Moral Kristiani – Universitas Sanata Dharma 

Pastor, saya seorang anak muda Katolik mempunyai seorang teman dekat (teman kerja, berasal dari Batak) yang berpacaran dengan seorang cowok yang berasal dari Batak juga.  Keduanya sudah lama menjalin hubungan dekat sebagai sepasang kekasih yang secara serius ingin membangun hidup berkeluarga melalui penerimaan sakramen secara Katolik. Namun saat ini mereka mengalami sedikit persoalan, karena baik teman saya maupun pacarnya, keduanya bermarga sama, yaitu marga Siagian. Menurut cerita mereka, secara adat mereka berdua tidak bisa menikah dalam arti hidup sebagai pasangan suami istri karena bermarga sama. Namun di sisi lain mereka berdua tidak menginginkan masa pacaran yang sudah sekian lama itu hancur di tengah jalan hanya karena persoalan kesamaan marga, meskipun setelah ditanyakan kepada orangtua mereka masing-masing, ternyata mereka tidak mempunyai ikatan/hubungan kekeluargaan atau berada dalam garis keturunan yang sama. Baca entri selengkapnya »

Komentar (4)

Pelita Itu Telah Memancarkan Sinarnya

Pasutri Dita dan Diktus baru saja mendudukan diri mereka di atas kursi undangan pernikahan itu. Mereka menghadiri suatu perhelatan pernikahan. Tamu berjubel, silih berganti karena perhelatan itu dilaksanakan menurut budaya Banjar asli. Tidak ada pidato, tidak ada kata-kata petuah, tidak ada doa panjang lebar. Tamu datang, beri amplop, ambil makanan dan kalau selesai makan, salaman dengan mempelai, lalu pulang. Ada musik dangdut yang memekakan telinga dengan penyanyi yang genit berbusana melawan RUU Pornografi dan porno-aksi. Apalagi goyangan ngebor Inul berbusana yang membuat gregetan kaum turunan Adam. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1)

CD Bajakan

Di Mangga Dua Jakarta ada ribuan CD bajakan.

Kalau bertemu 2 CD ini harap lapor pihak berwajib. Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

Setan Lintang-Pukang

Kerasukan setan ibarat flu burung. Bisa hinggap kapan dan kepada siapa saja. Tidak ada gejela, tidak kenal waktu dan tempat. Itulah kepiawaian sang setan. Seperti “tebang pilih” dalam dunia HPH dan pengadilan, setan hanya ingin merasuk kaum hawa yang muda dan cantik. Dasar setan jantan !!

Suatu hari terjadilah peristiwa kerasukan setan jantan. Seorang gadis manis dirasukinya. Keluarga dan penduduk sekitar jadi geger. Sang gadis meranyau, bilang bahwa dia adalah titisan Datuk Temanggung Saleh. Celakanya, di samping meranyau, dai punya kekuatan besar. Para titisan Adam yang tegap pun tak mampu menenangkan. Bukan karena tidak kuat, tetapi tidak tahu mau pegang di mana ! Dukun dipanggil, tak mempan. Paranormal dipanggil, tidak mempan. Salib diperlihatkan juga tidak mempan. Doa-doa ala Katolik seperti Salam Maria dan Bapa Kami, juga tidak mempan. Semua putus asa mau buat apa. Tiba-tiba seseorang berseru lantang, “panggil pastor !!”  Tanpa disuruh seorang pemuda ganteng langsung ambil langkah. Maklum dia adalah sang pacar. Dengan terengah-engah, sang perjaka berseru; “tolong Pastor, pacar saya kerasukan setan ! Banyak upaya tapi setannya ngotot”. Harapan terakhir hanya pada pastor. Apa mau dikata, tuntutan pastoral. Tapi mau buat apa ? Semua perlengkapan doa tersedia, tetapi belum pernah mengadakan upacara exorcismus. Apa boleh buat, pokoknya pergi. Moga-moga setan gentar juga menghadapi pastor.

Dalam kamar sang gadis dikerumuni banyak orang. Ada yang pegang rosario, gambar Yesus, patung Maria. Ada juga yang mengacung-acungkan salib. Ada juga yang menumpangkan tangan sambil mulut komat-kamit. Entah doa apa. Sang gadis meronta-ronta. Sebentar matanya mengarah pada sang pastor. Sepertinya ada sesuatu yang menekan. Pastor meminta semua keluar dari kamar. Hanya ingin berduaan dengan harapan moga-moga masalahnya bukan kerasukan setan sungguh-sungguh, tetapi masalah pribadi. Ketika semua sudah keluar, sang gadis agak tenang. Sang pastor duduk di tepi ranjang. Mau omong apa ? Sang gadis jelita mengatup bibir kencang-kencang, menutup mata erat-erat. Mati aku. Tapi kadang-kadang seperti melirik kearah pastor.

Tiba-tiba ada desakan dari dalam perut. Angin busuk minta permisi keluar. Ide cemerlang muncul teringat seruan Aristoteles: Eureka…!! Pastor sedikit mendekati muka sang gadis jelita dan tuuuuuuuuuuut !!!. Sebuah suara menggelegar muncul, diserat bau menyengat yang tidak terhingga. Apa yang terjadi ?? Sang gadis terloncat dari ranjang, sambil tertawa terkekeh-kekeh dan menutup hidung, lari keluar kamar, tanpa menoleh. Pastor juga keluar sambil tersenyum dan ngeloyor pergi. Sang gadis sembuh total ! Setan telah lari lintang pukang !
Oleh : P. Frans HH MSF

Tinggalkan sebuah Komentar

Kesaksian sembunyi pada weekend

 Daerah lampu merah Amsterdam dan kelompok peziarah di Kalverstaat

Pada tahun ini telah dijalankan di Amsterdam perjalanan yang ke 125 kali pada malam hari yang disebut  “Stille Omgang”.
(= jalan keliling sambil berdiam dan berdoa). Pada malam hari berjalan di centrum ibukota  Amsterdam bersama sama, disamping orang lain yang berpesta pora, mencari minum dan perempuan. “Kesepian itu sudah merupakan suatu kesaksian di dalam keramaian dunia”, kata Hao Tran. ”Amsterdam sering dipandang sebagai kota penuh kriminalitas, prostitusi dan kekerasan. Dengan berjalan begitu kita memancarkan bahwa Tuhan peduli akan manusia”. Sebagai pribadi Hao Tran senang ikut dalam perjalanan yang sudah dilaksanakan jutaan manusia sebelumnya. “Ikut dalam sebuah perjalanan sejarah dan itu membuat diri sendiri kecil dan gembirapun karena bersatu dengan gereja yang dahulu, sekarang dan yang akan datang.” Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

500 Tahun Garde Suisse

500 Tahun Garde Suisse di Vatikan 

500 tahun yang lalu, Paus Julius II secara resmi meminta ijin kepada “Confederatis Superioris Alle-manniae” untuk merekrut orang muda Swiss untuk membentuk pasukan pengawal Paus. Pada tanggal 22 Januari 1506, 150 orang kontingen dengan berjalan kaki tiba di Roma dari Lucern menyusuri via Francigena ke Roma dan membentuk “Papal Swiss Guard“. Kini hal itu merupakan pasukan bersenjata tertua di dunia. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1)

Johann Chrysostomus Wolfgang Amadeus Mozart

 RUmah Kelahiran Mozart

Salah seorang musisi jenius terbesar dalam sejarah dilahirkan di Salzburg, Austria, pada tanggal 27 Januari 1756, dan meninggal di Wina tanggal 5 Desember 1791. Ayahnya Leopold Mozart adalah asisten pemimpin koor dan musisi besar terhormat di jaman itu, bekerja di Uskup Agung Salzburg. Dia juga seorang pengarang metode terbaik untuk permainan biola dan benar seorang yang terpelajar dan berkarakter. Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

Pater Berthier di Tengah Keluarga Kristiani

Ketika mendirikan kongregasi MSF, P. Berthier mempunyai keprihatinan khusus terhadap keadaan kehidupan keluarga-keluarga di Prancis waktu itu. Menurut pendiri Kongregasi Keluarga Kudus (MSF) ini, keluarga merupakan kekuatan utama untuk memajukan kehidupan Gereja. Dari keluarga-keluarga, Gereja akan terus menunjukkan eksistensi dan esensinya. Dengan demikian, warta Kerajaan Allah semakin didengarkan dan dihayati oleh lebih banyak orang lagi. Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

Pourquoi á la Salette ?

Pada hari Jumat, 3 Februari 2006, aku bersama Rm. Frans, P. Pablo, P. Sczepan dan Diakon Firmino berangkat ke La Salette. Kami berangkat dari Lyon dengan naik kereta sampai Grenoble kemudian naik bus menuju La Salette. Mulai dari Grenoble hawa dingin sudah mulai menusuk tulang dan hampir seluruh kota dan pegunungan diselimuti salju yang cukup tebal. Perjalanan akan memakan waktu kurang lebih 2 jam sedangkan bus hanya sampai Village (desa) Corps.

Saya mengambil tempat duduk di depan agar dapat menikmati perjalanan dan bisa melihat pemandangan kota Grenoble yang sangat indah. Perlahan tapi pasti kami mulai memasuki desa-desa yang jauh lebih indah lagi walau sebagian besar ditutupi salju yang tebal. Nampak keindahan gunung-gunung berselimutkan salju dan di sana-sini terlihat banyak orang bermain ski. Terlihat juga sungai dan danau yang membeku sehingga orang bisa bermain ski di atasnya. Tanpa kusadari kami akhirnya tiba di Corps. Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

Brabants Dagblad: Wawancara dengan pastor Kleijnenbreugel

Biara MSF yang terakhir di Goirle, Belanda. September 2006 biara akan dikosongkan. 

Pastor Kleijn (sebutan harian Brabants Dagblad) akan “memadamkan lampu dan mengunci pintu “biara yang terakhir MSF di Goirle (Belanda). Rumah akan dijual dan keenam penghuni akan pindah ke biara SVD di Teteringen. Biara SVD di Teteringen akan menjadi rumah untuk 38 pastor SVD, MSF dan OSB (Benediktin). Pastor Kleijn tinggal 28 tahun sebagai pastor kepala di Kutai Barat (Barong Tongkok) wilayah Tunjung Benuaq, dan 7 tahun sebagai ekonom keuskupan Samarinda. Bulan Mei 1999 beliau diminta pulang ke Belanda dan sejak itu beliau berjabat sebagai ekonom provinsi Belanda merangkap prokurator misi. Baca entri selengkapnya »

Komentar (2)

Tulisan yang Lebih Tua »